Dizzman
Dizzman pegawai negeri

Pengembara yang mengabdi pada negara. Sambil tour of duty tetap menyempatkan diri bertualang. Dari Sabang sampai Merauke, 34 Provinsi sudah terjelajahi. 10 Negara ASEAN pun sudah diarungi. Next trip ......

Selanjutnya

Tutup

Bola Pilihan

Road to Final: Rusia yang (Tak) Ramah Penjajah Eropa

30 Juni 2018   14:29 Diperbarui: 30 Juni 2018   16:05 317 0 0
Road to Final: Rusia yang (Tak) Ramah Penjajah Eropa
Rusia Calon Kuat Finalis Piala Dunia (Sumber: https://indosport.com)

Malam nanti (30/6/2018) akan dimulai babak kedua dan seterusnya yang menggunakan sistem gugur hingga partai final. Babak kedua (perdelapanfinal) sesungguhnya terbagi atas dua grup besar yang akan bertemu di partai final nanti. Grup bagian atas (sebut saja Grup J) terdiri dari para juara grup A, C, E, dan G yang bertarung melawan para runner-up dari grup B, D, F, dan H. Sementara grup bagian bawah (sebut saja Grup K) terdiri dari para juara grup B, D, F, dan H yang bertarung melawan para runner-up dari grup A, C, E, dan G.

Cheryshev, andalan Rusia di lini depan (Sumber: https://standard.co.uk)
Cheryshev, andalan Rusia di lini depan (Sumber: https://standard.co.uk)
Bila dilihat dari susunan tim peserta 16 besar, tampak sekali ketimpangan antara tim-tim kuat dengan tim-tim semenjana. Di Grup J berkumpul Brasil, Perancis, dan Argentina, ditambah kuda hitam Uruguay, Portugal, dan Belgia. Sementara di Grup K 'hanya' ada Spanyol dan Inggris serta tuan rumah Rusia yang bisa dianggap kuat, sementara Kolombia, Denmark, atau Kroasia hanyalah bisa memberikan kejutan sesaat. Inilah akibat tersungkurnya Jerman serta tertatih-tatihnya Argentina menyebabkan semua tim kuat berkumpul di grup J. Sementara Rusia dan Inggris seperti malas bertanding dan tampak (sengaja) kalah di pertandingan terakhir agar bisa berkumpul di grup K yang relatif lemah. Selengkapnya lihat bagan di bawah ini.

Bagan Prediksi Dari Babak Kedua Hingga Final (Sumber: Hasil Analisis)
Bagan Prediksi Dari Babak Kedua Hingga Final (Sumber: Hasil Analisis)
Grup J memang bisa dianggap sebagai grup neraka. Di babak kedua saja, Perancis dan Argentina harus saling baku singkir untuk melaju ke perempat final. Di perempat final, Uruguay sudah menunggu jika menang melawan Portugal. Jika menang, Brasil menanti di semifinal bila berhasil menyingkirkan Meksiko dan (kemungkinan) Belgia di perempat final. Partai neraka lain adalah Uruguay melawan Portugal yang akan menyajikan duel sesama Latino, dan pemenangnya sudah jelas bakal bertemu tim kuat lagi di perempat final seperti diuraikan di atas. Brasil relatif lebih ringan, baru akan ketemu lawan berat di semifinal.

Sementara di Grup K, Rusia hanya akan ketemu lawan kuat Spanyol di babak kedua. Demikian pula dengan Inggris hanya akan bertemu Kolombia di babak yang sama. Siapapun pemenangnya hampir dipastikan bisa lolos ke semifinal dan bertarung untuk memperebutkan tiket ke final. Partai lain seperti Denmark vs Kroasia dan Swiss vs Swedia hanyalah bumbu pelengkap saja, siapapun pemenangnya hanya akan bertahan hingga perempat final.

* * * *

Napoleon Menyaksikan Bumihangus Moskow (Sumber: https://upload.wikimedia.org)
Napoleon Menyaksikan Bumihangus Moskow (Sumber: https://upload.wikimedia.org)

Sedikit review sejarah, Rusia seperti tak ramah terhadap para penjajah dari belahan lain Eropa. Napoleon pada abad ke-18 harus takluk oleh dinginnya salju walau sempat memasuki gerbang Moskow yang sudah dibumihanguskan sebelumnya oleh pasukan Alexander I yang dipimpin oleh Kutuzov. Pasukan Hitler yang dipimpin oleh Frederich Paulus terperangkap di Stalingrad (sekarang Volgograd, salah satu kota penyelenggara piala dunia) hingga enam bulan sebelum akhirnya hengkang akibat tidak kuat menahan dingin dan serangan sporadis oleh penembak jitu (sniper) yang dipimpin oleh Zhukov dan Timoshenko.

