Mohon tunggu...
Djulianto Susantio
Djulianto Susantio Mohon Tunggu... Penulis masalah arkeologi, sejarah, museum, budaya, numismatik, astrologi, dan palmistri

Arkeolog mandiri, penulis, bloger, komunitas KPBMI, kolektor, pemerhati (astrologi dan palmistri). Memiliki blog pribadi https://hurahura.wordpress.com dan https://museumku.wordpress.com

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Bioskop Menteng, Dulu Bioskop Kelas Satu di Jakarta

30 September 2020   09:33 Diperbarui: 30 September 2020   09:39 69 6 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Bioskop Menteng, Dulu Bioskop Kelas Satu di Jakarta
Bioskop Menteng di Jawaweb atau Jl. H.O.S. Cokroaminoto, dirobohkan pada 1988 (koleksi pribadi)

Nemu foto-foto lama, apalagi milik keluarga, kita tentu dibawa ke masa lalu. Belum lama ini saya nemu foto tinggalan ayah saya masa 1950-an. Salah satunya teridentifikasi Bioskop Menteng. Kata "Menteng" tertera di bagian atas bangunan.

Foto tersebut berukuran kecil, 6 cm x 6 cm. Kondisinya kurang begitu baik. Namun buat dokumentasi masa lalu, lumayanlah masih layak dipakai. Tampak ada yang bersepeda dan beberapa kendaraan di muka bioskop.

Bioskop Menteng masa 1950-an, belum disunting (koleksi pribadi)
Bioskop Menteng masa 1950-an, belum disunting (koleksi pribadi)
Arsitek Belanda

Saya coba cari info tentang bioskop ini. Bioskop Menteng dibangun pada 1951 dengan gaya Indo-Europa dan dirancang oleh Han Groenewegen. Demikian menurut laman milik Pemprov DKI Jakarta [di sini].

Menurut Wikipedia, bioskop ini dirancang oleh arsitek Belanda J.M. Groenewegen. Mulai dibangun pada 1949 dan dibuka pada 1950. Nah, ini ada sedikit perbedaan informasi. Nanti saya coba telusuri lebih jauh.   

Pada masanya Bioskop Menteng, yang dulu berada di Jawaweg, sekarang Jalan H.O.S. Cokroaminoto, amat dikenal. Maklum Menteng merupakan kawasan elit. Bahkan sampai sekarang, para pejabat dan penguasa masih tinggal di kawasan itu.

Adolf Heuken dalam bukunya Menteng, 'Kota Taman' Pertama di Indonesia (2001) menulis, "Kami tinggal di Menteng sejak akhir 1960-an. Pada waktu itu jalan-jalan utama pun banyak lobang, lampu jalanan sebagian rusak. Jl. Cokroaminoto belum ramai, karena berakhir di Kali Banjir dan Bioskop Menteng termasuk bioskop kelas satu di Jakarta" (hlm. 7).

Dulu anak-anak gaul sering mampir ke sana. Maklum di dekatnya ada Stadion Ikada, singkatan Ikatan Atletik Djakarta. Stadion Ikada dibangun untuk menyambut Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-2 pada akhir 1951. Lapangan Ikada atau Lapangan Gambir amat dikenal dalam sejarah karena pernah berlangsung Rapat Raksasa Ikada 1945.  

Bioskop Menteng sudah disunting (koleksi pribadi)
Bioskop Menteng sudah disunting (koleksi pribadi)
Dibongkar

Ketika sudah menjadi stadion olahraga, Lapangan Ikada dikenal sebagai Stadion Ikada, Stadion Menteng, bahkan Stadion Persija. Klub sepak bola kebanggaan Jakarta pernah bermarkas di sini. Di stadion ini pernah ada kompetisi di lingkungan Persija. Pertandingan atletik pelajar juga pernah memakai stadion ini.  Klub-klub sepak bola mancanegara pernah melakukan pertandingan persahabatan dengan klub-klub lokal, bahkan kesebelasan nasional. Dulu berkat Ikada, kesebelasan Indonesia ditakuti tim-tim Asia.

Pada 1962 saat Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games ke-4. Karena itu kegiatan olahraga berpindah ke Senayan. Tahun berikutnya Stadion Menteng dirobohkan. Kini menjadi Taman Menteng.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN