Dizzman
Dizzman pegawai negeri

Pengembara yang mengabdi pada negara. Sambil tour of duty tetap menyempatkan diri bertualang. Dari Sabang sampai Merauke, 34 Provinsi sudah terjelajahi. 10 Negara ASEAN pun sudah diarungi. Next trip ......

Selanjutnya

Tutup

Travel-story Pilihan

Pentingnya Percepatan Pemeriksaan dan Penanganan "Delay" dalam Rangka Keselamatan Keamanan Penerbangan

13 April 2018   11:08 Diperbarui: 9 Mei 2018   11:45 3077 2 0
Pentingnya Percepatan Pemeriksaan dan Penanganan "Delay" dalam Rangka Keselamatan Keamanan Penerbangan
Pengecekan Pesawat Sebelum Terbang (Dokpri)

Keselamatan keamanan penerbangan dalam perjalanan udara sangat berbeda sekali dengan perjalanan di darat maupun di laut. Apabila terjadi sesuatu di udara maka kemungkinan celaka sangat besar dibanding darat maupun laut. Kalau di darat atau laut, kita bisa berhenti sejenak untuk mencek sesuatu yang membahayakan keselamatan penerbangan dan penumpang, sedangkan di udara pesawat tidak mungkin berhenti sejenak, oleh karena itu demi keselamatan keamanan penerbangan pemeriksaan di darat penting untuk dilakukan.

Pemeriksaan menyangkut kondisi pesawat terbang dan para penumpang yang akan terbang. Untuk kondisi pesawat sendiri sudah ada tim yang akan melakukan prosedur pemeriksaan baku sesuai dengan SOP dan ketentuan. Namun yang lebih penting adalah pemeriksaan para penumpang yang akan terbang karena kondisi masing-masing penumpang akan sangat berbeda satu dengan lainnya.

Pemeriksaan penumpang merupakan ritual wajib sebelum masuk ke dalam pesawat melalui ruang tunggu. Mengapa demikian? Karena terlalu banyak item barang yang harus diperiksa. Apalagi sekarang tindak kejahatan semakin canggih sehingga perlu pemeriksaan yang lebih ketat pula untuk menandinginya.

Benda-benda yang menjadi objek pemeriksaan antara lain barang-barang illegal seperti narkoba, barang tanpa pajak, dan benda-benda yang berpotensi dapat menimbulkan gangguan di pesawat seperti korek api, cairan gas, gunting, pisau, dan sebagainya.  Bila ditemukan barang-barang tersebut langsung disita, namun bila barangnya melanggar undang-undang seperti narkoba, pembawa barang tersebut ikut ditahan, tidak hanya sekedar menyita barang bawaannya.

Pemeriksaan Barang Menuju Ruang Check In (Dokpri)
Pemeriksaan Barang Menuju Ruang Check In (Dokpri)
Biasanya pemeriksaan berlangsung dua kali, saat hendak masuk ruang check in dan saat masuk ke ruang tunggu. Di beberapa bandara luar negeri biasanya pemeriksaan dilakukan setelah check in menuju area komersil  dan saat masuk ke ruang tunggu.

Untuk pemeriksaan pertama biasanya tidak terlalu ketat untuk penumpang, hanya barang bawaan saja karena akan dimasukkan dalam bagasi. Pemeriksaan baru berlangsung ketat pada pintu kedua sebelum masuk ke ruang tunggu.

Pemeriksaan Kedua Setelah Check In Masuk ke Ruang Tunggu (Dokpri)
Pemeriksaan Kedua Setelah Check In Masuk ke Ruang Tunggu (Dokpri)
Saat pemeriksaan kedua inilah yang sering memakan waktu karena para penumpang diharuskan menanggalkan semua barang-barang metal maupun yang ditengarai rawan penyelundupan seperti jaket, ikat pinggang, sepatu, kacamata, telepon genggam, uang logam, dompet, dan sebagainya. Banyak penumpang tidak mempersiapkan diri untuk menghadapi pemeriksaan walaupun sudah berkali-kali terbang.

Para penumpang masih saja baru membuka ikat pinggang, jaket, mengeluarkan telepon genggam dan uang logam di depan alat pemindai. Akhirnya antrean pemeriksaan menjadi panjang karena harus menunggu barang-barang tersebut dilepas untuk dimasukkan dalam nampan khusus pemeriksaan. Apalagi jika hanya ada satu atau dua alat pemindai yang beroperasi sementara jumlah penumpang semakin banyak, otomatis waktu tunggu semakin panjang.

