Mohon tunggu...
Desak Pusparini
Desak Pusparini Mohon Tunggu...

Seorang ibu yang gemar membaca dan menulis apa saja. Juga seorang penerjemah lepas dan pengajar privat komputer.

Selanjutnya

Tutup

Digital

Cara Mudah Mengingat Password

12 Oktober 2014   03:17 Diperbarui: 17 Juni 2015   21:25 1452 0 0 Mohon Tunggu...

Mungkin ada di antara kita yang seringkali lupa dengan password email atau akun kita di media sosial. Penyebabnya karena kita punya banyak akun dan masing-masing menggunakan password yang berbeda. Biasanya kita hanya ingat dengan password akun yang paling sering dibuka. Apalagi sekarang ada begitu banyak media sosial dan banyak dari kita memiliki akun di hampir semua media sosial yang ada. Bayangkan berapa password yang harus diingat. Nah, begitu kita ingin membuka akun-akun lain yang kebetulan agak jarang dibuka, kita tidak ingat lagi password-nya.

Saya pernah mengalami hal serupa. Betapa kesalnya ketika sedang butuh membuka suatu akun tiba-tiba kita tak bisa membukanya. Memang sih ada jalan keluarnya  kalau kita lupa password dengan mengikuti suatu prosedur tertentu yang terkadang cukup rumit. Jadi akan tetap lebih baik kalau kita tak perlu lupa dengan password-password kita, bukan? :)

Ada yang bilang lebih baik kita memakai password yang sama untuk semua akun agar mudah mengingatnya. Ini sangat tidak dianjurkan karena cukup berbahaya, sebab kalau satu akun berhasil dibobol oleh orang iseng, kemungkinan semua akun kita bisa bobol juga. Kita bahkan disarankan untuk menggunakan password yang cukup rumit. Nah, saking rumitnya kita sendiri malah sering lupa. Dilema, bukan? :)

Karena pernah mengalami masalah seperti itu, saya kemudian berpikir untuk "menciptakan sebuah sistem" (jiaah, menciptakan sistem, rek), :D bagaimana cara mengingat password dengan gampang. Setidaknya sistem ini sangat membantu saya dan sampai sekarang saya tak pernah lagi lupa password untuk semua akun saya.

Saya mempunyai tiga email yaitu satu di Yahoo (ini email pertama saya, yang kemudian saya gunakan untuk login di Facebook), satu di Gmail (ini email utama yang saya gunakan untuk komunikasi dengan klien-klien dan keperluan formal), satu lagi di Bahtera.org (ini khusus untuk keperluan milis bahtera, sebuah milis penerjemahan).  Kemudian saya memiliki akun di empat media sosial yaitu Facebook, Twitter, Google+ dan Linkedln. Lalu ada dua blog yaitu dnpusparini.com dan dnpusparini.wordpress.com plus satu akun di Box.com. Artinya, saya harus bisa mengingat sepuluh password untuk semua akun tersebut. Oh, ya, tambahan satu password lagi untuk akun Kompasiana ini. Jadi, ada sebelas password yang harus saya ingat. Tidak mungkin saya menggunakan kata yang amat berbeda untuk kesebelas password tersebut karena saya akan kesulitan sendiri untuk mengingatnya. Kalau dicatat? Males aja setiap buka akun harus buka catatan dulu.

Masih syukur saya tak punya akun di Path, Istagram atau yang lainnya. Cukup yang di atas itu saja. Itu sudah cukup banyak. :D

Bagaimana cara saya mengingat kesebelas password itu dengan gampang? Saya hanya perlu mengingat tiga kata, tepatnya tiga frasa (satu frasa terdiri dari dua kata yang digabung, karena password tidak boleh ada spasi).  Ketiga frasa itulah yang saya gunakan dengan menambahkan kode tertentu untuk setiap akun. Pada setiap frasa itu sedapat mungkin usahakan ada angka.  Misalnya kita memakai frasa /mawarmelati/, maka setiap huruf /a/ ganti dengan /@/ dan huruf /i/ ganti dengan angka /1/, dst. Untuk lebih memperkuat password tersebut tambahkan karakter tertentu.

Misalnya :

Untuk Facebook saya akan gunakan: fm@w@rmel@t1*

Untuk Twitter saya akan gunakan : tmel@t1m@w@r* dan seterusnya.

Jadi, saya hanya perlu mengingat tiga frasa tersebut yang saya bolak-balik penggunaannya plus kode-kode tertentu. Kita bisa menciptakan sendiri sistem yang kita mau dan memilih kata apa yang akan dipakai kemudian menanamkannya dalam ingatan kita. Itulah yang saya lakukan, sehingga ketika saya login pada satu akun yang lama tidak pernah saya buka, saya tinggal mengingat sistem ini. Dan sampai sekarang saya tidak (belum) pernah gagal login.  Kalaupun salah, seapes-apesnya kesalahan saya adalah tertukarnya posisi /mawar/ dan /melati/.  Hanya itu. Setelah dicoba lagi dan ditukar posisinya, dijamin pasti benar.

Contoh nyata, saya telah mendaftar di Kompasiana ini sejak November 2012 tapi setelah itu saya tak pernah login. Nah, ketika beberapa hari yang lalu tiba-tiba saya ingin masuk ke akun ini dan berniat mulai aktif menulis, saya tak mengalami kesulitan mengingat password-nya. Saya bisa langsung login tanpa salah password. Itulah hebatnya sebuah sistem. :D

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x