Mohon tunggu...
Djulianto Susantio
Djulianto Susantio Mohon Tunggu... Penulis Arkeologi/Museum, Numismatis, Komunitas, Pemerhati Astrologi/Palmistri

Lulusan Arkeologi UI, pejuang mandiri, penulis artikel, pegiat komunitas, kolektor (uang dan prangko), dan konsultan tertulis (astrologi dan palmistri). Memiliki beberapa blog pribadi, antara lain https://hurahura.wordpress.com dan https://museumku.wordpress.com

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Dulu Nomor Telepon di Jakarta Cuma Dua Angka

31 Oktober 2019   19:55 Diperbarui: 31 Oktober 2019   20:00 15 1 0 Mohon Tunggu...
Dulu Nomor Telepon di Jakarta Cuma Dua Angka
Perhatikan nomor teleponnya cuma dua angka (Dokpri)

Ketika beberes gudang terkadang kita menemukan "harta karun". Biasanya "harta karun" itu merupakan peninggalan kakek-nenek, ayah-ibu, atau kerabat kita. Memang ada "harta karun" yang berharga, ada pula yang kurang atau tidak berharga. Meskipun begitu, barang-barang lama ini tetap mempunyai kenangan.

Tadi siang saya menemukan sebuah kantong plastik. Ketika dibuka, isinya berupa pasfoto lama. Masih ada klisenya juga. Tentu saja masih berupa hitam putih.

Kantong pasfoto dari masa 1954 (Dokpri)
Kantong pasfoto dari masa 1954 (Dokpri)
Jatinegara

Pasfoto itu terdapat dalam dua kantong kertas. Pada kantong yang satu terdapat tulisan Toko Potret "Trio". Alamatnya Jalan Matraman Raya 206, dengan nomor telepon 43. Tertulis juga Jatinegara (disesuaikan dengan ejaan baru). Tadinya saya tidak tahu dari tahun berapakah pasfoto tersebut. Namun dari beberapa pasfoto di dalamnya, hanya satu pasfoto bertuliskan pada bagian belakang: 2 Feb 1954. Berarti pada tahun-tahun itu Toko Potret "Trio" sudah berdiri.

Pada masa itu kemungkinan besar studio foto masih langka. Soalnya keluarga saya tinggal dekat stasiun Jatinegara. Jaraknya lumayan jauh dari rumah. Saya menduga, keluarga ayah naik sepeda ke sana.

Klise-klise lama (Dokpri)
Klise-klise lama (Dokpri)
Ketika saya bersekolah pada 1970-an studio foto ini masih ada. Maklum saya bersekolah di Jalan Matraman Raya 119. Jadi hampir setiap hari saya melewati studio ini. Selama bertahun-tahun nama Trio amat dikenal. Seingat saya, sebelum 1970 di dekat stasiun Jatinegara juga muncul studio foto. Subur namanya. Sewaktu kecil saya pernah berfoto di sini bersama nenek.

Kembali ke studio Trio, saya perhatikan nomor teleponnya cuma dua angka. Sudah pasti ketika itu pesawat telepon menjadi barang mewah. Ongkos pasangnya cenderung mahal. Maka hanya sedikit orang yang mampu memasang pesawat telepon di Jakarta ini. Sejak beberapa tahun lalu pesawat telepon sudah memiliki delapan digit nomor. Setiap rumah hampir selalu memiliki pesawat telepon.

Cetak pasfoto di Bandung 1968 (Dokpri)
Cetak pasfoto di Bandung 1968 (Dokpri)
Bandung

Saya menemukan kantong lain berisi pasfoto juga. Tertulis pada kantong Toko Potret & Alat2 "ALOEN". Alamatnya Jalan O. Iskandardinata 229, Bandung, dengan nomor telepon 3797. Dari kantong itu terbaca 18 November 1968. 

Entah apakah pasfoto itu dicetak secara biasa atau kilat. Dulu memang ada dua pilihan. Biaya cetak kilat lebih mahal ketimbang cetak biasa. Saya belum bisa menduga berapa biaya cetak pasfoto waktu itu.  Soalnya tidak tertulis harga pada kantong.

Masa lalu adalah kenangan. Ada beberapa buah klise di dalam kantong. Saya rasa masih bisa di-scan untuk mengetahui foto siapakah itu.  Saat ini studio foto boleh dibilang sudah mati tergerus dunia digital.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x