Mohon tunggu...
Aqil Dirgantara
Aqil Dirgantara Mohon Tunggu... Jurnalis

Memungut kata

Selanjutnya

Tutup

Bola Pilihan

Quique Setien, dari "Pembunuh" hingga Jadi Pelatih Barcelona

15 Januari 2020   17:53 Diperbarui: 15 Januari 2020   17:55 88 7 3 Mohon Tunggu...
Quique Setien, dari "Pembunuh" hingga Jadi Pelatih Barcelona
Sumber: Forbes

PASKA resmi memecat Ernesto Varverde, manajemen Barcelona bergerak cepat untuk mencari penggantinya, guna melatih dan mendampingi anak-anak Catalan mengarungi kompetisi La Liga yang berjalan ketat serta kompetisi lainnya. Seperti, Liga Champion yang sudah memasuki fase 16 besar dan Copa de Rey.

Tak dipungkiri, pemecatan terhadap Valverde memang sudah diduga banyak pihak sebelumnya. Kegagalan meraih gelar Liga Champion oada 2017-2108 serta musim 2018-2019 menjadi salah satu pemicu dugaan dimaksud.

Ditambah lagi performa yang ditunjukan Lionel Messi dan kawan-kawan di kancah La Liga musim ini tidak menunjukan performa Barcelona seperti biasanya yang hampir selalu mendominasi dan sukar tersentuh kekalahan.

Betul, hingga pekan ke-19 Blaugrana (julukan Barcelona) masih berada di posisi puncak klasemen sementara dengan poin 40. Hasil dari 12 menang, empat seri dan tiga kali kalah.

Kendati begitu posisi ini masih sangat tidak aman. Sebab kalau tidak hati-hati, rival abadinya, Real Madrid setiap saat akan bisa mengkudetanya.

Posisi si putih (sebutan untuk Real Madrid) saat ini berada persis di bawah Barca dengan poin sama. Hanya agregat gol yang membedakannya. Jelas, ini tidak bisa disebut prestasi membanggakan bagi klub asal Catalan dimaksud.

Posisi Varlverde kian di ujung tanduk dan berujung pemecatan, kala tim yang diasuhnya luluh lantak oleh Atletico Madrid pada semi final Piala Super Spanyol 2020. Lionel Messi cs takluk oleh anak asuh Diego Simione dengan skor 2-3.

Valverde sendiri resmi dipecat manajemen Barca pada Selasa dini hari WIB. Setelah sebelumnya, Senin (13/1/2020) malam WIB, Valverde diketahui sudah melakukan pertemuan dengan petinggi-petinggi klub.

"Terima kasih untuk segalanya, Ernesto. Semoga sukses di masa depan," demikian pernyataan singkat Barcelona di akun Twitter-nya.

Sebelum pilihan jatuh pada Quique Setien, sebenarnya manajemen Barcelona terlebih dahulu dikabarkan telah menghubungi Xavi Hernandez. Legenda hidup klub ini kabarnya menolak untuk waktu sekarang, karena masih menangani salah satu klub Qatar.

Sangat beralasan, jika manajemen Barcelona menginginkan Xavi menjadi pelatih kepala di tim pengoleksi lima gelar Liga Champion tersebut. Selain hampir semasa aktipnya menghabiskan waktu bermain untuk Barcelona, dia juga dianggap sangat paham betul karakter dan pilosofi permainan Blaugrana.

Rupanya manajemen Barcelona harus kecele dan akhirnya menjatuhkan pilihan pada Quique Setien.

Setien sendiri bukan orang baru dalam dunia kepelatihan di Liga Spanyol. Sebelum dikontrak Barca untuk jangka waktu tiga musim, pelatih berpasport Spanyol ini juga pernah menukangi Real Betis pada kurun 2017-2019. Salah satu keberhasilannya bersama Betis adalah mengantarkan klub tersebut lolos ke Liga Europa.

Sebelum menjalani debutnya bersama Barcelona, ternyata Setien mempunyai pengalaman manis sewaktu masih aktip bermain. Kala itu dia sukses "membunuh" Barcelona.

Momen indah tersebut terjadi ketika Racing Santander menjamu Barcelona di El Sardinero, 11 Februari 1995. Satu gol dari Setien mewarnai kemenangan telak 5-0 bagi tim tuan rumah. Setien mencetak gol pada menit ke-52 lewat sebuah tandukan keras.

Sepanjang aktipnya sebagai pemain, Setien tercatat telah 20 kali berjumpa dengan klub raksasa Spanyol tersebut di seluruh ajang kompetisi. Dengan rincian, empat kemenangan, 11 kali kalah dan empat hasil imbang.

Referensi: sumber 1, sumber 2, sumber 3

VIDEO PILIHAN