Mohon tunggu...
Doni Febriando
Doni Febriando Mohon Tunggu... Kompasianer Newbie

Hanya seseorang yang biasa-biasa saja tapi telah menemukan kebahagiaan.

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Fenomena Lain Saat Virus Corona: Lebih Nabi daripada Nabi, Lebih Rasul daripada Rasul

8 April 2020   15:30 Diperbarui: 8 April 2020   15:24 190 2 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Fenomena Lain Saat Virus Corona: Lebih Nabi daripada Nabi, Lebih Rasul daripada Rasul
www.nu.or.id

Orang sakit demam berdarah tidak mungkin sembuh dengan cara rajin sholat, rajin khataman, dan baca doa-wirid-hizib-dzikir atau apapun namanya. Orang sakit demam berdarah hanya bisa sembuh jika ia berobat secara medis.

Logis tidak?

Jika ada orang yang terlihat relijius bilang bahwa keimanan itu tidak boleh ada logika, berarti Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam  itu termasuk orang yang tidak beriman dong. Seharusnya Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam  ketika Perang Badar, beliau cukup duduk bersila di medan peperangan dong.

Jadi, jika Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam  dan para sahabat itu termasuk golongan beriman versi itu tadi, seharusnya Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam  dan para sahabat saat melihat musuh berderap-derap datang naik kuda dan mengacungkan pedang cukup duduk bersila. Lalu berteriak, "Kami beriman pada Allah! Bukan beriman pada pedang! Bukan beriman pada strategi perang!"

Keimanan jangan dipisahkan dengan logika. Jika syarat keimanan adalah bebas dari akal pikiran, hukum alam, dan sebagainya, mohon maaf sebelumnya, lantas buat apa Gusti Allah menciptakan otak?

www.nu.or.id
www.nu.or.id

Jika ada orang yang terlihat relijius bilang bahwa buktinya Nabi Ibrahim 'alaihissalam tidak hangus dibakar dan Nabi Musa 'alaihissalam bisa membelah lautan dengan cuma memukulnya dengan tongkat kayu, maka pertanyaan pertamanya adalah: Apakah kamu juga nabi dan rasul?

Pertanyaan kedua yang jauh lebih penting: Berapa kali sih Nabi Ibrahim dibakar hidup-hidup? Berapa kali Nabi Musa membelah lautan dengan tongkat kayu? Apakah tiap sore Nabi Ibrahim dibakar hidup-hidup oleh kaumnya untuk penerangan kampung? Apakah pernah Nabi Musa iseng-iseng membelah lautan pakai tongkat kayu karena lagi mood? Nah, itulah yang namanya mukjizat.

Mukjizat adalah momentum khusus dari Tuhan yang hanya diberikan pada Nabi dan Rasul. Momentumnya pun dari Tuhan langsung.

Jika mukjizat untuk nabi dan rasul, hukum-hukum alam itu untuk manusia biasa. Jika kita kena api, anggota badan kita bisa melepuh, karena kita memang manusia biasa. Jika kita ingin menyeberangi laut, kita jangan berenang, tapi pakai perahu misalnya, ya karena kita memang manusia biasa. Lalu, apa bedanya dengan wabah virus corona?

Allah lebih menyukai sikap rendah hati

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN