Mohon tunggu...
Danar Dono
Danar Dono Mohon Tunggu... Seorang Pelajar yang tidak bisa berhenti belajar dari siapapun dimanapun kapanpun

Tebarkan rahmat kepada semesta alam!

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan

Mengisi Kekosongan Jiwa, Mengatasi Kesepian

31 Agustus 2019   11:44 Diperbarui: 31 Agustus 2019   11:49 0 0 0 Mohon Tunggu...

Pernahkan anda merasakan kegundahan hati? Dilansir dr psychology today, > 40% manusia di Bumi mengalami kesepian. Perasaan ini bisa hinggap pada siapa saja ditandai dengan perasaan tidak menyenangkan atau kehilangan bermaknaan atas kehidupan. 

Kesepian juga berimplikasi thd daya tahan tubuh yang menurun, tekanan darah-kolestrol, dan resiko penyakit jantung. Resiko kesepian setara dengan resiko merokok bagi kesehatan tubuh.

Kebanyakkan ilmuwan mendefinisikan kesepian sbg "perasaan tidak menyenangkan dan ketidakpuasan yang dihasilkan oleh perbedaan antara jenis hubungan sosial yang kita inginkan dan jenis hubungan sosial yang kita miliki". Faktanya, kesepian tidak tergantung dr seberapa banyak hubungan sosial yang dimilikinya. 

Anda bisa saja merasakan kesepian sekalipun berada di keramaian, berkumpul dengan anggota keluarga, atau menjalin hubungan dengan pasangan. Dilaporkan  > 60% orang yang sdh menikah merasakan kesepian. Ini membuktikan bhw kesepian bukanlah sekedar 'ketidakpuasan atas hubungan sosial'.

Sebenarnya makna 'hubungan' perlu diperluas tidak hanya mencakup sosial tetapi juga hubungannya dengan Tuhan, alam dan diri sendiri, mengingat kedudukan manusia sbg makhluk individu, sosial, sekaligus hamba Tuhan, atau lengkapnya sbg khalifah fil 'ard. Karena itu, kesepian bisa jadi krn buruknya hubungan seseorang dengan pengembangan dirinya, relasi sosialnya atau paling dasar hubungannya dengan Penciptanya.

"Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram." (QS. Ar Ra'd 13 : 28)

Bagi muslim, solusi terbaik atas kesepian adalah dzikirullah (mengingat Allah). Dzikirullah tidak sekedar melafalkan "Allah", tetapi dzikirullah ialah 'menghadirkan' selalu keterlibatan-Nya dlm setiap aktivitas kita, sehingga kita senantiasa ingat orientasi, fungsi dan kedudukan kita sbg khalifah hingga setiap aktivitas menjadi 'bermakna' dan bernilai 'ibadah'. 

Dari sinilah, hati kita akan selalu tenteram. Selalu 'merasa' ada yang menemani, memperhatikan, dan mengawasi sepanjang waktu kapan pun di mana pun, sehingga kita tak lagi sendiri, bukankah Allah bersama orang-orang yang bertakwa?

Maka marilah kita jadikan Allah sbg sebaik2nya pengisi kekosongan hati.

KONTEN MENARIK LAINNYA
x