Mohon tunggu...
Dizzman
Dizzman Mohon Tunggu... Freelancer - Public Policy and Infrastructure Analyst

"Uang tak dibawa mati, jadi bawalah jalan-jalan" -- Dizzman Penulis Buku - Manusia Bandara email: dizzman@yahoo.com

Selanjutnya

Tutup

Money Pilihan

Selamat Jalan Bapak Kota Baru Indonesia

27 November 2019   10:23 Diperbarui: 27 November 2019   10:30 122
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ciputra pada Peresmian Kota Baru Maja (Dokpri)

"TRANSFER TRASH INTO GOLD" -- Dr. (HC) Ciputra

Pagi ini berseliweran di WA Grup ucapan duka cita atas wafatnya bapak Ir. Ciputra, salah satu soko guru pengembang perumahan pertama dan terbesar di Indonesia. Berita yang cukup mengagetkan karena sebelumnya beliau masih tampak segar bugar ketika kami bertemu saat meresmikan perumahan Citra Raya Maja dua tahun lalu. Dunia properti Indonesia kini kehilangan salah satu putra terbaiknya yang penuh ide dan gagasan membangun perumahan sebagai cikal bakal tumbuhnya kota baru.

Ciputra sendiri dikenal sebagai pemilik grup Ciputra yang membangun perumahan hampir di seluruh kota-kota di Indonesia. Setiap saya berkunjung ke kota/kabupaten baik di Jawa maupun luar Jawa, nyaris selalu ada perumahan milik grup tersebut. Sebut saja di Cirebon, Serang, Cilegon, Maja, Balikpapan, Palembang, Manado, bahkan Pangkalpinang yang merupakan kota kecilpun tak luput dari tangan dinginnya.

Beliau juga boleh dikatakan sebagai perintis kota-kota baru dan satelit berkat perumahan skala besarnya, sebut saja mulai Pondok Indah, Bintaro (jaman dulu merupakan pinggiran Jakarta sehingga dapat disebut sebagai kota satelit), BSD Serpong, BSB Semarang, bahkan hingga ke luar negeri seperti Hanoi, Phnom Penh, dan Shenyang.

Selama ini banyak orang mengasumsikan beliau hanya mengembangkan perumahan mewah saja, padahal sebenarnya beliau juga banyak membangun rumah sederhana. Bintaro dan BSD awalnya dibangun untuk rumah sederhana, baru kemudian ketika harga tanah mulai naik, pembangunan rumahnya naik kelas menjadi menengah hingga mewah. Terakhir beliau membangun Citra Raya Maja yang sebagian besar diisi oleh rumah murah non subsidi tapi harga terjangkau bagi kalangan MBR (masyarakat berpenghasilan rendah).

Mengawali karirnya dari perusahaan milik Pemda DKI Pembangunan Jaya membangun kawasan Ancol yang semula dikenal sebagai tempat jin buang anak. Keberhasilannya menata kawasan Ancol membuatnya dipercaya untuk mengembangkan Bintaro, sebuah kawasan di pinggiran Jakarta yang saat itu masih berupa kawasan hutan dan perkampungan. 

Lalu setelah itu beliau mulai membangun perusahaan sendiri dengan bendera Ciputra Group setelah sebelumnya sempat berkongsi dengan Liem Soe Liong, Sudwikatmono, Budi Brasali, dan Ibrahim Risjad mendirikan Metropolitan Group yang melahirkan kompleks perumahan elit Pondok Indah. Tak sampai di situ, Ciputra kemudian melirik hutan karet di kawasan Serpong untuk disulap menjadi kota baru yang sekarang bernama BSD. Namun dalam perkembangannya BSD dilepas ke Sinarmas Grup yang membentuk konsorsium terdiri dari tujuh perusahaan besar dalam mengelolanya. Ciputra Group sendiri mengembangkan sayapnya ke Jateng dan Jatim serta luar Jawa. 

Hebatnya beliau, seperti mottonya "Transfer trash into gold", mampu mengubah sampah menjadi emas. Kawasan Ancol adalah salah satu bukti nyatanya. Sebelum beliau masuk, mana ada orang yang berani mengutak utik Ancol. Bahkan pada saat pembangunannyapun banyak penentangan dari aktivis lingkungan, masyarakat, dan media. Mereka khawatir ekosistem Ancol akan rusak karena adanya pembangunan tempat wisata. Namun hasilnya justru luar biasa, Ancol menjadi salah satu tujuan favorit wisata di Jakarta.

BSD juga demikian, dulu adalah hutan karet yang sudah tidak produktif lagi. Di masa itu untuk mencapai Serpong bukanlah hal mudah karena harus melalui Tangerang terlebih dahulu serta melalui jalan kecil yang sempit. Lalu dibuatlah terobosan dengan membangun jalan tol langsung dari lingkar luar Jakarta menuju BSD. Hasilnya, tumbuh sebuah kota baru satelit yang menjadi kawasan elit di selatan Jakarta berkat tangan dinginnya. Kejelian instink-nya membaca lahan potensial menjadi nilai plus yang belum tentu dimiliki pengembang lain.

Baca juga: Pertaruhan Terakhir Ciputra di Kota Baru Maja

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Money Selengkapnya
Lihat Money Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun