Mohon tunggu...
Don Zakiyamani
Don Zakiyamani Mohon Tunggu... Penikmat Kopi Senja

personal web https://www.donzakiyamani.co.id Wa: 081360360345

Selanjutnya

Tutup

Politik

Hendropriyono Ingin Jegal Anies

7 Mei 2019   12:33 Diperbarui: 7 Mei 2019   16:32 4438 12 6 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Hendropriyono Ingin Jegal Anies
Sumber foto: Viva.co.id

Pernyataan bernada rasis dikeluarkan AM. Hendropriyono terhadap keturunan Arab di Indonesia. Sebagai mertua KASAD, Hendropriyono ingin menunjukkan powernya. Ia merasa gerah dengan pernyataan HRS yang menurutnya membahayakan stabilitas nasional.

Lepas dari konflik pilpres yang sedang berlangsung, pernyataan Hendropriyono ternyata berdampak luas. Salah seorang yang terkena imbas dari pernyataan Hendropriyono adalah Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. Sebagai keturunan Arab, pernyataan Hendropriyono mempengaruhi pandangan orang terhadap Anies. Saya menganggapnya sebagai upaya menjegal Anies pada pilpres 2024.

Barangkali Hendropriyono ingin menyindir Habib Rizieq Shihab, akan tetapi ia lupa atau pura-pura lupa bahwa Anies dan sederet tokoh lainnya yang keturunan Arab terkena sindirannya. Lagi-lagi ini pernyataan yang memecah belah, anehnya pernyataan senada sebelumnya dikeluarkan Mahfud MD. Meski kemudian Mahfud MD mengklarifikasinya akan tetapi publik terlanjur gaduh gara-gara pernyataannya.

Sekarang AM Hendropriyono yang memecah belah, giliran keturunan Arab yang disindirnya. Sepertinya narasi kesukuan dan agama datang dari para pendukung Jokowi-Ma'ruf. Ini sangat disayangkan terlebih umat Islam di Indonesia sedang fokus ibadah. Pernyataan Hendropriyono jelas merusak kebhinnekaan, merusak pluralisme yang selama ini kita jaga.

Hendropriyono lupa bahwa Anies atau siapapun tidak bisa meminta dilahirkan dari suku apapun. Pernyataan Hendropriyono jelas delegitimasi keturunan Arab untuk bisa menjadi tokoh publik. Usaha menjegal Anies memang perlu dilakukan, mengingat Anies calon terkuat dalam pilpres 2024. Anies akan sulit dikalahkan bila isu SARA tidak dihembuskan.

Tentu saja polanya sama, Anies akan dituduh sebagai Arab koneksi. Anies dianggap tokoh pro kearab-araban. Sebuah stigma negatif akan terus dimunculkan demi menjegal Anies. Barangkali saat ini yang diserang para Habaib termasuk HRS salah satunya. Namun nantinya berkembang hingga bakal menerpa Anies Baswedan.

Sakit memang kekalahan di pilkada DKI Jakarta (2017). Sebuah kekalahan yang belum bisa diterima sehingga soal banjir yang tak sebesar masa Ahok dipersoalkan. Bahkan Anies terbilang lebih mampu mengatasi banjir, buktinya yang mengungsi lebih sedikit. Kini, isu keturunan Arab dihembuskan agar Anies batal nyapres.

Serangan Hendropriyono seolah mendeskripsikan keturunan Arab selama ini biang kekisruhan. Ia kemudian mendesak agar keturunan Arab untuk mengendalikan diri. Tuduhan yang kurang sehat ini menurut saya tidak produktif, menambah panas suhu politik. Seolah-olah keturunan Arab sebagai 'provokator' padahal keturunan Arab punya andil besar atas republik ini.

Pendekatan rasis tersebut malah memunculkan polemik dan instabilitas nasional. Akan muncul sentimen etnis dan kesukuan, mirip sekali dengan Gaya Donald Trump. Sebaiknya Hendropriyono meminta maaf kepada WNI keturunan Arab. Jelas sekali ini upaya yang menghalalkan segala cara demi kekuasaan. 

Kalau tujuannya HRS harusnya tidak perlu ditambah dengan keturunan Arab. Jelas sekali Hendropriyono tidak belajar sejarah, kalaupun ada belajar barangkali sering tidur di kelas. Heran Jokowi masih memberdayakan Hendropriyono. Padahal masih banyak tokoh bangsa yang punya keilmuan serta cakap berkomunikasi.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN