Mohon tunggu...
Djulianto Susantio
Djulianto Susantio Mohon Tunggu... Freelancer - Arkeolog mandiri, senang menulis arkeologi, museum, sejarah, astrologi, palmistri, olahraga, numismatik, dan filateli.

Arkeotainmen, museotainmen, astrotainmen, dan sportainmen. Memiliki blog pribadi https://hurahura.wordpress.com (tentang arkeologi) dan https://museumku.wordpress.com (tentang museum)

Selanjutnya

Tutup

Financial Pilihan

Tanda Khusus pada Uang Peringatan Kemerdekaan Rp 75.000 untuk Tunanetra

26 Agustus 2020   15:50 Diperbarui: 26 Agustus 2020   15:54 356
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Empat garis pada sisi kiri dan kanan untuk kaum tunanetra (Foto: wartakota.tribunnews.com)

Setelah peluncuran pada 17 Agustus 2020, Uang Peringatan Kemerdekaan (UPK) nominal Rp 75.000 sangat diminati masyarakat. Mereka segera melakukan pendaftaran lewat aplikasi Bank Indonesia. Satu orang hanya boleh memesan satu lembar dengan mencantumkan NIK (Nomor Induk Kependudukan). Nanti pemesan memilih tempat pengambilan.

UPK 75, begitulah nama populer uang ini, dicetak sebanyak 75 juta lembar. Maklumlah 'barang baru', jadi masyarakat masih euforia dengan uang ini. Akibatnya, ada yang sudah mendapatkan koleksi itu, lalu menjual kembali dengan harga ratusan ribu hingga jutaan. Entah, apakah ada yang beli atau tidak.

Pada tahap pertama ini pengambilan hanya bisa dilakukan di kantor Bank Indonesia. Beberapa bulan mendatang, rencananya ada lima bank yang menjadi tempat penukaran.

Dari kiri: Pak Uno, Pak Marlison, Pak Heru, dan Mbak Alia (Foto: tangkapan layar webinar)
Dari kiri: Pak Uno, Pak Marlison, Pak Heru, dan Mbak Alia (Foto: tangkapan layar webinar)
Dibatasi karena Covid

Kuota UPK 75 dibatasi karena adanya pandemi Covid. Bank Indonesia benar-benar memberlakukan secara ketat protokol kesehatan. Di pihak lain, masyarakat tidak sabar untuk melihat 'barang baru'.

"Kita cetak banyak, masyarakat tidak usah takut," begitu kata Pak Marlison Hakim (Kepala Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia) pada acara webinar bertopik "Ngobrolin Uang Peringatan Kemerdekaan Ke-75 Republik Indonesia" pada Rabu, 26 Agustus 2020.

Selama tiga hari kemarin, Bank Indonesia telah mengeluarkan 50.000 lembar UPK 75. Untuk mempersingkat proses penukaran, kemudian diambil kebijakan pemesanan boleh dilakukan secara kolektif minimal 17 orang. Tetap satu NIK hanya boleh satu lembar. Mereka yang mendaftar kembali, akan ketahuan berdasarkan NIK itu.

UPK 75 juga mengakomodasi saudara-saudara kita yang tunanetra. Menurut Pak Marlison, ada tanda khusus pada bagian kiri dan kanan berupa empat garis kasar.

Perlu diketahui, kata Pak Marlison, UPK 75 bisa dipakai bertransaksi.

Poster acara webinar (Foto: tangkapan layar webinar)
Poster acara webinar (Foto: tangkapan layar webinar)
Semarak

Menurut pandangan Pak Untoro yang lebih akrab dipanggil Pak Uno, UPK 75 sangat semarak dengan warna. Ini karena pada uang reguler hanya didominasi 1-2 warna. Maklum ada tanda khusus, misalnya uang Rp 5.000 coklat, uang Rp 20.000 hijau, dan uang Rp 100.000 merah.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Financial Selengkapnya
Lihat Financial Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun