Dizzman
Dizzman pegawai negeri

Pengembara yang mengabdi pada negara. Sambil tour of duty tetap menyempatkan diri bertualang. Dari Sabang sampai Merauke, 34 Provinsi sudah terjelajahi. 10 Negara ASEAN pun sudah diarungi. Next trip ......

Selanjutnya

Tutup

Cerita Ramlan Pilihan

Mohammad Salah Tokoh Inspiratif di Bulan Ramadhan

29 Mei 2018   05:21 Diperbarui: 29 Mei 2018   09:13 835 5 1
Mohammad Salah Tokoh Inspiratif di Bulan Ramadhan
Salah Memperoleh Sepatu Emas (Sumber:http://www.backgroundimageshd.com/gallery/mohamed-salah-wallpapers/)

Mohammad Salah, nama itu begitu menggema di hati sanubari fans Liverpool musim ini. Walau akhirnya Liverpool kalah di final Liga Champions melawan Real Madrid, namun namanya tak ikut tenggelam, bahkan menjadi ikon favorit di Liga Inggris berkat torehan 32 golnya di musim ini yang membuatnya menjadi top skor melampaui Harry Kane yang menjadi top skor musim lalu.

Di seluruh pertandingan yang dilakoninya musim ini Salah telah menorehkan total 44 gol dari 52 penampilan, suatu perolehan yang luar biasa dan jarang sekali ada pemain yang mencapai rekor tersebut dalam satu musim.

Namun bukan hanya prestasinya di lapangan yang moncer saja yang menjadikannya sebagai idola, tetapi perilaku sehari-harinya memang pantas untuk diteladani. Lalu, perilaku apa yang patut diteladani dari Mo Salah?

1. Berusaha tetap puasa

Bagi olahragawan, berpuasa saat bertanding itu terasa berat. Namun demikian, Mo Salah tetap berusaha untuk menjalankan ibadah puasa walau menghadapi pertandingan berat melawan Real Madrid di final Liga Champions lalu (sumber di sini). Sebelumnyapun Salah tetap berpuasa di bulan Ramadhan walau harus bertanding di sore hari sebelum berbuka puasa. Tidak ada alasan untuk mencari pembenaran tidak berpuasa hanya demi meraih prestasi yang lebih tinggi.

2. Semangat juang tinggi hingga meraih prestasi

Dia berasal dari Mesir yang terletak di Afrika, namun berusaha keras untuk mencapai level tertinggi dalam kancah sepakbola Eropa. Walaupun penampilannya kurang begitu mengesankan sebelumnya, tetapi dia berhasil memperbaiki kinerjanya setelah berada di Liverpool. Gelar pemain terbaik Liga Inggris pun diraihnya musim ini sebagai hasil upaya kerja kerasnya meningkatkan performa terbaik yang belum pernah diraihnya selama ini. Semangat juang tak kenal lelah inilah yang membuatnya jadi terkenal dan berprestasi di musim ini.

3. Tak lupa kampung halaman

Walau sukses telah diraih, Salah tak pernah lupa kampung halamannya dengan membangun rumah sakit dan sekolah untuk memajukan warga di lingkungannya terutama kaum perempuan (sumber di sini). Selain itu Salah juga membantu pemerintah setempat dalam penyediaan air bersih di kampungnya (sumber di sini). Seperti kata pepatah, kacang takkan lupa akan kulitnya, Salah pun berlaku demikian karena dia sadar telah dibesarkan di kampung halamannya sendiri.

4. Membalas air tuba dengan air susu

Salah memberi maaf kepada pencuri yang telah merampok rumahnya saat masih tinggal di kampungnya, padahal ayahnya ingin agar pencuri tersebut dihukum (sumber di sini). Jarang sekali seseorang yang telah disakiti mampu memberi maaf bahkan memberikan sejumlah uang agar si pencuri tersebut insaf.

5. Meramaikan  masjid

Keberadaan Salah di Liverpool membuat masjid tertua di kota itu menjadi lebih ramai dari biasanya pada tahun terakhir ini (sumber di sini). Para fans tahu bahwa Mo Salah sering shalat Jumat di masjid tersebut sehingga mereka memiliki waktu untuk bertemu Salah.

* * * *

Sebagai muslim yang taat dan tokoh yang mulai dikenal luas di dunia, Salah patut menjadi teladan dan role model dalam mendidik anak-anak kita dan diri kita sendiri agar berperilaku sesuai tuntunan Rasulullah SAW. Salah juga memberi contoh bahwa menjadi pemain sepakbola terkenal tidak harus berperilaku negatif seperti nangkring di klab malam, mabuk-mabukan, tidak berpuasa di bulan Ramadhan, dan sebagainya. Justru sebaliknya, citra positiflah yang harus dibangun agar bisa dikenang sepanjang masa.

Sumber: 

Republika: Mo Salah Promosikan Islam dengan Prestasi dan Perilaku

Tirto: Mohamed Salah dalam Pusaran Islamophobia di Inggris