Farhandika Mursyid
Farhandika Mursyid pelajar/mahasiswa

Penulis Buku "Ketika Di Dalam Penjara : Cerita dan Fakta tentang Kecanduan Pornografi" (2017), seorang pembelajar murni, seorang penggemar beberapa budaya Jepang, penulis artikel random, pencari jati diri, dan masih jomblo. Find me at ketikanfarhan(dot)com

Selanjutnya

Tutup

Hiburan Artikel Utama

Kendrick, Lirik, dan Kritik untuk Hip-Hop Indonesia

5 Maret 2016   16:58 Diperbarui: 23 Desember 2016   17:50 10903 5 5

[caption caption="Kendrick Lamar ketika menerima Grammy untuk Best Rap Album | Sumber : headlineplanet.com"][/caption]Di pagi ini, saya terbangun dengan berita bahwa rapper Kendrick Lamar kembali merilis album terbarunya yang berjudul Untitled Unmastered. Album ini sebenarnya hanya lagu-lagu yang merupakan "B-sides" atau "lagu buangan" dari album To Pimp A Butterfly yang dirilis tahun lalu. Mungkin, pendengar musik Indonesia kurang akrab dengan kedua album tersebut, tetapi album To Pimp A Butterfly disebut sebagai album hip-hop terbaik yang pernah ada, bahkan disebut sebagai masterpiece dari musik hip-hop dan bahkan musik secara general. Album tersebut juga sering menempati Top 10 "Album Of The Year" di berbagai macam media musik dunia, serta mengalahkan berbagai album populer yang dirilis tahun ini, seperti album Justin Bieber berjudul Purpose, atau album Adele berjudul 25.

Tidak hanya itu, Kendrick Lamar ini juga disebut sebagai rapper terbaik pada era sekarang ini, karena selalu membuat lagu dengan lirik rap yang ciamik serta dapat dihubungkan dengan apa yang terjadi sekarang ini, dan membawa pesan yang positif bagi remaja. Sehingga, ketika setiap Kendrick merilis satu lagu, atau mungkin hanya satu lirik, orang tidak hanya akan menikmati lagunya, tetapi juga membaca liriknya dan menangkap apa yang ingin disampaikan. Bahkan, banyak rapper senior seperti Eminem, Jay-Z, atau Nas mengakui kehebatan Kendrick ini. Pujian juga datang dari Presiden Amerika Serikat, Barack Obama. Bahkan, lagu favorit Obama di tahun 2015 adalah lagu Kendrick Lamar yang berjudul "How Much A Dollar Cost?", yang membuat Obama bertemu dengan Kendrick di White House. Keren!

Kendrick Lamar ini muncul sebagai penyelamat ketika musik Hip-Hop di Amerika mengalami penurunan kualitas. Jika Anda melihat ke Amerika, musik Hip-Hop di sana sudah tidak berkualitas lagi, di mana mereka hanya mementingkan kualitas beat (pengiring) ketimbang lirik rap tersebut. Padahal, ketika kita kembali melihat sejarah Hip-Hop di tahun 1980-an, musik Hip-Hop itu dibuat sebagai bahan untuk mengutarakan ekspresi, dan para rapper itu sendiri membuat lirik dengan susah payah, seperti membuat puisi, dengan flow yang mantap dan teknik yang brilian. Sehingga, tidak heran, musik Hip-Hop sering disebut sebagai musik yang mencerdaskan. Hal ini juga terlihat dari banyaknya rapper yang juga turut menjadi pembicara dalam kegiatan-kegiatan ilmiah di universitas.

Sejak munculnya Kendrick Lamar di industri Hip-Hop Amerika, para rapper seolah mulai meningkatkan skill dalam membuat liriknya, baik itu rapper yang lebih senior atau rapper yang seangkatan dengan dia. Sehingga, dapat dibilang bahwa musik Hip-Hop akhir-akhir ini mulai mengalami peningkatan kualitas, dengan munculnya rapper-rapper muda dengan kemampuan lirik yang fantastis dan musikalitas yang keren, seperti Chance The Rapper, Joey Bada$$, atau Vince Staples. (silakan cari musik mereka di YouTube atau Google, jika ingin lebih luas lagi)

Baiklah, Bagaimana dengan perkembangan Hip-Hop di Indonesia?

[caption caption="sumber : hiphopcilegon.blogspot.com"]

[/caption]Jujur, saya mungkin belum cukup khatam mempelajari musik Hip-Hop di Indonesia, tetapi dari pembicaraan saya dengan teman-teman fans Hip-Hop yang tergabung dalam grup Eminem Indonesia (shout out to them!), saya dapat menyimpulkan bahwa musik Hip-Hop di Indonesia ikut mengalami penurunan kualitas.

Sebenarnya, tidak bisa dibilang menurun, karena masih banyak rapper underground atau yang tidak tersentuh media mainstream yang sangat keren dengan skill lirik yang mumpuni dan beat yang asik, tetapi rapper yang kerap muncul di media mainstream tidak memiliki kualitas yang diperhitungan. Kebanyakan muncul dengan lirik yang kacangan, serta dengan tema yang repetitif. Maksudnya, temanya pasti antara cinta, cewek, atau tidak membalas ejekan para haters atau kritik. Meskipun, beberapa rapper yang mainstream punya beat yang mentereng, yang cocok untuk jadi musik pengiring untuk fitness atau senam pagi ibu-ibu PKK.

