Mohon tunggu...
Djulianto Susantio
Djulianto Susantio Mohon Tunggu... Penulis masalah arkeologi, sejarah, museum, budaya, numismatik, astrologi, dan palmistri

Arkeolog mandiri, penulis, bloger, komunitas KPBMI, kolektor, pemerhati (astrologi dan palmistri). Memiliki blog pribadi https://hurahura.wordpress.com dan https://museumku.wordpress.com

Selanjutnya

Tutup

Hobi Artikel Utama

"Uang Soeharto" Rp 50.000 Pernah Jadi Rebutan Lalu Dicampakkan

21 Agustus 2020   06:24 Diperbarui: 30 Agustus 2020   03:00 1421 19 3 Mohon Tunggu...
Lihat foto
"Uang Soeharto" Rp 50.000 Pernah Jadi Rebutan Lalu Dicampakkan
Uang Penerbitan Khusus Soeharto 1993 (Dokpri)

Pada 17 Agustus 2020 pemerintah meluncurkan penerbitan uang kertas seri khusus nominal Rp 75.000. Uang itu bisa diperoleh lewat aplikasi Bank Indonesia dengan menuliskan  NIK. Satu orang hanya boleh memesan satu lembar. Nanti uang itu bisa diambil di lokasi tertentu. Meskipun dicetak 75 juta lembar, namun masyarakat seakan berlomba ingin mendapatkan koleksi itu.

Sejak peluncuran, aplikasi milik Bank Indonesia selalu penuh. Tentu dimaklumi karena masyarakat masih euforia terhadap penerbitan uang baru yang bernominal unik itu. Apalagi uang khusus diterbitkan setiap 25 tahun menyambut HUT RI. Sebelumnya, penerbitan uang khusus berbentuk koin.

Uang Seri Soeharto 1993 (Dokpri)
Uang Seri Soeharto 1993 (Dokpri)
Uang plastik

Kisah uang Rp 75.000 mungkin hampir serupa dengan kisah uang plastik atau uang polymer Soeharto Rp 50.000. Bank Indonesia menerbitkan uang khusus itu untuk merayakan 25 tahun pembangunan Indonesia pada 1993. Ketika pertama kali diluncurkan, uang plastik menjadi rebutan masyarakat.

Bagian muka uang bergambar Presiden Soeharto dan sektor pembangunan. Bagian belakang bergambar pesawat Garuda. Uang kertas itu bertanda tangan Adrianus Mooy dan Hasudungan Tampubolon  sebagai Gubernur dan Direktur BI. Dicetak oleh North Printing Australia sebagai penerbitan khusus, sebagaimana tertulis pada bagian kanan.

Uang plastik memiliki tanda pengaman berupa plastik hologram, di bawah kata "penerbitan khusus". Meskipun bernominal Rp 50.000, uang plastik dijual Rp 100.000. Maklum, merupakan penerbitan dengan teknologi canggih pertama.

Namun kemudian uang seperti itu sedikit peminat. Oleh karena itu harganya disamakan dengan penerbitan Seri Soeharto reguler. Nilainya menjadi Rp 50.000.

Imp 1995 dan 1996 (Dokpri)
Imp 1995 dan 1996 (Dokpri)
Seri Soeharto 1993 bergambar serupa dengan seri penerbitan khusus. Yang membedakan hanyalah kata "penerbitan khusus" dan "holografis Soeharto".

Seri Soeharto 1993 bertanda tangan Adrianus Mooy dan T.M. Sjakur Machmud dengan tanda pengaman W.R. Supratman. Seri Soeharto memiliki Imp. atau tahun cetak 1993 dan 1994.

Uang Seri Soeharto diterbitkan kembali pada 1995. Seluruh gambar serupa dengan emisi 1993. Hanya beda pada tanda tangan. Kali ini penanda tangan uang adalah S. Djiwandono dan Boediono.

Tanda pengaman pun berbeda, yakni Jenderal Sudirman. Emisi 1995 ini diterbitkan pada 1995 dan 1996. Demikian informasi dari buku Katalog Uang Kertas Indonesia 1782-1996

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x