Mohon tunggu...
Gobin Dd
Gobin Dd Mohon Tunggu... Peminat kata

Menulis adalah kesempatan untuk membagi pengalaman agar pengalaman itu tetap hidup.

Selanjutnya

Tutup

Bola Pilihan

Setelah Lawan Liverpool, MU Musti Segera Bangkit!

21 Oktober 2019   10:44 Diperbarui: 21 Oktober 2019   11:19 0 4 0 Mohon Tunggu...
Setelah Lawan Liverpool, MU Musti Segera Bangkit!
Para pemain MU merayakan gol Rashford. Sumber foto Bleacher Report Football

Hasil imbang (1-1) di Old Trafford saat menjamu Liverpool sedikitnya menjadi catatan positif bagi kubu Manchester United. Terlepas dari kisruh peran Video Assistant Refree (VAR), paling tidak laga ini tetap menunjukkan kualitas laga dari tim-tim besar di Liga Inggris.

Gol Marcus Rashford (menit 36) hampir saja membawa kemenangan pertama setelah sebulan lebih tanpa kemenangan bagi Setan Merah. Gol bagi Liverpool dari pemain pengganti Adam Lallana (menit 86) membuyarkan harapan baik bagi fans MU. Saya kira hasil imbang dan penampilan Manchester United secara umum perlu diacungi jempol.

Pada laga di pekan kesembilan kompetesi premier league ini, MU kelihatannya tolak tunduk pada Liverpool yang lagi "on fire"di musim ini. Sementara itu, Liverpool ingin meraih kemenangan guna meneruskan trend positif di Liga Inggris. Melihat performa kedua tim, hasil imbang kiranya memuaskan kedua belah pihak.

Hasil imbang ini pun memupuskan ambisi Liverpool untuk menyamai 17 kemenangan kepunyaan Manchester City. Bagaimana pun juga, hasil ini tetap menempatkan Liverpool pada puncak klasemen dengan 25 poin beda 6 poin dari M. City di tempat kedua dan Liverpool tak sekalipun mereguk kekalahan di Liga Inggris pada musim ini.

Penampilan MU patut diacungi jempol. Tanpa diperkuat oleh salah satu talenta hebat mereka, Paul Pogba, MU bisa mengimbangi kegarangan anak-anak asuh Jurgen Klopp. Bahkan beberapa kali MU mengancam daerah pertahanan Liverpool dengan pola serangan balik.

Seperti yang dilansir Manchester Evening News (21/10/19), Jurgen Klopp tidak begitu senang dengan taktik yang dimainkan oleh pasukan dari Ole Gunnar Solksjaer. Menurut Klopp, para pemain MU cenderung bertahan dan hanya mencari celah untuk melakukan serangan balik.

Taktik MU terbukti ampuh saat gol dari Rashford tercipta dari serangan balik yang begitu cepat dan apik. Setelah gol Rashford itu, MU tampil lebih bertahan dengan cenderung menempatkan lima pemain di daerah pertahanan. Hanya menguasai bola 36 persen, MU hanya bermain untuk mencari celah melakukan serangan balik. Mungkin taktik seperti ini cocok untuk melawan kualitas Liverpool.

Menanggapi hal itu, Jose Mourinho yang merupakan mantan manajer MU dan kebetulan menyaksikan laga itu di Old Trafford membela taktik dari Ole Gunnar Solksjaer. Jose Mourinho mengatakan kalau Jurgen Klopp mesti melihat timnya sendiri sebelum mengkritik penampilan dari MU.

Terlepas bagaimana para manajer melihat laga tadi, paling tidak kubu MU boleh angkat muka dan memandang ke depan dengan optimisme. Betapa tidak, sebelum laga ini berlangsung, banyak spekulasi yang memperkirakan kejatuhan MU di kandangnya sendiri.

Spekulasi-spekulasi itu terlahir saat melihat performa Liverpool dan melempemnya penampilan MU di premier league. Sebelum bertandang ke Old Trafford, Liverpool membawa rekor tak terkalahkan di musim ini. Sementara MU tampil tidak konsisten. Di tiga laga terakhir di Liga Inggris, MU hanya berhasil meraih satu kali main imbang dan dua kali meneguk kekalahan.

Pencapaian Liverpool merupakan buah dari performa dan taktik tim yang impresif. Maka dari itu, Liverpool kelihatannya di atas angin sebelum bertandang ke Old Trafford. Bahkan tidak sedikit orang juga yang menilai kalau nasib kursi kepelatihan Ole Gunnar Solksjaer bisa ditentukan dari hasil laga tersebut.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
KONTEN MENARIK LAINNYA
x