Kotak Suara

Semua Akan Demokrat pada Waktunya

10 April 2019   17:11 Diperbarui: 10 April 2019   18:17 156 1 0
Semua Akan Demokrat pada Waktunya
kompas.com

Masih ingat? Pada medio Maret 2018 yang lalu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyempatkan diri hadir dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Demokrat yang dihelat di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor. Dengan tegas Jokowi kala itu menyebut dirinya adalah seorang Demokrat di hadapan kader partai berlambang mercy ini.

Berita Jokowi seorang Demokrat dengan cepat tersebar luas. Benak publik dengan cepat pula diaduk-aduk oleh opini media. Ada asumsi Jokowi akan merapat ke Demokrat atau sebaliknya, Demokrat akan merapat ke dalam barisan koalisi Jokowi. Namun kenyataan dalam Pilpres 2019 berkata lain. Tapi apapun itu, Jokowi telah kadung menyebut dirinya seorang Demokrat yang akan tercatat dalam tinta sejarah.

Jika seorang Jokowi menyatakan dirinya adalah seorang Demokrat di dalam forum dan dihadapan kader Demokrat, beda cerita dengan Prabowo Subianto. Mantan Danjen Kopassus ini dengan kesatria membuktikan dirinya sebagai seorang Demokrat di hadapan rakyat Indonesia. Hal itu terlihat dari perhelatan kampanye akbar Prabowo Subianto di Gelora Bung Karno (GBK), Minggu (7/4) lalu.

Selaku ketua umum yang partainya tergabung dalam koalisi Prabowo-Sandi, SBY memberikan masukan agar kampanye akbar Prabowo di GBK dihelat dengan mengusung kebhinekaan dan kemajemukan serta mengedepankan inklusifitas. Menurut Ketua Umum Demokrat itu, dengan kampanye yang inklusif maka sekterian dan politik identitas dapat diredam. Dampaknya, demokrasi akan berjalan dengan baik dan pemilu akan menjadi milik semua orang tanpa harus terkotak-kotakkan.

Masukan Presiden RI keenam dua periode ini diterima baik oleh Prabowo. Terlihat kampanye akbar Prabowo di GBK diisi dengan warna-warni keberagaman nusantara. Mulai dari etnis yang hadir, suku, golongan, maupun kelompok agama yang hadir menunjukkan keberagaman Indonesia yang kaya.

Lalu apa itu Demokrat sebenarnya? Demokrat dalam artian Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah penganut (pengikut) paham demokrasi. Sementara itu, demokrasi berarti bentuk pemerintahan di mana semua warga negaranya memiliki hak setara dalam pengambilan keputusan yang dapat mengubah hidup mereka.

Demokrasi mengizinkan warga negara berpartisipasi, baik secara langsung atau melalui perwakilan dalam perumusan, pengembangan, dan pembuatan hukum. Demokrasi mencakup kondisi sosial, ekonomi, dan budaya yang memungkinkan adanya praktik kebebasan politik secara bebas dan setara. Secara universal, demokrasi mengandung makna penghargaan terhadap harkat dan martabat manusia.

Prinsip inilah yang dikedapankan oleh Partai Demokrat selama sepuluh tahun pemerintahan SBY menjadi preisden RI. Semua warga negara mempunyai hak yang sama dan setara. Tidak ada pembungkaman oleh institusi negara atas kebebasan sipil. Prinsip ini jugalah yang dituangkan Partai Demokrat dalam 14 Prioritas Demokrat yang akan diperjuangkan lima tahun kedepan.

Untuk mewujudkan demokrasi yang adil dan makmur diperlukan pihak yang berkompeten, berpengalaman dan teruji dalam merajut demokrasi dalam bingkai kebhinekaan. Itulah sebabnya, besar harapan Prabowo dalam Pileg 2019 agar Demokrat bisa menjadi salah satu partai koalisi yang memperoleh suara yang tinggi. Agar kedepan Demokrat bisa menjadi mitra sekaligus pengawas kebijakan pemerintah. Ajakan memilih Demokrat disampaikan Prabowo hampir disetiap titik kampanye yang dilakukannya. Pada akhirnya, "semua akan Demokrat pada waktunya".