Mohon tunggu...
Dismas Kwirinus
Dismas Kwirinus Mohon Tunggu... Mahasiswa

Namaku Dismas Kwirinus. Aku lahir di Desa Tapang Semadak, Kec. Sekadau Hilir, Kab. Sekadau, Provinsi Kalimantan Barat. Tumbuh sebagai seorang anak petani yang sederhana, aku mulai menggantungkan mimpi untuk bisa membaca buku sebanyak mungkin. Dari hobi membaca inilah, lalu tumbuh kegemaran menulis.

Selanjutnya

Tutup

Filsafat Pilihan

George Wilhelm Friedrich Hegel dan Pemikirannya tentang Realitas "Ada Yang Absolut"

24 Oktober 2020   10:47 Diperbarui: 24 Oktober 2020   11:04 340 10 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
George Wilhelm Friedrich Hegel dan Pemikirannya tentang Realitas "Ada Yang Absolut"
sumber: getty images

George Wilhelm Friedrich Hegel (1770-1831) adalah salah satu filosof yang cukup gigih mempertahankan hal metafisis. Ia ingin mengembalikan integrasi metafisis itu dari keping-kepingnya. Melalui pemikirannya tentang realitas "Ada Yang Absolut," ia mencoba menenun gagasan metafisisnya. 

Hegel menulis buku "Phenomenology of The Spirit", dalam karikatur filosofis Hegel digambarkan sebagai filosof yang membangun istana yang sangat besar dan indah, tetapi dia sendiri tinggal di luar istana itu dan tinggal dalam gubuk. Artinya, dia melahirkan sistem filsafat yang bagus dan mampu merangkum segala sesuatu, tetapi dia sendiri tidak bisa menghidupi pemikiran yang dia miliki.

Bagaimana cara mengerti semuanya? Apa yang dimaksud 'semuanya' oleh Hegel? Memang ambisi dari para filosof idealisme adalah mengerti segala sesuatu. Hal ini memang sulit untuk dimengerti. 

Kebenaran yang manusia dapatkan hanyalah sebagian dari kebenaran yang sejati sebab kebenaran sejati hanya dapat ditangkap oleh pikiran manusia melalui proses dialektik (proses dari tesis melalui antitesis menuju sintesis) sampai kebenaran sempurna tertangkap oleh akal budi manusia.

Titik berangkat bagi idealisme Hegel adalah Yang Absolut (das absolute). Yang Absolut adalah totalitas, seluruh kenyataan. Ia bukan hanya dipahami sebagai proses melainkan sebagai tujuan. Keberadaannya tidak bergantung dan diadakan oleh ada yang lain. 

Ia bukan saja penyebab dari semesta melainkan semesta itu sendiri. Lebih lanjut lagi, Hegel memahami "Ada Yang Absolut" sebagai subjek dan objeknya adalah dirinya. Yang Absolut adalah "pikiran yang memikirkan dirinya sendiri" subjek yang menyadari dirinya sendiri. Dengan kata lain, Yang Absolut itu adalah Roh.

Bagaimanakah cara Hegel memproyeksikan Yang Absolut? Dalam mencari pemahaman tentang Yang Absolut, Hegel memakai metodenya yang terkenal yakni Dialektika (die Dialektik). Istilah dialektika ini mengacu pada sistem dialog yang sering ditemukan dalam hidup sehari-hari. Sistem ini dibagi menjadi tiga tahap. 

Tahap pertama, diajukan sebuah pendapat (premis). Tahap kedua, diajukan sebuah pendapat baru. Pendapat yang baru tersebut sifatnya menentang pendapat pertama. Tahap ketiga, menggabungkan dan memperdamaikan kedua pendapat tersebut. Untuk selanjutnya ketiga tahap tersebut dikenal dengan sebutan tesis, antitesis dan sintesis.

Hegel menyebut tesis, antitesis, dan sintesis (TAS). Realitas adalah tesis dan pada saat yang sama muncul antitesis. Pertemuan antara tesis dan antitesis ini melahirkan sintesis, yaitu realitas baru. Pada saat tertentu sintesis ini menjadi tesis, bertemu dengan antitesis dan melahirkan sintesis lagi. 

Hegel mencoba memahami sejarah peradaban manusia. Sistem filsafat Hegel diuraikan dalam tiga tahap tersebut. Tiga tahap tersebut dipandang sebagai tiga tahap kehidupan Yang absolut sendiri. Tahap pertama adalah Idea (tesis), tahap kedua adalah Alam (antitesis) dan akhirnya tahap ketiga adalah Roh (sintesis).

Filsafat Hegel merupakan filsafat yang mengusung suatu pengetahuan, pengenalan realitas yang menyeluruh dalam keutuhannya, dalam kesatuannya. Keutuhan dari realitas dan dinamikanya itu di kenal dengan terminologi spirit atau roh. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x