Mohon tunggu...
Doni Arief
Doni Arief Mohon Tunggu... Dosen - Pencari dan penikmat kebenaran paripurna

Tenaga Edukatif

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud & Agama

Meneladani Sosok Nabi Muhammad SAW melalui Peringatan Maulid

20 Oktober 2021   12:27 Diperbarui: 20 Oktober 2021   12:29 179 2 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

Bagi umat Islam, Nabi Muhammad saw adalah Nabi penutup yang membawa risalah berupa agama Islam, maka sudah menjadi kewajiban bagi umat Islam untuk menjadikan Beliau sebagai teladan (rule model) dalam segenap kehidupannya. Dalam Q.S. Al-Ahzab / 33: 21 dijelaskan bahwa, "sungguh, telah ada pada diri Rasululloh itu suri teladan (uswatun hasanah) yang baik bagimu". 

Dengan demikian, umat Islam harus mengikuti tata cara dalam  mengatur kehidupannya sesuai dengan hukum Alloh swt, yang dikomunikasikan dan diterjemahkan dalam realita oleh Nabi Muhammad saw, mulai dari urusan ibadah, adab personal dan komunal, kemanusiaan sampai politik dan mengatur negara. Intinya semua gerak-gerik kehidupan umat Islam sudah ada contoh dan teladan dari Nabi Muhammad saw, sehingga tinggal mengikutinya saja.

Nabi Muhammad saw tidak hanya sebagai tokoh dalam bidang agama tetapi juga tokoh yang membawa perubahan kepada peradaban dunia sampai sekarang. Michael H Heart dalam bukunya, "The 100: A Ranking of the Most Influential Persons in History", menempatkan Nabi Muhammad saw pada urutan pertama sebagai tokoh yang paling berpengaruh di dunia. 

Dia menyatakan bahwa Nabi Muhammad saw adalah satu-satunya sosok yang paling berpengaruh sebagai pemimpin dunia sekaligus akhirat. 

Dengan berbagai dalil, para sejarawan, peneliti agama dan tradisi wilayah Timur yang berasal dari Barat (Orientalis) sering menjadikan sejarah Nabi Muhammad saw sebagai objek penelitiannya, terlepas apakah penelitian itu bertujuan untuk kepentingan riset keilmuan dan kolonialisasi atau memberi stigma buruk kepada Islam dengan tujuan menghambat penetrasi dakwah Islam ke berbagai penjuru dunia. 

Untuk yang terakhir, Thomas Carlyle membongkar tabiat para peniliti Barat terhadap sejarah Nabi Muhammad saw dalam bukunya "His Heroes and Heroworship", menyatakan bahwa kebohongan yang dipropagandakan kaum Barat yang diselimutkan kepada orang ini (Nabi Muhammad saw) hanyalah akan mempermalukan diri kita sendiri, karena tidak sesuai dengan fakta yang ada.

Tentunya setelah merasakan apa yang telah diwariskan Nabi Muhammad saw kepada dunia, khususnya bagi umat Islam, maka momen peringatan Maulid Nabi Muhammad saw terasa relevan di masa sekarang, terutama untuk mengenalkan sejarah (sirah) perjuangan dan nilai-nilai inspiratif kepada generasi muda Islam, agar mereka tidak salah menempatkan idola dalam kehidupannya, karena bagi umat Islam sudah seharusnya idola mereka adalah Nabi Muhammad saw.

Dalam kesempatan ini, kita akan membahas tentang pengertian maulid, sejarah singkat maulid dan hikmah kehidupan yang bisa kita implementasikan dari maulid.

Pengertian Maulid.

Maulid berasal dari bahasa Arab dengan timbangan wa, la, da yang merupakan bentuk masdar mim, isim zaman dan isim makan artinya waktu atau tempat kelahiran.

Dalam pelaksanaannya, peringatan maulid mengalami perluasan makna, yang awalnya hanya memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad saw, tetapi kemudian menjadi seremonial tertentu. Misalnya di Indonesia, kegiatan maulid disertai dengan pembacaan sejarah (bacaan maulid barzanji) kehidupan Nabi Muhammad saw, qasidah berisi selawat kepada Nabi Muhammad saw, mahallul qiyam (syair berupa pujian kepada Nabi Muhammad saw). Pada umumnya, semua kegiatan tersebut dikenal dengan maulidan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud & Agama Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud & Agama Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan