Mohon tunggu...
Ucu Nur Arief Jauhar
Ucu Nur Arief Jauhar Mohon Tunggu... Aktor - Pengangguran Profesional

Tak seorang pun tahu kegelisahanku, kerna tak seorang pun dapat melihat apa yang aku lihat

Selanjutnya

Tutup

Cerpen

Kapal Nelayan "DKP Provinsi Banten" Rp10,4 Miliar

6 Juli 2012   05:21 Diperbarui: 25 Juni 2015   03:15 370
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Cerpen. Sumber ilustrasi: Unsplash

Analisis DPA Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Banten TA 2011

Hari itu hujan cukup deras. Tanah tak dapat langsung menyerap. Air hujan pun menggenang depan kontrakan kumuh mang Kasman. Niat mau pulang, malah jadi tertahan. Untung kopi panas tersedia.

“Mang, tadi aku lewat Kejati. Ada yang demo soal pengadaan kapal nelayan di Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Banten,” kataku.

“Siapa yang demo?,” tanya mang Kasman sambil menyeruput kopi pahitnya.

“Itu dari Jaringan Pemuda Peduli Pembangunan Banten (JP3B). Katanya kapal itu tidak sesuai spek. Kayunya bukan kayu untuk kapal,” kataku.

“Oh...,” ujar mang Kasman.

“Kok cuma oh sih mang. Biasanya mamang tahu soal-soal kayak gitu,” sindirku.

“Ya mamang enggak tahu soal kayu kapal. Setahu mamang pengadaan kapal itu sudah jadi temuan BPK. Tapi mamang juga aneh, kok BPK hanya menemukan perkara Trip saja,” kata mang Kasman.

“Tuh kan mamang tahu. Cerita mang, sambil nunggu hujan nih,” kataku.

“Enak aja, emang mamang tukang dongeng apa?,” ucap mang Kasman ngeles.

Kulirik bungkus rokok kretek mang Kasman, sudah peot. Isinya paling satu dua batang lagi. Paham maksud mang Kasman, aku berlari-lari ke warung sebelah.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
  8. 8
  9. 9
  10. 10
  11. 11
  12. 12
  13. 13
  14. 14
  15. 15
  16. 16
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun