Mohon tunggu...
Dominica Shiva
Dominica Shiva Mohon Tunggu... Mahasiswa - Dominica Adeline Shiva Anindita

Mahasiswa Pendidikan Sosiologi - Antropologi, Universitas Sebelas Maret.

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud & Agama

Pain of Bullying

21 Oktober 2021   21:29 Diperbarui: 21 Oktober 2021   22:07 49 0 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

Bullying? Apa sih kira - kira bullying itu? Mengapa sering mendengar dampak dari bullying terhadap orang lain ? Mari kita simak penjelasannya.

Bullying merupakan perilaku menggunakan kekuatan atau kekuasaan nya untuk menyakiti orang lain, tidak hanya fisik tetapi juga psikis dan melalui perkataan. 

Bullying ini bisa menyebabkan depresi atau tekanan yang besar terhadap orang lain. Apabila bullying ini tidak segera dihentikan atau ditangani lebih lanjut, bisa menyebabkan orang melakukan hal yang membahayakan nyawa. 

Adapun macam - macam bullying seperti bullying fisik, bullying verbal, tindakan pengucilan, bullying dunia Maya, bullying seksual, dan bullying antar saudara. Disini akan dijelaskan mengenai bullying fisik, verbal, tindakan pengucilan, dan bullying dunia maya.

Apa sih bullying fisik itu? 

- Bullying fisik merupakan salah satu bullying yang paling mudah dikenali pada usia remaja, contohnya menyandung, mendorong, dan memukul. 

- Lalu bullying verbal merupakan bullying yang dilakukan dengan kata - kata, bullying ini dialami oleh orang yang gemuk dan prestasinya kurang tinggi. 

- Selanjutnya tindakan pengucilan, semua orang yang dibully kebanyakan dikucilkan karena pembully mempengaruhi orang lain untuk mengucilkan korban.

- Yang terakhir bullying dunia Maya, ini kerap terjadi ditambah dengan teknologi yang semakin memadai biasanya ini dilakukan tidak secara langsung dilingkungan masyarakat tetapi dilakukan melalui internet salah satunya melalui media sosial. Mengingat saat ini media sosial bisa membuat nama samaran yang tidak sesuai dengan aslinya.

Bullying juga terjadi saat anak yang broken home mendapat kan hal hal yang tidak di inginkan dari lingkungan sekitar nya. Seperti dapat kita lihat anak broken home yang memilih untuk tidak tinggal bersama salah satu orang tua nya, dikarena kan anak broken home yang memiliki fisik yang selalu tersakiti dari omongan omongan orang tua nya maupun lingkungan sekitar nya. Anak broken home pasti nya memilih untuk hidup pribadi dengan cara kerja keras nya. 

Bukan anak broken home saja yang memiliki mental yang down, tetapi anak yang hidup dikeluarga yang sederhana terkadang mendapat mental down untuk dirinya sendiri. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud & Agama Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud & Agama Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan