Mohon tunggu...
Donky don
Donky don Mohon Tunggu... Jurnalis - Takj pernah menemukan jalan keadilan

aquarius

Selanjutnya

Tutup

Trip Pilihan

Efisiensi Persiapan Terbang: Tip Persiapan di Bandara Internasional

10 Juli 2020   15:34 Diperbarui: 10 Juli 2020   15:38 133
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Travel. Sumber ilustrasi: PEXELS/Jcomp

Kelima, lakukan check in dengan benar. Datangi check in counternya dan siapkan segala persyaratannya. Masuklah ke dalam antrian di depan check in counter sesuai dengan urutan dan jangan berbuat konyol, misalnya menyela antrian atau menyelusup dibawah sabuk pembatas antrian. Biasanya persyaratan yang dibutuhkan adalah paspor dan tentu saja tanda bukti pembelian tiket beserta kode booking penerbangannya. 

Kita cukup menunjukkan soft kopinya di dalam ponsel kita, atau kita menyebut nama saja sambil menunjukkan paspor, biasanya petugas langsung tahu karena nama kita sudah tersimpan di database. Tidak sampai 5 menit tiket sudah akan kita terima, apalagi jika tanpa bagasi.

Ke- enam, baca baik-baik tiket yang sudah kita terima. Informasi terpenting di dalam tiket adalah kapan waktu boarding dan di mana tempatnya. Tentu saja kita duduk di seat berapa juga penting, tetapi itu dipikir belakangan saja setelah sampai di pesawat. Biasanya gerbang keberangkatan atau gate ditandai dengan nomor ataupun huruf. 

Setiap maskapai memiliki kecenderungan untuk menggunakan gate-gate tertentu untuk pemberangkatan penumpang mereka. Kemampuan membaca tiket dengan cepat dan mengingat-ingatnya akan berhubungan dengan kecepatan untuk membaca rambu-rambu dan membantu kita mencapai ruang tunggu keberangkatan dengan lebih baik.

Ke-tujuh, hadapi petugas imigrasi dengan tenang. Setelah mendapatkan tiket dari check in counter, ikuti jalur menuju bagian imigrasi dengan tertib. Perhatikan rambu-rambu yang ada dengan baik sehingga tidak lagi perlu bertanya-tanya atau muka kita terlihat kebingungan. Masuklah ruang imigrasi dengan tenang dan percaya diri. 

Para petugas imigrasi biasanya berwajah dingin dan mudah curiga, karena bagian ini adalah pintu pertama memasuki sebuah negara. Jika di bagian ini sembarangan orang dibiarkan masuk, itu bisa membahayakan negara. 

Dari sekian banyak negara yang pernah saya kunjungi, hanya petugas imigrasi negara Ethiopia yang tersenyum ramah kepada para pengunjung negaranya. Bagi saya itu adalah anomali. Mungkin itu cara mereka agar banyak orang mancanegara yang berkunjung ke negaranya.

Siapkan paspor, visa yang masih berlaku (jika negara tujuan mewajibkan visa), buku kuning suntik meningitis (untuk haji atau umroh), dan tiket yang dijadikan satu. 

Bila kita sudah mengunjungi suatu negara dan keluar dari negara itu kita harus menyertakan bukti kunjungan yang berupa sobekan lembar formulir yang sudah distempel yang sebelumnya sudah diisi pada saat kita datang ke suatu negara. Pramugari biasanya membagikan formulir sesaat tersebut sebelum kita mendarat. 

Di beberapa negara yang waspada terhadap penyebaran virus Corona, formulir kewaspadaan virus Corona juga dibagikan. Kita wajib mengisinya dan memberikan potongannya kepada petugas, potongan lainnya kita simpan untuk jaga-jaga jika ada apa-apa dengan kita yang berhubungan dengan Corona akan terlacak.

Dihadapan petugas imigrasi biasanya kita diminta untuk melakukan scanning sidik jari. Pertama terhadap empat jari kiri dan kanan kita, lalu dilanjutkan dengan scanning kedua jempol. Kalau di Bangkok caranya dengan menekan kuat-kuat layar pembaca sidik jari yang diletakkan di hadapan kita. Kalau di Arab Saudi yang cowok bisa saja baper, apalagi jika tidak fokus. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Trip Selengkapnya
Lihat Trip Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun