Mohon tunggu...
Djulianto Susantio
Djulianto Susantio Mohon Tunggu... Arkeolog yang tertarik astrologi, palmistri, numismatik, filateli, dan penulisan/literasi

Arkeolog mandiri, arkeotainmen/museotainmen, dan arkeo-metafisika. Penulis di media cetak dan media daring. Beraktivitas di komunitas dan gerakan literasi. Memiliki blog pribadi https://hurahura.wordpress.com dan https://museumku.wordpress.com

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Artikel Utama

Setelah Pelukis Basoeki Abdullah Dibunuh Perampok, Rumahnya Dijadikan Museum

8 Maret 2018   21:05 Diperbarui: 14 Maret 2018   06:34 2045 5 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Setelah Pelukis Basoeki Abdullah Dibunuh Perampok, Rumahnya Dijadikan Museum
Basoeki Abdullah, foto bagian kanan (Foto: Djulianto Susantio)

Kalau ada pertanyaan siapa pelukis potret Indonesia paling dikenal, paling tidak nama Basoeki Abdullah akan masuk hitungan. Spesialisasinya adalah melukis wanita-wanita cantik. Apalagi ia sering melukis keluarga kerajaan dan kepala negara. Maklum ia pernah diangkat sebagai pelukis resmi istana.   

Ternyata bukan cuma itu. Ia pun banyak melukis pemandangan alam, fauna, flora, tema-tema perjuangan, dan pembangunan. Ini contoh kecil saja.

Lukisan Basoeki Abdullah banyak dikoleksi berbagai kalangan di dalam negeri dan luar negeri, termasuk istana-istana kepresidenan. Termasuk institusi milik swasta dan pemerintah. Saya pernah lihat beberapa lukisan Basoeki Abdullah ada di Galeri Nasional Indonesia, Museum Seni Rupa dan Keramik, bahkan Museum Puro Mangkunegaran di Solo.

Lukisan bertema lingkungan (Foto: Djulianto Susantio)
Lukisan bertema lingkungan (Foto: Djulianto Susantio)
Museum

Tentu saja lukisan terbanyak dipajang di Museum Basoeki Abdullah. Menurut data yang saya peroleh, keluarga Basoeki Abdullah pernah menghibahkan 123 koleksi lukisan kepada pemerintah. Namun hanya sebagian yang dipajang di museum. Maklum kondisi museum tidak begitu besar. Lagi pula ada aturan yang tertanam untuk pengelola museum, yakni adanya perputaran koleksi secara periodik. Tentu saja agar pengunjung tidak bosan melihat koleksi yang itu-itu juga.

Koleksi Museum Basoeki Abdullah bukan hanya lukisan loh. Ada juga koleksi pribadi Basoeki Abdullah berupa patung, topeng, wayang, senjata, dan sebagainya. Banyaknya 720 buah. Koleksi-koleksi ini pun mengikuti aturan sistem perputaran koleksi.

Bukan hanya melukis, rupanya Basoeki Abdullah juga gemar membaca. Sebanyak 3.000 eksemplar majalah dan buku, ikut disumbangkan kepada negara. Literatur warisan Basoeki Abdullah, kini berada di Perpustakaan. Tepatnya di lantai 1 gedung lama.

Koleksi keris milik Basoeki Abdullah (Foto: Djulianto Susantio)
Koleksi keris milik Basoeki Abdullah (Foto: Djulianto Susantio)
Dibunuh perampok

Basoeki Abdullah lahir di Surakarta, 27 Januari 1915. Ia meninggal pada 5 November 1993 karena dibunuh perampok. Sebagai pelukis, ia dikenal beraliran realis dan naturalis.

Banyak yang belum tahu kalau Basoeki Abdullah merupakan cucu dari tokoh pergerakan nasional Wahidin Sudirohusodo. Bakat melukis Basoeki sudah tampak sejak usia empat tahun. Ketika itu Basoeki melukis tokoh-tokoh terkenal seperti Mahatma Gandhi, Rabindranath Tagore, dan Yesus Kristus.

Sebenarnya Basoeki Abdullah pernah bercita-cita mendirikan museum. Hal ini ia lontarkan kepada anak dan istrinya. Sayang cita-citanya tidak kesampaian.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN