Dr.Ari F Syam
Dr.Ari F Syam Dosen UI

-Staf Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI-RSCM (@DokterAri)\r\n\r\n-Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam (PAPDI) JAYA

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan Artikel Utama

Waspadai dan Antisipasi Risiko Dehidrasi dan Stres Selama Mudik

10 Juni 2018   18:45 Diperbarui: 11 Juni 2018   05:47 1668 3 1
Waspadai dan Antisipasi Risiko Dehidrasi dan Stres Selama Mudik
Sumber ilustrasi: photostock

Menjelang mudik kali ini, beberapa pasien saya dengan penyakit kronis misal DM, hipertensi atau bahkan penyakit kanker atau bahkan orang tua usia lanjut melapor dan izin dulu kepada saya untuk melakukan mudik dengan perjalanan darat melalui jalur darat.

Dengan perhitungan bahwa kemacetan mencapai 12 jam tentu saya tidak akan izinkan. Selain itu perjalanan panjang berjam-jam pada orang tua akan sungguh menganggu, umumnya, mereka sudah mempunyai masalah dengan lutut atau nyeri pinggang, posisi duduk yang berlama-lama pasti akan menyebabkan gangguan lutut dan pinggang menjadi sakit. 

Sebagai dokter penyakit dalam, kalau saja memang pasien saya tersebut akan melakukan perjalanan panjang puluhan jam pasti saya tidak izinkan untuk berangkat. Belum lagi dalam perjalanan tersebut minim makanan dan minuman, begitu pula untuk buang air kecil menjadi tidak mudah karena berada di tengah kemacetan.

Dehidrasi merupakan kondisi yang umum terjadi saat seseorang dalam perjalanan apalagi di tengah kemacetan. Ketersediaan air yang terbatas atau karena sulitnya buang air kecil membuat seseorang dalam perjalanan khususnya perjalanan darat menghindari untuk minum dan tentu ini akan memperberat kondisi dehidrasi yang terjadi belum lagi jika mereka berada di dalam kendaraan ber-AC dan dengan sirkulasi udara yang tidak baik.

Terlalu dingin atau terlalu panas akan membuat kulit kering sehingga tidak bisa mempertahankan air dari dalam tubuh sehingga kita akan mudah jatuh di dalam dehidrasi. Jadi bisa ditebak jika kita berada puluhan jam di ruang ber-AC maka kita akan mudah jatuh ke dalam kondisi dehidrasi.

Buat anak muda yang memang sehat dan kondisi fisik prima serta tidak mempunyai penyakit kronik mungkin akan kuat menghadapi kondisi macet berlama-lama. Tapi untuk orang tua dengan penyakit kronis misal sakit jantung atau sakit paru-paru atau penyakit DM tentu kondisi kondisi dehidrasi ini sangat berbahaya.

Dehidrasi memang ada tahap-tahap, mulai ringan sedang dan berat. Yang menjadi masalah karena di ruang ber-AC tubuh tidak berkeringat dan rasa haus juga tidak muncul. Orang- orang tua juga mempunyai kepekaan terhadap rasa haus yang rendah. Jika dehidrasi berlanjut jantung akan berdetak lebih cepat dan jika terus berlanjut seseorang yang mengalami dehidrasi tersebut mengalami sakit kepala, emosinya meningkat dan bisa saja menyebabkan terjadinya penurunan kesadaran.

Karena tidak ada asupan yang adekuat selama kemacetan selain asupan minum yang rendah serta asupan elektrolit yang rendah tentu kondisi dehidrasi akan diperburuk dengan asupan elektrolit yang rendah. Jelas-jelas ini akan memperburuk kondisi kesehatan pemudik yang memang sudah ada masalah kesehatan sebelumnya.

Di dalam kemacetan selain faktor dehidrasi dan asupan elektrolit serta asupan kalori yang rendah stres di tengah perjalanan juga menjadi faktor yang memperburuk keadaan. Stres akan meningkatkan kecemasan dan kembali lagi akan membuat jantung berdetak lebih cepat, nafas menjadi sesak dan asam lambung meningkat. Buat penderita darah tinggi stres akan menyebab tekanan darahnya menungkat, Kadar gula darah juga meningkat saat seseorang mengalami stres. 

Rombongan Bus Mudik Lebaran
Rombongan Bus Mudik Lebaran

Saya selalu mengingatkan pemudik harus juga mengantisipasi kondisi kemacetan ini, sebelumnya saya sudah selalu mengingatkan siapkan kondisi fisik tetap prima sebelum berangkat, siapkan makanan Kecil dan minuman yang cukup selama perjalanan. Tetap pertahankan minum 2 liter dalam 24 jam.

Jika di dalam perjalanan kita banyak keringat, jumlah air minum harus ditingkatkan. Siapkan buah-buahan seperti jeruk, apel atau buah pir. Buah bisa jadi sumber kalori, air, serat vitamin dan mineral. Diusahakan agar ada waktu beristirahat 15 menit setelah perjalanan selama 4 jam. Berhenti di tempat istirahat sementara bisa dimanfaatkan untuk buang air kecil atau menggerakan otot-otot terutama otot leher, pinggang, dan kaki serta tangan.

Mudik merupakan budaya panjang bangsa kita mudik menjadi ajang silahturahmi keluarga besar apalagi dengan kesibukan bekerja di kota metropolitan melalui lebaran keluarga besar bisa saling berjumpa. Kadang kita hanya bertemu dengan keluarga kita yang hanya bisa di hari lebaran. Upaya memang terus diupayakan pemerintah untuk memperbaiki infrastruktur, jalan-jalan tol dibuat agar kita bisa menjangkau kota-kota dengan cepat.

Selalu ada hikmah dalam setiap kejadian, di era media sosial saat ini di mana masyarakat sudah menjadi bagian dari citizen journalist. Semua orang bisa bertukar informasi dan tidak ada informasi yang terlambat yang akan diterima oleh masyarakat. Di dalam setiap peristiwa video amatir akan muncul pertama kali sebagai laporan tentang suatu peristiwa. Oleh karena itu informasi tidak resmi bisa lebih dulu muncul dari pada informasi resmi. 

Di sinilah kinerja aparat dilapangan bisa dinilai karena sekali lagi kita semua bisa menjadi jurnalis, tetapi tentu untuk tujuan yang sama buat kelancaran bersama.


Salam sehat,
Dr. Ari Fahrial Syam