Mohon tunggu...
Djulianto Susantio
Djulianto Susantio Mohon Tunggu... Freelancer - Arkeolog mandiri, senang menulis arkeologi, museum, sejarah, astrologi, palmistri, olahraga, numismatik, dan filateli.

Arkeotainmen, museotainmen, astrotainmen, dan sportainmen. Memiliki blog pribadi https://hurahura.wordpress.com (tentang arkeologi) dan https://museumku.wordpress.com (tentang museum)

Selanjutnya

Tutup

Raket Pilihan

Memperbandingkan Prestasi Indonesia dan Tiongkok dalam Piala Thomas

14 Mei 2022   11:16 Diperbarui: 14 Mei 2022   11:34 525
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Tim Indonesia peraih Piala Thomas 1958 (Sumber: Koleksi foto Tan Joe Hok melalui tirto.id)

Sejak penyelenggaraan Piala Thomas 1949 hingga 2020, tercatat baru lima negara yang mampu meraih piala bergengsi di bidang bulu tangkis itu. Kelima negara itu adalah Malaysia, Indonesia, Tiongkok, Jepang, dan Denmark. Indonesia menjadi negara paling sering meraih Piala Thomas, yakni 14 kali dengan posisi runner up enam kali. Disusul Tiongkok dengan sepuluh kali juara dan tiga kali runner up.

Malaysia dengan lima kali juara dan sembilan kali runner up. Denmark satu kali juara dan delapan kali runner up. Jepang satu kali juara dan satu kali runner up. Kalau Indonesia meraih juara pada 2022 akan mencapai 15 kali. Sementara kalau India juara akan menambah jumlah negara peraih Piala Thomas.

Indonesia pertama kali meraih Piala Thomas pada 1958. Hingga 2020 ini berarti sudah 62 tahun berpartisipasi. Sementara Tiongkok pertama kali meraih Piala Thomas pada 1982, yang berarti sudah 38 tahun berpartisipasi.

Kalau dihitung sejak 1982, Indonesia baru meraih tujuh kali juara dan lima kali runner up. Berarti prestasi Indonesia masih kalah dibandingkan Tiongkok.

Dulu seteru abadi Indonesia adalah Malaysia, namun kini seteru abadi adalah Tiongkok. Kalau saja Indonesia mampu mengalahkan India pada 15 Mei 2022, maka gelar Indonesia menjadi delapan kali. Memperbandingkan prestasi seteru abadi memang cukup sulit.

Setiap tiga tahun

Sejak 1949 perhelatan Piala Thomas berlangsung setiap tiga tahun. Penyelenggaraannya terpisah dengan Piala Uber. Saat itu Piala Thomas berlangsung selama dua hari dalam sembilan partai.  Masing-masing lima partai tunggal dan empat partai ganda. 

Pada hari pertama dimainkan empat partai, terdiri atas dua tunggal dan dua ganda. Pada hari kedua berlangsung lima partai. Pemain pada hari pertama, bermain kembali pada hari kedua dengan sistem silang. Pemain tunggal ketiga hanya bermain di hari kedua.

Jumlah pemain maksimal enam orang. Dengan demikian ada pemain yang harus merangkap tunggal dan ganda. Kalau pemain tunggal secara berurutan bermain lagi pada partai ganda, maka setelah selesai partai tunggal, ia diberi kesempatan beristirahat selama 30 menit.

Pertandingan harus tuntas meskipun pada partai kelima skor sudah 5 -- 0. Hanya kegembiraan para pemain dan official terlihat sesaat ketika itu. Setelah itu pertandingan dilanjutkan. Piala Thomas 1982 menjadi yang terakhir untuk sistem tiga tahunan.

Mulai 1984 sistem pertandingan disederhanakan. Penyelenggaraan Piala Thomas dan Piala Uber digabung setiap dua tahun. Lama pertandingan cukup sehari dengan lima partai, terdiri atas tiga tunggal dan dua ganda.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Raket Selengkapnya
Lihat Raket Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun