Mohon tunggu...
Gobin Dd
Gobin Dd Mohon Tunggu... Peminat kata

Menulis adalah kesempatan untuk membagi pengalaman agar pengalaman itu tetap hidup.

Selanjutnya

Tutup

Transportasi Pilihan

Solusi Kemacetan dengan Sistem Kode ala Kota Baguio, Filipina

10 September 2019   10:30 Diperbarui: 10 September 2019   10:46 0 2 2 Mohon Tunggu...

Baguio city adalah salah satu kota di negara Filipina. Kota ini terletak di wilayah pegunungan utara pulau Luzon. Karena berada di wilayah pegunungan, kota ini berhawakan sejuk. Kota ini pun dijuluki sebagai kota musim semi dari negara Filipina (summer city of the Philippines).

Tidak heran, saat musim semi banyak wisatawan yang datang berkunjung ke kota Baguio. Karena wisatawan yang kerap meluap di musim semi dan akhir pekan serta populasi kota yang mulai padat, persoalan kemacetan pun tak terhindarkan. Betapa tidak, tidak sedikit wisatawan membawa kendaraan pribadi. Kendaraan Taxi berkembang pesat. Jeepney, kendaraan khas Filipina menjadi angkutan umum yang bersebaran di jalan-jalan kota. Belum lagi populasi kendaraan masyarakat yang sudah ada di kota ini.

Menjawabi persoalan kemacetan itu, pemerintah mencanangkan sistem kode kendaraan (codying system). Pada jalur-jalur tertentu di kota, ada larangan bagi nomor plat kendaraan tertentu.

Seperti misal, di hari Senin, kendaraan yang di akhirnya plat bernomor 1 dan 2 tidak boleh melintasi jalur-jalur yang sudah ditetapkan oleh pemerintah. Di hari Selasa kendaraan yang akhir platnya adalah 3-4. Selain dari nomor akhir plat yang dilarang, semua kendaraan bisa lewat pada jalur-jalur tersebut. Biasanya jalur-jalur yang dipilih adalah jalur-jalur yang berhubungan dengan aktivitas publik dan jalur-jalur dalam kota.

Dampaknya tidak serta merta memberi solusi total atas kemacetan dan menurunkan populasi kendaraan. Meski demikian sejauh ini sistem ini meminimalisir kemacetan di kota BaguioLaju kenda tidak, saat para pengemudi tahu tentang sistem kode, dengan sendirinya mereka mematuhi aturan. Mereka akan menghindari jalur-jalur yang mengikuti sistem kode nomor plat kendaraan dan mesti memilih jalur-jalur lain.

Beberapa hari lalu, ibukota Jakarta menerapkan sistem ganjil-genap. Sistem ganjil-genap ini dinilai sebagai salah satu solusi untuk memecahkan kemacetan dan juga solusi untuk persoalan polusi udara di ibukota negara ini.

Saya kira sistem ganjil-genap ini serupa dengan sistem codying yang diterapkan di kota Baguio, Filipina. Ada hari-hari tertentu yang dikhususkan untuk kendaraan yang berakhiran angka ganjil dan ada pula hari yang berakhiran angka genap.

Pada titik ini, saya setuju dengan sistem ini. Walaupun kemudian sistem ini tidak secara total menghilangkan kemacetan, tetapi ada usaha untuk meminimalisir kemacetan di ibukota. Meski itu awalnya terasa sulit untuk mengatur para pengemudi, tetapi pelan-pelan akan mengontrol tingkah laku pengendara.

Bahkan saya berharap kalau sistem ini bisa menjadi pelajaran untuk kota-kota yang berhadapan dengan kemacetan. Secara ekstrem bila perlu sistem ini berlaku untuk semua jalur. Kemudian pemerintah menyiapkan angkutan massal yang efektif untuk masyarakat.

Kalau hal ini dilakukan secara serius, penggunaan transportasi publik menjadi pilihan bagi masyarakat. Asalkan pemerintah menyiapkan alat transportasi publik yang memadai, terjangkau dan nyaman bagi masyarakat.***