Tentara Merah Mengibarkan Bendera Kemenangan di Stalingrad (Sumber: https://upload.wikimedia.org)
Tentara Merah Mengibarkan Bendera Kemenangan di Stalingrad (Sumber: https://upload.wikimedia.org)
Inggris lebih baik bersekutu dengan Rusia ketimbang harus memusuhinya karena tahu lawannya bukan sekedar manusia, tapi musim dingin yang menggigit tulang hingga membekukan darah. Sementara Spanyol dan Portugal lebih fokus pada daerah jajahannya di Amerika Latin yang lebih hangat dan kaya sumberdaya alam ketimbang melakukan ekspansi ke Rusia.

Sejarah (mungkin) bisa terulang kembali. Jerman sudah dipulangkan dari Stalingrad ke Berlin, Perancis (mungkin) bakal menyusul Napoleon kembali ke Paris. Tinggal Inggris dan Spanyol atau Portugal menunggu nasib dipulangkan ke kampung halamannya. Rusia memang tak ramah terhadap penjajah dari Eropa.

* * * *

Kembali ke prediksi hingga partai puncak, dimulai dari Grup J, untuk nanti malam saya unggulkan Uruguay dan Argentina lolos ke perempat final dan akan ditemani Brasil yang bakal menghajar Meksiko serta Belgia yang akan dengan mudah mengatasi perlawanan Jepang. Di perempat final Uruguay berpeluang lolos mengatasi hadangan Argentina yang masih kepayahan setelah menang melawan Perancis. Sementara Brasil juga bakal lolos ke semifinal setelah menghancurkan Belgia yang belum banyak pengalaman bermain di turnamen besar.

Di Grup K akan terjadi pertarungan sengit antara Rusia melawan Spanyol dan Inggris melawan Kolombia. Sebagai tuan rumah, Rusia lebih diunggulkan walaupun kemungkinan Spanyol menang tetap ada. Namun banteng matador itu tampak lemah pertahanannya dilihat dari jumlah kebobolan gawangnya sehingga lebih mudah bagi Rusia untuk menembus jantung pertahanan Spanyol ketimbang sebaliknya. Rusia bakal lolos dan menghadapi Kroasia yang akan membuat melempem dinamit Denmark.

Sementara Kolombia yang baru saja memperoleh semangat setelah sempat patah akibat kekalahan dari Jepang akan memberikan perlawanan sengit terhadap Inggris. Dengan sedikit keberuntungan, Inggris bakal melaju ke perempat final menghadapi kuda hitam Swiss yang lebih alot ketimbang Swedia yang beruntung lolos dari lubang jarum. Ini akan memudahkan Inggris melaju ke semifinal setelah terakhir kalinya tahun 1990 di Italia. 

Di semifinal barulah terjadi pertarungan seru Inggris vs Rusia (atau Spanyol) yang akan memperebutkan satu tiket ke final. Ingat, Rusia tak ramah pada penjajah, dan kini giliran Inggris harus puas berebut tempat ketiga, sementara Rusia bakal menggaet satu tiket ke final berhadapan dengan Brasil yang sudah diuji menghadapi beberapa tim kuat di grup sebelah.

Coutinho Sang Bintang Baru Brasil (Sumber: https://express.co.uk)
Coutinho Sang Bintang Baru Brasil (Sumber: https://express.co.uk)
Pertarungan Brasil vs Rusia menjadi final ideal buat saya, sekaligus hadiah untuk Putin yang akan berulang tahun pada bulan Oktober. Brasil yang mengandalkan skill individu akan bertarung dengan permainan kolektivitas ala Rusia. Coutinho, Neymar, dan kawan-kawan tentu tidak akan mudah menembus dinginnya pertahanan Rusia yang dikawal oleh Kutepov dan pemain imigran asal Brasil Mario Fernandez. Dzyuba dan Cheryshev juga tidak akan tinggal diam mengobrak abrik pertahanan Brasil yang sering ditinggal Thiago Silva ke depan gawang lawan.

Kekejaman di Kamp Konsentrasi Gulag (Sumber: https://theguardian.com)
Kekejaman di Kamp Konsentrasi Gulag (Sumber: https://theguardian.com)
Rusia tidak boleh kalah di piala dunia ini atau dinginnya penjara Gulag telah menanti di ujung Siberia. Ingat, jangan nonton bola tanpa kacang garuda, mari kita tunggu siapa yang akan bertahan hingga ke partai puncak di tengah dinginnya cuaca Rusia. Ini prediksiku, mana prediksimu? Ayo keluarkan segera sebelum pertarungan dimulai!