Mohon tunggu...
Lalu Doni Irawan
Lalu Doni Irawan Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa

Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah

Selanjutnya

Tutup

Bahasa

Filologi

24 September 2022   09:10 Diperbarui: 24 September 2022   09:20 20 0 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Bahasa. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Jcstudio

Mungkin Kata “Filologi” masih begitu asing untuk masyarakat umum, tidak eksis, membosankan, tidak diminati banyak orang. Filologi bisa diibaratkan sebagai fardhu kifayah yaitu, sebuah kewajiban yang tidak harus ditanggung oleh setiap individu atau lembaga, namun jika tidak ada orang atau lembaga yang mengkajinya, maka ka nada konsekuensinya yaitu, akan berdampak pada setiap orang, karena filologi berkaitan dengan pelestarian warisan budaya berupa Naskah, tulisan-tulisan tangan yang pada dasarnya dimiliki oleh semua warga bangsa.

Kata Filologi berasal dari dua kata yang berasal dari bahasa Yunani Kuno yaitu, Philos dan Logos. Philos yang berarti ”Love” yang berarti Cinta, dan Philos yang berarti ”Kata-kata” atau “Ilmu Pengetahuan”. Dalam Buku “Filologi Indonesia Teori dan Metode” karya Prof. Oman Fathurahman dikatakan bahwa Filologi merupakan Ilmu tentang membaca Manuskrip-Manuskrip kuno. 

 Jika menengok pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) lalu memasukan kata Filologi maka pengertiannya adalah “Ilmu yang mempelajari tentang bahasa, kebudayaan, dan sejarah suatu bangsa sebagaimana tertulis di bahan-bahan tertulis”. Memang filologi dapat diartikan sebagai kajian bahasa melalui sumber-sumber yang tertulis. Dalam pengertian yang umum filologi dapat diangagap sebagai cabang ilmu humaniora yang fokus pada aspek bahasa dan sastra. Menurut Kemp Malone Filologi diartikan “Love Of Learning” yang berarti “Mencintai pelajaran atau mencintai ilmu pengetahuan”. Orang yang mempelajari ilmu filologi bisa dianggap sebagai orang yang mendedikasikan dirinya untuk ilmu pengetahuan khususnya kesusastraan, Filologi adalah yang berfokus pada kajan teks atau tulisan-tulisan atau manuskrip dimasa lampau.

 Filolog memiliki tugas yaitu menjembatani sarana komunikasi anatara pengarang masa lalu dengan pembaca masa kini. Salah satu tujuan diadakannya kajian naskah-naskah kuno adalah “Making a text available” yang artinya mengupayakan dengan berbagai cara agar sebuah teks atau manuskrip yang sudah lama dapat diakses dan dapat dinikmati oleh pembaca masa kini, untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan dua usaha yang harus dilakukan yaitu, menyajikan (To Present) dan Menafsirkan (To Interpret) teks atau tulisan-tulisan yang terkandung dalam naskah lama tersebut.

 Metode dan teknik penyajian teks inilah yang kemudian akan dikenal dalam studi filologi sebagai kritik teks (textual criticism), yang tujuannya adalah merekonstruksi teks sehingga dapat mendekati bentuk semula yang ditulis oleh pengarang (teks autograph). Karena masa kini kebanyakan naskah yang dijumpai adalah hasil salinan yang ditulis kembali puluhan hingga ratusan tahun setelah masa pertama diciptakan pengarangnya. Dalam hal ini filolog dapat diibaratkan sebagai seorang tukang servis atau reparasi, yang harus membetulkan sebuah alat elektronik kemudian membalikkannya supaya dapat dinikmati.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Bahasa Selengkapnya
Lihat Bahasa Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan