Mohon tunggu...
Gobin Dd
Gobin Dd Mohon Tunggu... Peminat kata

Menulis adalah kesempatan untuk membagi pengalaman agar pengalaman itu tetap hidup.

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Dapatkah Maskapai dengan Pramugari Berbikini Masuk Indonesia?

7 April 2017   19:31 Diperbarui: 7 April 2017   20:31 0 0 0 Mohon Tunggu...

Saat saya membaca berita tentang pramugari berbikini dari maskapai asal Vietnam, Viet Jer Air, muncul pelbagai reaksi. Reaksi pertama tentu sebagai manusia normal. Rasa penasaran dan ingin tahu bagaimana para pramugari itu tampil dan melayani para penumpang di pesawat. Bahkan pikiran kotor dan buruk pun muncul. Apakah adalah “layanan ekstra” di pesawat? Maaf! Ini hanya dugaan sesat.

Reaksi kedua yakni tentang pemerintah Vietnam sendiri. Sejauh yang saya tahu pemerintah Vietnam masih kuat dengan komunisme dan budaya lokalnya. Apakah aliran komunis dan budayanya hanya membiarkan begitu saja? Tentu saja, pemerintah Vietnam sudah setuju dengan itu. Kalau mereka tidak setuju pasti pramugari berbikini tidak eksis. Lebih jauh, saya juga berpikir bahwa Vietnam yang dianggap negara “tertutup” karena faktor komunis sudah mulai membuka diri. Ini artinya mereka menyadari persaingan di konteks yang lebih luas. Cara pramugari berpakaian adalah salah satu contoh bagaimana Vietnam membuka dirinya.

Reaksi ketiga berhubung dengan isi berita di Kompas Com (7/4/2017). Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi menyampaikan kalau belum ada proposal dari maskapai asal Vietnam ini masuk ke Indonesia. Membaca berita ini, saya pun berpikir. Koq, pemerintah Indonesia membicarakan tentang berita ini? Saya kira berita ini hanya sensasi dan akan berlalu begitu saja di media sosial. Tetapi sekarang pemerintah ikut nimbrung dan angkat bicara.

Namun melihat pernyataan Menteri Perhubungan, secara implisit kita orang Indonesia mempunyai ketertarikan sendiri pada maskapai dan para pramugarinya. Entah kita setuju atau tidak nantinya, namun ada beberapa pertimbangan yang membuat saya kurang sreg bila pramugari berbikini ini masuk Indonesia?

Pertama, dari segi bisnis. Kita hanya akan membuat uang kita lari ke Vietnam. Hanya karena ingin melihat dan merasakan penerbangan dengan pramugari berbikini kita rela membiarkan duit kita mengalir ke meskapai Vietnam. Bayangkan kalau kita juga mempunyai meskapai yang mempunyai jalur penerbangan yang sama dengan maskapai asal Vietnam ini. Lalu karena alasan pramugari berbikini, kita rela meninggalkan meskapai kita dan beralih ke meskapai Vietnam.

Saya yakin motif para pramugari berbikini di pesawat mempunyai strategi pasar. Bisa jadi itu hanya dijadikan kulit agar mengundang banyak wisatawan masuk Vietnam. Ujung-ujungnya, daerah wisata Vietnam dibanjiri dan daerah wisata kita terbelengkai.

Kedua, budaya kita. Pada titik ini saya setuju dengan pernyataan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi seperti yang terlansir di dalam Kompas Com. Berbusana bikini ala para pramugari pesawat itu mungkin juga bukan budaya Vietnam sendiri. Itu hanyalah bagian dari strategi pasar. Jadi kalau kita tidak mau menerima mereka masuk ke Indonesia karena alasan busana, kita tidak dianggap mencederai budaya mereka. Hemat saya, kalau kita mau menghormati budaya kita, kita pun harus selektif menerima budaya dan pengaruh dari luar.

Ketiga, saya yakin bahwa orang tidak melihat trip dengan maskapai ini bukan sebagai tujuan akhir naik pesawat. Tujuan akhir bisa saja melihat dan merasakan terbang bersama pramugari berbikini. Yah, mungkin akan ada kecenderungan konsumer terutama kaum adam naik pesawat karena alasan pramugari pakai bikini. Lantas, apa bedanya kita masuk ke tempat hiburan?

Kalau orientasi naik pesawat dan kehadiran maskapai ini ke Indonesia hanya karena motif pramugari berbikini, kita mesti mengevaluasi cara pandang kita. Di sini kita hanya melihat aspek hiburan dari pramugari berbikini daripada alasan penerbangan (trip) sendiri. Ujung-ujungnya, hal ini bisa mempertanyakan cara pandang kita pada keberadaan seorang pramugari sebagai seorang perempuan.

Kalau pramugari asal maskapai Viet Jet Air masuk Indonesia, saya lebih suka mereka berbusana budaya asal Vietnam biar kita mengenal budaya mereka. Dan, saya kira sensai pramugari berbikini menjadi alarm bagi maskapai penerbangan kita. Kita juga mesti kreatif dalam menata maskapai penerbangan kita agar banyak orang yang tertarik. Kita tidak perlu berbikini, tetapi kita tampil sebagai orang Indonesia.***

KONTEN MENARIK LAINNYA
x