Untuk membuktikan hal tersebut, mari kita melihat salah satu lirik lagu dari rapper terkenal Indonesia

"Ahh.. Ini berita serius
Gue bukan Dhea tapi Gue imut
Ga pernah gue urus
Omongan mereka gue tetep fokus (Lirik 1)

Ulang lagi, coba lo ulang lagi
Lagu gue sedep banget, padahal gue bukan mie (Lirik 2)"

Ketika saya mendengar dan membaca lirik tersebut, saya paham bahwa dia membawakan reference tentang Dhea Imut pada Lirik 1 dan Mie Sedap pada Lirik 2, tetapi menurut saya, atau mungkin teman-teman fans hip-hop yang lain, eksekusi dari liriknya ini sudah salah, dan itu juga terjadi di beberapa lagu lain dari artis tersebut. Sangat disayangkan sekali bagi rapper yang sudah sangat terkenal di Indonesia, harus memiliki lirik yang kacangan seperti ini. Bagaimana orang akan melihat Hip-Hop di Indonesia kelak, jika rapper terkenalnya ber-skill kacangan?

Tidak hanya itu saja, yang menjadi permasalahan, seperti yang disampaikan sebelumnya, bahwa kebanyakan tema di lagu Hip-Hop Indonesia ini terkesan repetitif. Ada yang ngebahas cinta monyet. Ada juga yang ngebahas tentang perlawanan terhadap kritik, yang tentu saja mengajarkan kita untuk bersikap apatis terhadap komentar dan kritik.

Hal ini tentu saja kurang bagus untuk remaja Indonesia. Seperti yang kita ketahui bahwa, musik adalah salah satu media yang bagus dalam menyampaikan pesan, dan pada masa remaja, mereka sangat cepat dalam menangkap pesan serta menemukan jati diri. Hal ini juga disampaikan oleh pakar-pakar psikologi, di mana alam bawah sadar kita akan mendukung hal yang dilakukan sesuai dengan lirik tersebut. Jika lagu-lagu yang mainstream ini, memiliki lirik yang ngajak kita untuk hal-hal yang negatif, seperti pacaran, atau selingkuh, segala macamnya. 

Tentu saja, masa depan remaja Indonesia akan hancur. Kita tentu saja masih ingat dengan beredarnya foto sepasang remaja di bawah umur yang berhubungan suami-istri di Facebook. Mungkin saja, salah satu sebabnya, karena musik yang mereka dengarkan kurang edukatif, dan mungkin mengajak untuk berbuat seperti itu. 

Bahkan, di lirik pada lagu yang sama, ada bagian yang mengajak pendengarnya untuk melakukan hal berbau seksual, yaitu twerking. Hal tersebut memang sangat marak di Amerika sana, tetapi tentu saja twerking ini tidak sesuai dengan budaya Indonesia yang masih sopan santun terhadap kaum perempuan. Ngomong-ngomong, hal tentang twerking bisa dicari di Internet, sangat eksplisit untuk diceritakan di postingan ini Dan, lagu-lagu Hip-Hop yang marak di Indonesia juga ada yang memiliki lirik yang cenderung menganggap perempuan dengan hal yang negatif, seperti membahas cabe-cabean.

Di tulisan ini, saya hanya mengajak kaum pencipta musik hip-hop juga untuk mengajarkan pesan positif kepada pendengarnya, dan menyadari bahwa untuk membuat lirik rap itu tidak semudah anak-anak belajar mengeja, atau semudah orang-orang bikin sesuatu yang berima. 

Lirik rap emang dianjurkan untuk berima, tetapi tentu saja rima yang harus ditampilkan juga harus berhubungan dan punya substansi, sehingga orang-orang bisa juga turut mengapresiasikan musik hip-hop yang seharusnya menjadi musik yang mencerdaskan sesuai dengan pesan para pendahulu hip-hop sebelumnya di Amerika. Bagi mereka, Hip-Hop mengajarkan anak muda tentang Peace (Perdamaian), Love (Cinta), Unity (Persatuan), dan Having Fun (Hiburan).

So, rap with substance, not rap with nonsense.

Hal ini juga sesuai dengan pernyataan dari Guru Besar Hip-Hop Dunia, yaitu KRS-One yang menyatakan bahwa 

"Jika Hip-Hop bisa mengacaukan pikiran anak muda, harusnya ia bisa mencerdaskan pikiran anak muda".

Tulisan ini juga mengingatkan teman-teman fans musik, kalian juga harus ketahui bahwa musik Hip-Hop yang bagus itu

Tidak semuanya berasal dari musik yang sering muncul di televisi, radio dan disukai oleh orang-orang yang terkenal.
Tidak semuanya berasal dari videoclip dengan latar hitam-putih dilengkapi mobil mewah atau cewek seksi.
Tidak semuanya berasal dari videoclip yang memiliki jumlah tayangan yang besar di YouTube.
Tidak semuanya berasal dari artis dengan gaya fashion masa kini.
Dan intinya, tidak semuanya berasal dari apa yang sering ditampilkan di media mainstream.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2