Dizzman
Dizzman pegawai negeri

Pengembara yang mengabdi pada negara. Sambil tour of duty tetap menyempatkan diri bertualang. Dari Sabang sampai Merauke, 34 Provinsi sudah terjelajahi. 10 Negara ASEAN pun sudah diarungi. Next trip ......

Selanjutnya

Tutup

Media Artikel Utama

Kala TVRI Membangkitkan Kenangan Masa Lalu

13 September 2018   15:12 Diperbarui: 15 September 2018   13:58 2796 10 13
Kala TVRI Membangkitkan Kenangan Masa Lalu
Sinetron Little House on the Prairie Tayang Kembali (Sumber: twitter TVRINasional)

Sebelum adanya televisi swasta tahun 1990an, TVRI merupakan satu-satunya siaran televisi yang dapat ditonton penduduk seluruh Indonesia tanpa parabola.

Karena tidak ada alternatif tontonan lain, mau tak mau ya acara yang disiarkan TVRI-lah yang ditonton setiap hari, mulai dari Artis Safari, Dunia Dalam Berita, hingga sinetron macam ACI, Rumah Masa Depan, Losmen, dan sinetron asing seperti Little House on the Prairie, Oshin, dan Little Misy. Suka tak suka, tontonan yang ada di TVRI rupanya masih membekas di hati para pemirsanya. 

Di tengah persaingan dengan televisi swasta yang semakin menjamur belakangan ini, mau tak mau TVRI harus mengubah citra tak hanya menjadi corong pemerintah saja, tapi juga menyiarkan acara-acara lain yang lebih bermutu dan tidak ketinggalan jaman.

Sementara saudaranya RRI telah lebih dulu berhasil keluar dari stigma tersebut, TVRI sepertinya belum beranjak dari citranya yang jadul banget dan masih terkesan kuno, ketinggalan zaman, dan normatif cara penyampaiannya.

Oshin Bakal Kembali Hadir (Sumber: Twitter TVRINasional)
Oshin Bakal Kembali Hadir (Sumber: Twitter TVRINasional)
Menyadari semakin sulit bersaing dengan televisi swasta, TVRI berupaya kembali merebut pemirsa dari kalangan tua yang ingin bernostalgia atau kalangan muda yang penasaran dengan sinetron jadul.

Caranya, dengan menyiarkan kembali acara televisi yang pernah menjadi favorit di masa lalu. 

Sebagai uji coba, mulai tanggal 15 September nanti TVRI akan menayangkan serial Oshin yang akan tayang setiap hari Sabtu pukul 19.00 WIB, dilanjutkan dengan serial Little House on the Prairie pada pukul 20.00 WIB. 

Bagi generasi milenial mungkin jarang ada yang tahu sinetron Little House on the Prairie dan Oshin, tapi bagi generasi saya dan di atasnya merupakan acara favorit yang  tak boleh ditinggalkan. 

Dua sinetron andalan tersebut akan bersaing dengan tayangan favorit di televisi lain pada jam tayang prima di hari libur pula.

Rupanya kehadiran dua sinetron tersebut telah ditunggu-tunggu pemirsa, bahkan ada yang berharap tidak cuma dua sinetron itu saja yang bakal tayang, tapi juga sinetron lain seperti tertuang dalam tweet berikut di bawah ini.

Daftar Request Untuk DItayangkan Kembali (Sumber: Twitter TVRINasional)
Daftar Request Untuk DItayangkan Kembali (Sumber: Twitter TVRINasional)
Kebanyakan memang sinetron lokal yang dulu mampu menyihir pemirsa seolah-olah ikut terlibat di dalamnya, seperti Rumah Masa Depan, Losmen, dan serial anak-anak Si Unyil yang melegenda hingga saat ini.

Diharapkan, dengan siaran daur ulang tersebut, TVRI mampu bangkit kembali di tengah semakin minimnya anggaran penyiaran, mengingat TVRI sampai hari ini masih berstatus sebagai lembaga penyiaran publik yang besifat independen dan nonkomersial.

Keunggulan dari cerita sinetron zaman dulu adalah banyaknya nilai-nilai luhur yang dapat menjadi inspirasi untuk bangkit dari kesulitan yang mendera dalam menjalani hidup. 

Little House on the Prairie berkisah tentang sebuah keluarga petani yang tumbuh di sebuah desa di Walnut Grove, Minnesota, dengan berbagai suka dukanya dan drama yang melingkupi keluarga petani tersebut mulai dari Laura kecil hingga tumbuh dewasa.

Sinetron ini diambil dari buku novel dengan judul yang sama yang mengisahkan kehidupan pengarangnya, Laura Ingallss, pada masa pasca perang saudara di Amerika.

Little House on the Prairie Tayang Kembali (Sumber: Twitter TVRINasional)
Little House on the Prairie Tayang Kembali (Sumber: Twitter TVRINasional)
Sementara itu Oshin berkisah tentang kehidupan seorang pengusaha jaringan waralaba ternama di Jepang, Yaohan, bernama Shin Tanokura atau lebih dikenal dengan sebutan Oshin. Masa kecilnya yang sulit di era akhir masa kekaisaran Meiji membuatnya harus berjuang melepaskan diri dari kemiskinan, mulai dari menjadi baby sitter hingga penjaga toko.

Keuletannya akhirnya membuahkan hasil yang dinikmatinya di masa tua sebagai pengusaha sukses, walau kemudian jaringan waralaba tersebut bangkrut dan toko-tokonya dibeli perusahaan besar lain di berbagai negara.

Itulah sekelumit cerita tentang dua sinetron yang akan kembali tayang di TVRI hari Sabtu ini (15-09-2018). Bagi generasi milenial yang belum sempat menonton serialnya, jangan lewatkan kesempatan yang satu ini. 

Banyak nilai-nilai kemanusiaan yang bisa diambil dari kedua film ini, jauh berbeda dengan sinetron sekarang yang hanya menampilkan kemewahan dan gaya hidup tanpa nilai yang bisa diserap generasi muda. 

Semoga sinetron lain terutama yang produk lokal seperti Losmen, Rumah Masa Depan, dapat menyusul tayang kembali di TVRI. Seperti kata pak Harto, "Masih enak jamanku too?"