Mohon tunggu...
donnagahutan
donnagahutan Mohon Tunggu... Mahasiswa - DRAGONOV FOREST

SMA YPK 2 Biak Tahun 2016

Selanjutnya

Tutup

Olahraga

Peran Infrastruktur Dalam Menunjang PON Papua XX 2021

31 Juli 2021   03:38 Diperbarui: 4 Agustus 2021   03:18 347
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sumber : www.antaranews.com

Infrastruktur sebagai penunjang sebuah perkembangan dan pembangunan daerah terutama Daerah Otonomi Baru (DOB). Hal ini bahkan dijadikan tolak ukur berkembangan atau tidaknya sebuah daerah otonomi baru. Pada perhelatan Pekan Olahraga Nasional yang ke-20 ini Provinsi Papua dipercayakan oleh Pemerintah Pusat sebagai Tuan Rumah. 

Provinsi Papua memiliki administrasi daerah yang terdiri dari 28 Kabupaten dan 1 Kota. Namun yang menjadi kluster untuk venue perhelatan PON XX tahun 2021 ada 3 Kabupaten dan 1 Kota yaitu (Kabupaten Mimika, Kabupaten Merauke, Kabupaten Jayapura dan Kota Jayapura) dalam perkembangannya pembangunan infrastruktur di 4 Kota/Kabupaten ini termasuk maju dibuktikan dengan terpilih sebagai penyelenggara PON XX 2021.

Dilihat dari stastistik pembangunan semua venue yang dibangun progress berjalan sesuai rencana. Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah menunjukkan kerjasama yang baik dalam membangun semua venue. Dibuktikan dengan Istora Utama Lukas Enembe yang akan menjadi pusat semua acara baik itu Seremoni Upacara Pembukaan dan Penutupan. Banyak juga venue yang dipugar untuk cabang olahraga yang lain seperti stadion, lapangan dan gedung olahraga (GOR).

Kendala

Tetapi dibalik semua masih banyak problem yang timbul di antara Orang Asli Papua sendiri. Orang Papua memandang tanah hak waris turun-temurun dari nenek moyang. Maka banyak lahan yang digunakan untuk membangun venue masih menjadi sengketa karena pelepasan tanah adat yang tidak dilaksanakan dengan benar dan sesuai adat istiadat daerah masing-masing.

Selain itu banyak sumber dana yang tidak jelas realisasinya. Sehingga Pemerintah Provinsi dan Panitia Besar PON Papua XX 2021 mengupayakan berbagai cara untuk menutupi berbagai macam dana yang kurang. Baik itu dana APBD Pemerintah Daerah maupun bantuan langsung dari Pemerintah Pusat melalui Kementrian terkait (Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementrian Informasi dan Komunikasi dan Instansi Pemerintah lainnya).

Banyak tantangan yang dihadapi oleh Panitia Besar PON Papua namun semua itu harus dihadapi karna suatu hal besar membutuhkan banyak pengorbanan baik tenaga, pikiran, dan materi. Forum Mahasiswa Papua baik dalam negeri maupun luar negeri menilai bahwa PON Papua hanya penyebab kurangnya perhatian Pemerintah Daerah terhadap Sumber Daya Manusia karna dana beasiswa banyak yang dialokasi untuk menutup kekurangan biaya PON Papua.

Belum lagi polemik pemilihan ikon PON yang dikritik oleh publik figur asli Papua seperti Michael Jakarilema, Stephen Wally serta salah satu Komika Arie Kriting. Mereka menilai bahwa pemilihan ikon harus melihat nilai-nilai orang asli Papua. 

Semua ini sebenarnya harusnya menjadi masukkan yang harus  diterima oleh Panitia Besar PON sebagai bentuk evaluasi sebelum PON bergulir (2-14 Okrober 2021). Yah mereka (Publik Figur) boleh beropini dan memberikan argumen terhadap PB PON, namun satu hal pasti demi memperkenalkan Tanah Papua melalui PON maka kesampingkan ego masing-masing, karna pemilihan Ikon pastinya sudah melalui proses panjang. Malah seharusnya mereka yang harus memposisikan diri sebagai Orang Asli Papua tidak perlu mengkritik semestinya harus ikut mempromosikan Pesta Olahraga Terbesar Se-Nusantara ini.

Olimpiade Rio de Janiero 2016

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Olahraga Selengkapnya
Lihat Olahraga Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun