Cahaya
Cahaya Irt

Apalah aku hanya sebongkah berlian di antara kalian ... Penulis amatir

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

Malam Jumat membaca Yasin atau Al-Kahfi

27 Desember 2018   20:34 Diperbarui: 30 Desember 2018   15:01 312 3 0
Malam Jumat membaca Yasin atau Al-Kahfi
Pic. Dokumen Pribadi


Ketika Kamis menyapa, pesan wa sampai media sosial diramaikan dengan stiker dan status "saatnya Yasinan" "time Al-Kahfi", kedua surat yang selalu dijadikan polemik dan sangat membingungkan bagi orang awam, khususnya saya.

Akhirnya saya mencari tahu, jari jemari pun menari-nari di atas gawai canggih dan terhenti di sebuah situs Harakah Islamiyah, blog tersebut menuliskan hadits;

Dari Abu Qilabah yang berkata, "Barang siapa menghafal sepuluh ayat dari surat Al-Kahfi, dia akan dijaga dari fitnah Dajjal. Barang siapa membaca surat Al-Kahfi pada malam Jumat, dia akan dijaga dari satu Jumat ke Jumat berikutnya. Ketika dia menemui Dajjal, ia tidak akan membahayakannya. Pada hari kiamat, wajahnya akan bersinar seperti rembulan pada malam purnama. Barang siapa membaca surat Yasin, dia akan diampuni." (HR. Al-Baihaqi)

Setelah menyebutkan riwayat tersebut, Al-Baihaqi menyatakan;

"Hadits ini dinukil kepada kami dengan sanad ini dari ucapan Abu Qilabah. Beliau adalah salah satu dari Kibarut Tabiin (Tabiin Senior). Beliau tidak akan mengatakan hal semacam itu jika riwayat ini benar dari beliau, kecuali berdasarkan riwayat dari Rasulullah saw." (Syu'ab Al-Iman, 4/99)

Terlepas dari sahih atau daifnya hadits di atas, ke dua surat tersebut, sama-sama firman Allah, yang wajib kita baca, renungkan, dan yang paling penting diamalkan dalam kehidupan sehari-hari_sebagai pedoman hidup.

Berbeda pendapat bukan harus saling menyinyir, masalah ini pun telah tertulis pada firman Allah dalam (QS. Al-Hujurat[11] :

"Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain, karena boleh jadi mereka yang (yang diolok-olokkan lebih baik dari mereka yang (mengolok-olok), dan jangan pula perempuan-perempuan mengolok-olok perempuan yang lain, karena boleh jadi perempuan (yang diolok-olok) lebih baik daripada yang mengolok-olok. Janganlah kamu saling mencela satu sama lain dan janganlah saling memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk (fasik) setelah beriman. Dan barang siapa tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim."

Saya yang masih fakir ilmu berusaha untuk mengamalkan isi dari kandungan Alqur'an, mengutamakan yang satu, bukan berarti harus melupakan yang lain_meributkan antara Yasin atau Al-Kahfi, tetapi menyampingkan QS. Al-Hujurat:11.

Terimakasih yang sudah mau membaca.

#keepsmile&Istiqamah

Jakarta, 271218

Kamis, 20:37