Mohon tunggu...
Tekno Pilihan

Dasar Foto Digital (3): Rentang Dinamis Bisa Sangat Mudah Dipahami

1 Februari 2017   15:15 Diperbarui: 1 Februari 2017   15:39 0 1 0 Mohon Tunggu...
Dasar Foto Digital (3): Rentang Dinamis Bisa Sangat Mudah Dipahami
Gambar milik pribadi

Pemahaman rentang dinamis yang sering kali dijelaskan oleh banyak fotografer, sangat jauh dari akuratnya dan tidak mudah dipahami. Coba saja tanya kepada teman teman yang mengaku sebagai fotografer : “Apa artinya rentang dinamis / dinamic range ?”
Biasanya sering dijawab : “Rentang itu lebar, warnanya lebih banyak. Pokoknya warnanya bagus saja lah”.
Anda puas dengan jawaban itu ? Bila anda sudah paham atau sudah puas ya ngak masalah.
Tapi yang belum puas dan mau paham secara jelas dan gamblang, ayo kita sama sama belajar.

Saya mencoba untuk menjelaskan sejelas-jelasnya dan mungkin artikel yang sangat sederhana ini adalah yang pertama kali mengulasnya semudah mungkin untuk orang awam.
Kita akan bahas ilmunya dari sudut pandang fotografer, ilmu fisika, algoritma dan ilmu kedokteran.
Target setelah selesai baca artikel ini, kita sudah harus paham dan mampu menjelaskan teman teman yang suka ngaku ngaku fotografer.

Saya ulang pertanyaan  “Apa itu rentang dinamis / dinamic range?”
Saya menjawabnya melalui perumpamaan  “kamera kamu agak budek !”
Loh koq rentang dinamis disamakan kameranya agak “budek” ?

Penjelasannya begini, sangat mudah.
Orang agak budek tidak mampu mendengar suara tertentu. Budek tidak mampu mendengar suara tinggi yang melengking atau tidak mampu mendengar suara rendah. Atau juga terjadi kerusakan sensor indra pendengaran karena terlalu lama dibuat stress (dibuat rusak) oleh frekwensi tertentu.
 Karena itu pada pekerjaan tertentu harus mengunakan alat pelindung telinga.

Kekelawar mampu mengunakan rentang frekwensi yang lebih lebar dari manusia untuk indra pendengarannya. Gambar dari infohewan.com
Kekelawar mampu mengunakan rentang frekwensi yang lebih lebar dari manusia untuk indra pendengarannya. Gambar dari infohewan.com
 

Contoh binatang Kekelawar, mampu mendengar frekwensi di luar batas kemampuan telinga manusia. Sedangkan manusia normal hanya mampu mendengar di rentang frekwensi 20 Hertz sampai 20.000 Hertz.  Sehingga frekwensi yang diluar itu tidak bisa kita dengar, tetapi kekelawar masih bisa terbang dengan mengandalkan indra pendengaran alias bukan mengandalkan matanya.
Dengan kata lain, kemampuan rentang  indra pendengaran manusia lebih sempit dari pada rentang pendengaran kekelawar. Dengan kata lain, rentang indra pendengaran manusia lebih sempit dari rentang kemampuan kekelawar.

Kenapa kekelawar bisa mempunya rentang frekwensi yang lebih lebar dari manusia ?
Apa yang terjadi bila manusia bisa mendengar seperti Kekelawar ?
Tentu Yang Maha Kuasa sudah membuat manusia lebih tinggi drajatnya dari sang kekelawar. Pasti kacau balau pola komunikasi manusia, bila manusia bisa mendengar seperti kekelawar.

Kuping yang sensor frekwensi melemah, bisa diperkuat dengan alat bantu. Gambar dari iptek-wordpress.com
Kuping yang sensor frekwensi melemah, bisa diperkuat dengan alat bantu. Gambar dari iptek-wordpress.com
Kenapa manusia lanjut usia mulai agak budek dan bisa di koreksi dengan alat dengar telinga ?
Jawabnya : sensor indra pendengaran di frekwensi tertentu sudah mulai rusak akibat suara bising yang terlalu keras dan terlalu lama. Atau akibat obat obatan seperti obat penyakit Tuberkulosis (efek samping obat).
Di koreksinya melalui mempertinggi level suara yang budek itu, sehingga penderita bisa mendengar lagi. Tapi bila sensornya rusak total, maka tidak mungkin pula dibantu oleh alat bantu telingga.

Contoh manusia rabun senja (rabun ayam), yang pada sore hari atau redup sinar;  manusia penderita rabun senja sangat sulit memahami warna yang dilihatnya.
Kenapa tidak bisa melihat sempurna saat cahaya redup ?
Karena sensor mata terdiri dari dua macam sensor. Yang satu jenis khusus untuk sensor cahaya tinggi (cahaya terang) dan satu jenis lagi untuk sensor cahaya redup. Pada rabun senja ada gangguan di sensor cahaya redup

Setelah penjelasan diatas mari kita lihat perbedaan  sensor cahaya pada camera digital bila di bandingkan dengan sensor mata manusia. Disini inti penjelasan nya dan para fotografer harus paham ini.

Beberapa dimensi sensor camera digital. Gambar dari Rick Cline Photography
Beberapa dimensi sensor camera digital. Gambar dari Rick Cline Photography

Keterangan gambar: Perhatikan pada sensor digital, bahwa tiap sensor ditambahkan lapisan warna merah atau hijau atau biru, supaya bisa membedakan warna. Beda dengan sensor pada mata manusia, bahwa tiap warna punya sensor sendiri sendiri.

Sensor digital camera identis walaupun harus menangkap gelombang frekwensi cahaya yang berbeda. Hanya dilapisi filter warna saja. Sangat berbeda dengan sensor mata manusia yang mempunyai satu sensor untuk tiap warna (RGB). Gambar dari Digital-Photography-Tip.net
Sensor digital camera identis walaupun harus menangkap gelombang frekwensi cahaya yang berbeda. Hanya dilapisi filter warna saja. Sangat berbeda dengan sensor mata manusia yang mempunyai satu sensor untuk tiap warna (RGB). Gambar dari Digital-Photography-Tip.net
Sensor digital yang kita gunakan sebagai contoh adalah format Fullframe, yang ukuran dimensinya adalah 35 mm, panjang 36 mm dan lebar 24 mm. Umpamakan sepanjang sensor itu dibariskan sebanyak 6.000 sensor (Pixel) dan selebar sensor itu dibariskan sebanyak 4.000 sensor (pixel).
Di area seluas itu terdapat bintik bintik halus sebanyak 24 Juta Pixel. Dan pixel itu kita anggap saja kepala batang korek api yang dari bahan kayu. Anggap saja kita dirikan korek api dari batang kayu dan kita dirikan berjejer rapih sebanyak 24 juta batang korek api. Ujung batang korek api yang bisa terbakar, kita umpakan saja sensor cahaya.
Artinya semua jenis pixel adalah indentis satu sama lainnya.
Dengan kata lain, tiap sensor (pixel) camera digital mempunyai karakter yang sama (100 % identis).

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4