Mohon tunggu...
Cahaya
Cahaya Mohon Tunggu... Administrasi - Ibu rumah tangga

Cahayaharuna.blogspot.com

Selanjutnya

Tutup

Cerpen

Memory Persami yang Berujung Tragedi

11 Januari 2021   22:51 Diperbarui: 11 Januari 2021   22:54 411
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Dokpri teman sekolah, dari grup wa

Pramuka

Ketika aku sedang melakukan pekerjaan yang membuat hati geram, karena Ibu begitu lama belanja untuk keperluan dapur.

Aku tersadar ada sesosok netra sedang mengarah kepadaku. Seseorang yang sedang melatih pramuka anak Madrasah Ibtidaiyah/SD.

Andai Si Pembina Pramuka itu bisa kutemui setiap hari, mungkin menunggu berubah menjadi sesuatu yang sangat menyenangkan.

Tatapan matanya telah memesona hati ini, aku ikut memperhatikan dia yang sedang melatih anak-anak dengan bendera di tangannya. Dia memperlihatkan sedikit gigi putihnya ketika mengetahui netraku pun mengarah padanya.

"Sudah Mah? Ada yang kelupaan tidak?" Ucapku kepada Ibu yang sudah selesai berbelanja.

"Tumben, biasanya langsung marah-marah kalau kelamaan," jawab Ibu.

Aku hanya tersenyum, berat hati meninggalkan pria yang telah meninggalkan sedikit rasa di hati ini.

Tidak setiap hari aku mengantar Ibu berbelanja, kadang Ibu kesal, karena aku selalu marah-marah, kalau kelamaan menunggu.

Aku menandai setiap hari Rabu adalah jadwal pramuka di sekolah tersebut. Biasanya aku yang enggan menemani Ibu ke pasar dan telepon genggam selalu tertinggal, kini berubah sebaliknya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
  8. 8
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun