Mohon tunggu...
Iwan Berri Prima
Iwan Berri Prima Mohon Tunggu... Dokter - Pejabat Otoritas Veteriner

Seorang dokter hewan pemerintah (Dokter Hewan Berwenang) dan diidentifikasi oleh Google sebagai Pengarang | Penulis

Selanjutnya

Tutup

Trip Pilihan

Ketika Google Maps Mengarahkan Jalan di Pematang Sawah

5 Februari 2023   19:04 Diperbarui: 5 Februari 2023   19:34 265
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Sudah menjadi lazim, ketika menggunakan kendaraan bermotor, saat ini kita menggunakan panduan google maps. Sebuah aplikasi terbitan google, yang berisikan arah dan peta jalan. 

Penggunanya, bukan hanya dimudahkan untuk transportasi, menemukan alamat, tetapi juga mengurangi interaksi bertanya kepada warga sekitar. Maklum, di zaman serba canggih ini, semakin banyak bertanya, justru kita dianggap terlihat culun (naif dan tidak berpengalaman).

Namun ada yang menarik, ketika kita melewati jalanan di pulau jawa. Saat ini, google maps tidak lagi mengarahkan jalanan mainstream, tetapi sebaliknya, kita diarahkan melewati jalanan di area persawahan. Bahkan, tidak jarang kita diarahkan ke kawasan perkampungan.

Meski demikian, justru disinilah letak serunya. Hal ini juga pernah saya alami. Pada akhir tahun lalu, Ketika saya menuju kampung halaman, di daerah Kecamatan Pandak, Kabupaten Bantul, DIY, saya diarahkan menuju persawahan.

Perjalanan saya mulai dari Surabaya. Dari Surabaya menuju Solo, semua saya tempuh melalui jalan tol. Yakni Jalan Tol Surabaya-Mojokerto (36.27 km), kemudian Jalan Tol Kertosono-Mojokerto (40.5 km), Tol Ngawi-Kertosono (87.02 km), Tol Solo-Ngawi (90 km).    

Jarak tempuh perjalanan antara Surabaya dan Solo menggunakan tol memang relatif lebih singkat. Jika menggunakan tol, (dikenal dengan tol trans Jawa) bisa mencapai 253,79 km dengan waktu tempuh 4 jam. Waktu ini, dibandingkan tanpa menggunakan tol, bisa memakan waktu hingga 10 jam. 

Sejak memutuskan keluar tol di kawasan Solo, kebetulan tol di jogja belum tersambung. Saya langsung mengikuti jalur google maps menuju Jogja.

Awalnya agak ragu, karena google maps mengarahkan ke kawasan persawahan. Bisa tidak jalanan ini dilewati kendaraan roda empat. Namun, luar biasa, sekalipun persawahan, ternyata jalanan beraspal mulus. 

Belum lagi, pemandangannya yang sangat indah. Kebetulan saya tiba di daerah itu sekitar pukul 09.00 wib pagi. Perjalanan saya bak disambut oleh Gunung merapi dan merbabu serta gugusan gunung lainnya. Maklum, tanpa melewati jalanan umum (jalan lintas utama non tol), seakan pemandangan indah itu semakin mendekat. Perjalanan Saya menjadi lebih dekat dengan alam.

Oleh sebab itu, ada satu pesan yang cukup penting dalam penulisan pengalaman ini, ternyata, desa atau kampung di pulau Jawa, saat ini sudah memiliki infrastruktur yang baik. Paling tidak, jalannya tidak lagi rusak, signal HP juga sangat memuaskan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Trip Selengkapnya
Lihat Trip Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun