Dody Kasman
Dody Kasman PNS

Pemerhati sosial budaya, penikmat musik dan film yang MJ Mania, Manchunian, Sheila Gank, Fatinistic, Vyanisty & Sahabat Sabyan. Twitter : @Dody_Kasman

Selanjutnya

Tutup

Musik Artikel Utama

Antara Saya, Fatin, Via Vallen dan Nissa Sabyan

3 Juni 2018   15:15 Diperbarui: 3 Juni 2018   20:25 6337 8 7
Antara Saya, Fatin, Via Vallen dan Nissa Sabyan
Nissa, vokalia grup Sabyan Gambus| Dokumentasi Instagram Sabyan Gambus

Entah sudah berapa kali saya mendengar celetukan rekan kerja dan sahabat dekat menyindir beberapa artikel terakhir saya di Kompasiana. "Via Vallen apa kabar Pak? Pindah ke Sabyan ya sekarang." Ada yang berkomentar nakal, "Kayaknya Pak dody pindah haluan...wkwkwk." Ada pula yang komentar singkat "ke lain hati."

Rupanya mereka masih sempat membaca beberapa artikel saya di Kompasiana yang akhir-akhir ini memang lebih banyak membahas grup musik yang sedang jadi trending saat ini, Sabyan Gambus dan vokalisnya Nissa Sabyan. Wajar juga mereka menyindir demikian sebab sebelumnya saya memang gencar menulis artikel tentang pedangdut fenomenal Via Vallen.

Tercatat ada 14 artikel tentang Via Vallen yang saya tulis sejak akhir Desember 2017 hingga awal Mei tahun ini. Sementara untuk Sabyan Gambus, sejak awal Mei hingga awal Juni ini baru lima artikel yang sudah saya tulis dan tayang di Kompasiana.

Sindiran dan komentar usil macam ini juga sempat saya dapat beberapa bulan lalu saat saya mulai intens menulis serba-serbi tentang Via Vallen. Seorang rekan netizen yang juga jurnalis senior mengomentari salah satu artikel yang saya unggah di Kompasiana. "Wah, berpindah hati dari Fatin ke Via Vallen, haha," komentarnya bernada menggoda. Ada juga yang bertanya, "Trus Fatin gimana mas? Kelamaan nunggu album barunya ya?"

Sebenarnya dari 150-an lebih artikel yang sudah saya tulis dan unggah di Kompasiana, tak melulu membahas Fatin, Via Vallen ataupun Sabyan Gambus. Masih banyak topik lain yang sudah saya tulis di beragam rubrik yang tersedia. Meskipun sejauh ini tulisan tentang Fatin masih terbanyak, yakni sekitar 40an artikel.

Walau demikian harus saya akui, ketiganya sanggup menggugah hasrat untuk menulis sebagai bentuk apresiasi atas inspirasi yang telah mereka berikan. Tentu bukan tanpa alasan saya rajin mengomentari gerak gerik mereka lewat tulisan semacam ini. Ketiganya selalu menjadi trending dan sama-sama populer dengan basis fanbase yang kuat.

Kali ini saya coba kembali bahas tentang ketiganya untuk menjawab sekaligus mengklarifikasi beragam komentar dan celetukan tersebut. Agar pembahasannya lebih adil dan tak terkesan keroyokan, khusus untuk Sabyan Gambus akan lebih fokus pada sosok Nissa Sabyan.

FATIN

Saya mulai dari Fatin yang lebih dulu menasional dan terjun ke dunia musik profesional setelah memenangkan ajang pencarian bakat X Factor Indonesia (XFI) di pertengahan tahun 2013. Karena Fatin saya kembali bersemangat menulis setelah sempat "malas" dalam waktu yang cukup lama. Fatin juga yang membuat saya akhirnya punya akun pribadi di Kompasiana dengan tulisan pertama tentu saja tentang Fatin.

Awal kemunculan gadis belia bernama lengkap Fatin Shidqia Lubis ini cukup mengejutkan. Pertama kali mengikuti audisi XFI di akhir tahun 2012 dengan masih berseragam sekolah, ia sukses mencuri perhatian parajuri dan penonton yang menyaksikan penampilannya ketika itu. Para juri yang notabene artis papan atas seperti Ahmad Dhani, Rossa, Bebi Romeo dan Mulan Jameela dibuat tercengang saat ia membawakan lagu "Grenade" Bruno Mars.

Fatin| kompas.com/Andi Muttya Keteng
Fatin| kompas.com/Andi Muttya Keteng
Gara-gara Fatin juga akhirnya saya tertarik menonton ajang pencarian bakat di televisi, lengkap dengan rasa deg-degan dan mules tiap kali hasil polling akan diumumkan. Bersama rekan-rekan Fatinistic, dukungan untuk Fatin terus digelorakan dengan caranya masing-masing.Dan saya memilih mendukung dari belakang layar lewat artikel yang saya tulis di Kompasiana. Ketika itu rubrik hiburan di Kompasiana didominasi beragam tulisan tentang remaja berhijab kelahiran 30 Juli 1996 itu.

Alhamdulillah, Fatin tampil memukau sejak membawakan "Grenade" di babak audisi yang kemudian memuluskan langkahnya ke babak berikutnya hingga sukses menjadi jawara XFI edisi pertama, menyisihkan finalis lain yang jauh lebih berpengalaman. Kontrak rekaman dengan major label didapat sebagai imbalan atas kemenangannya itu. 

Lagu kemenangan sekaligus single perdananya "Aku Memilih Setia" langsung menjadi hits, disusul album pertama "For You" yang berhasil meraih tujuh platinum hanya dalam waktu tiga minggu.

Pencapaian Fatin yang ketika itu masih pendatang baru dan minim pengalaman terbilang luar biasa. Kemunculannya menjadi inspirasi sekaligus motivasi bagi remaja seusianya. Tampil berhijab dengan gaya apa adanya, seperti anak sekolah yang biasa lewat depan rumah, Fatin mampu memaksimalkan daya tarik personalnya yang bersahaja dan kekhasan karakteristik vokal yang dimiliki. Dari bukan siapa-siapa, kini Fatin masuk dalam jajaran artis papan atas negeri ini.

Namun penggemar Fatin nampaknya masih harus bersabar menunggu album terbarunya dirilis. Terakhir, di penghujung tahun 2017 kemarin ia merilis single "Shoot Me Now" yang menurut Fatin sendiri adalah anak pertama dari album berikutnya.

VIA VALLEN

Setelah Fatin, penyanyi yang menurut saya juga inspiratif adalah Via Vallen. Perjalanan karier pedangdut bernama lengkap Maulidia Octavia ini bisa dibilang cukup panjang dan berliku. Pencapaiannya hingga menjadi pedangdut papan atas diraihnya melalui proses yang tak mudah. Bahkan dari pengakuannya sendiri, ia sempat ngamen di lampu merah saat masih SD.

Via Vallen mengawali karier menyanyi sejak usia 15 tahun dengan tampil dari panggung ke panggung di pelosok kampung hingga perkotaan. Berkat kerja keras dan konsistensinya berdangdut, tahun 2015 single nasional perdananya "Selingkuh" dirilis oleh salah satu label rekaman nasional dan mendapat respon positif penikmat musik tanah air.

Via Vallen| Tribunnews
Via Vallen| Tribunnews
Sejak itu Via Vallen semakin sering tampil di panggung berskala besar dan kerap muncul di TV nasional. Popularitasnya semakin menanjak saat single "Sayang" dirilis awal tahun 2017 yang kemudian menjadi viral dan booming. Hingga artikel ini diunggah, video musik "Sayang" sudah ditonton sebanyak 154 juta kali sejak penayangannya. Tawaran untuk tampil baik off air maupun on air semakin deras mengalir. Awal tahun 2018 album nasional perdananya yang bertajuk "Sayang" dirilis.

Gaya penampilannya yang tidak "neko-neko" dengan balutan busana sopan nan modis membuatnya banyak dipuji pengamat dan penikmat musik dangdut. Via Vallen diakui sukses mengangkat musik dangdut ke level yang lebih tinggi dan membuat dangdut semakin berkelas. Karakter vokalnya khas dengan jangkauan luas tak terbatas dangdut membuatnya mampu tampil bagus membawakan lagu dengan genre apa saja.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3