Kalau setiap orang membutuhkan minimal satu menit saja untuk melepas semua benda yang melekat pada tubuh, bisa dipastikan lamanya antrian untuk memasukkan barang ke dalam alat pemindai. Oleh karena itu diperlukan suatu strategi dan sosialisasinya kepada penumpang dalam rangka percepatan pemeriksaan penumpang beserta barang bawaannya.

Berikut adalah tips yang dapat dilakukan untuk mempercepat pemeriksaan:

Pertama, penumpang diwajibkan membawa tas kecil untuk menyimpan barang-barang metal atau yang harus diperiksa seperti telepon genggam, uang logam, ikat pinggang, jam tangan, dompet, tablet, dan sebagainya. Tas kecil tersebut berfungsi untuk menyatukan semua barang tersebut dalam satu wadah sehingga tidak berceceran saat dilakukan pemindaian.

Kedua, sebelum masuk ke alat pemindai, perlu disediakan ruang khusus untuk melepas semua atribut yang harus diperiksa terpisah seperti jaket, ikat pinggang, jam tangan, kacamata, dan sebagainya sehingga tidak mengganggu antrian pemeriksaan. Bagi yang sudah siap dari awal tidak perlu masuk ruang tersebut tapi langsung mengantri di depan mesin pemindai.

Ketiga, perlu sosialisasi kepada para penumpang untuk memasukkan barang seperti jaket dan topi ke dalam tas jinjing, dan perlunya membawa tas kecil untuk menyimpan barang-barang lainnya agar penumpang dapat memahami bahwa pemeriksaan dapat berlangsung cepat bila barang-barang tersebut sudah dipisahkan dari tubuh.

* * * *

Kadang-kadang kita juga mengalami delay atau penundaan keberangkatan pesawat dikarenakan alasan operasional. Selain jadwal penerbangan yang sibuk, delay juga terjadi karena kondisi pesawat yang memerlukan pemeriksaan ekstra, kondisi cuaca yang kurang baik, atau bencana lain yang harus diantisipasi.

Saya sendiri pernah mengalami delay lebih dari tiga jam, antara lain karena kondisi cuaca yang mendung disertai angin kencang, kemudian disusul hujan lebat saat berada di Bandara Sorong. Kemudian bencana asap sehingga menunda keberangkatan saya ke Pekanbaru dari Jakarta lebih dari enam jam.

Bencana kebakaran server di Bandara Soekarno Hatta juga ikut menunda penerbangan saya selama hampir sehari penuh sampai menginap di Batam.

 Seperti yang telah diceritakan di atas, naik pesawat berbeda sekali dengan perjalanan darat. Kita bisa nekat melanjutkan perjalanan darat, dengan resiko berhenti di tengah jalan apabila ada gangguan. Di udara tidak ada tempat berhenti atau toleransi terhadap kesalahan sekecil apapun di dalam pesawat. Lebih baik terlambat di darat daripada terjadi sesuatu di udara.

Penangangan Delay Oleh Awak Darat Dan Kotak Makanan (Dokpri)
Penangangan Delay Oleh Awak Darat Dan Kotak Makanan (Dokpri)
Penanganan delay sejauh ini sudah berjalan baik, mulai dari pemberian makanan kecil bila kurang dari dua jam, makanan besar bila kurang dari tiga jam, dan penggantian senilai Rp. 300.000 bila lebih dari tiga jam, bahkan tempat menginap di hotel berbintang bila lebih dari 24 jam. Saya sendiri pernah mengalami semua hal tersebut selama menggunakan jasa pesawat udara.

Uang Pengganti Delay Lebih dari Tiga Jam (Dokpri)
Uang Pengganti Delay Lebih dari Tiga Jam (Dokpri)
Penggantian tiketpun juga tidak terlalu sulit prosedurnya ketika pesawat tidak bisa diberangkatkan karena alasan teknis. Lebih baik mengganti dengan maskapai lain daripada memaksakan pesawat tersebut berangkat.

Hal ini semata-mata demi keselamatan keamanan penerbangan yang sangat zero tolerance. Lebih baik tidak berangkat daripada tidak kembali.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2