Mohon tunggu...
Doddi Ahmad Fauji
Doddi Ahmad Fauji Mohon Tunggu... Jurnalis Mandiri, penulis puisi, aktivis tani ternak

Memimpikan suatu hari ada yang bisa membuat mesin dan telepon nir-quota nir pulsa. Bebas, ahimsa, berjarak dengan riuh dan gemuruh.

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Puisi Pandemi

23 Mei 2021   02:43 Diperbarui: 23 Mei 2021   02:45 104 3 0 Mohon Tunggu...


Berapa judul puisi mesti kurangkum
dari rasa perih dan putus asa

Sungguh tak patut berlarut-larut

Bumi lebih nelangsa dan piatu
di mana ibukota lebih kejam dari ibu tiri
kerusakan paling parah di muka bumi
direncanakan oleh bengis orang kota

Remah-remah cintaku berpendaran
tak kenal musim dan waktu
kepada-mu yang berpipi seperti apel

Melintasi sungai waktu yang mengering
saat pasar kagetan menghilang sendiri
tiba-tiba puisiku tak berdaya
bahkan untuk melipur lara diri

Tapi bumi lebih piatu
dan sering berduka

Bandung, 2020

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x