Nadira Aliya
Nadira Aliya Freelancer

Halo! Saya Diraliya, seorang penulis lepas yang cerewet ketika menulis namun kalem ketika berbicara. Selamat membaca tulisan-tulisan saya, semoga ada yang bisa diambil darinya :)

Selanjutnya

Tutup

Ceritaramlan Pilihan

7 Tipe Manusia di Hari Menjelang Lebaran

13 Juni 2018   22:11 Diperbarui: 13 Juni 2018   22:35 290 5 1
7 Tipe Manusia di Hari Menjelang Lebaran
Masuk tipe manakah kamu? (Sumber: Pixabay.com)



Menghitung hari menjelang Hari Raya Idul Fitri, setiap orang seperti lebih disibukkan dengan berbagai macam persiapan Lebaran. Beberapa hari yang tersisa harus betul-betul dimanfaatkan, karena jika tidak, bisa jadi hari lahirnya kembali manusia menjadi berantakan dan tak terurus. 

Manusia memang unik dan menarik untuk diamati. Reaksi dan aksi tiap orang berbeda-beda dalam menyambut sesuatu, termasuk menyambut Hari Raya. Menjelang lebaran, paling tidak ada tujuh tipe manusia yang bisa kita temukan:

1. Si Kejar Target

Manusia-manusia ini adalah tipe yang selama Ramadan disibukkan dengan berbagai macam urusan dunia, seperti bekerja, berdagang, dan hal lainnya demi menyambung kehidupan. Di siang hari, mereka berpuasa sambil berlelah-lelah memeras keringat. 

Demi targetan Ramadan yang lebih baik (Sumber: Pixabay.com)
Demi targetan Ramadan yang lebih baik (Sumber: Pixabay.com)

Tak jarang malam Ramadan pun akhirnya lebih banyak dihabiskan untuk beristirahat dibandingkan bangun dan mengejar berbagai macam target ibadah selama Ramadan. Jadilah di hari-hari menjelang Lebaran tiba, ketika cuti bersama sudah didapat, mereka baru dapat mengejar target amalan yang sudah tertunda. 

2. Si Rempong di Rumah 

Biasanya, para manusia yang tergabung dalam divisi rempong (ribet) adalah para wanita. Bagaimana tidak, rumah akan kedatangan banyak tamu ketika Lebaran tiba. Rumah harus bersih dan mengkilat, makanan harus tersedia, belum lagi mengurus penampilan diri sendiri. 

Ayo membantu mereka yang rempong di rumah (Sumber: Pixabay.com)
Ayo membantu mereka yang rempong di rumah (Sumber: Pixabay.com)

Coba perhatikan ibu atau saudara perempuan Anda yang sudah berkeluarga, pasti paling pusing di hari-hari menjelang Lebaran. Menyempat-nyempatkan memasak rendang yang proses memasaknya tak sebentar, membuat ketupat, memasak opor ayam, dan masih juga harus giat bersih-bersih. 

3. Si Heboh Belanja

Belanja bisa jadi merupakan salah satu godaan terbesar ketika menjelang Lebaran. Bagaimana tidak, semua gerai toko seakan-akan saling berlomba memberikan diskon untuk menarik para konsumen agar menghabiskan THR-nya. 

Besok-besok belum tentu semurah sekarang (Sumber: Pixabay.com)
Besok-besok belum tentu semurah sekarang (Sumber: Pixabay.com)

Maka tak heran jika kemudian muncul satu tipe lagi manusia menjelang Lebaran, yakni mereka yang heboh berburu diskon besar-besaran. Sebetulnya sah-sah saja dan tak salah masuk ke golongan ini, sebab tak semua orang bisa berbelanja dengan harga normal di hari biasa. Namun harus tetap ingat untuk tak berlebih-lebihan, ya. 

4. Si Sibuk Mudik

Menjelang Lebaran, biasanya kota besar akan mengalami penurunan penduduk dalam jumlah cukup besar. Wajar sebab setiap orang tentu menginginkan pulang ke kampung halaman alias mudik dan berlebaran bersama keluarga. 

Saat lebaran, saatnya pulang ke daerah asal (Sumber: Pixabay.com)
Saat lebaran, saatnya pulang ke daerah asal (Sumber: Pixabay.com)

Untuk para tipe manusia yang sibuk mudik, perjalanan menuju tempat asal biasanya menjadi euforia tersendiri. Biasanya, insta-story pun juga akan penuh dengan golongan orang-orang yang sibuk mudik ini. Entah itu pemandangan hijaunya sawah, tenangnya laut, atau berbagai macam keunikan yang hanya ada di daerah asal, rata-rata akan bisa kita lihat beberapa hari menjelang hingga hari-H Lebaran. 

5. Si Sigap Menyiapkan Jawaban 

Lebaran belum tiba, tapi selalu ada orang-orang yang insecure menyambutnya. Lebaran artinya waktu untuk berkumpul bersama keluarga, dan harus siap ditanya mengenai progres kehidupan. 

Masih sekolah, ditanya ingin kuliah dimana. Masih kuliah, ditanya kapan lulus. Sudah lulus, ditanya kapan nikah, punya anak, dst. Akhirnya ada mereka-mereka yang masuk golongan si sigap menyiapkan jawaban di hari-hari menjelang Lebaran. 

Apakah semua harus ada jawabnya? (Sumber: Pixabay.com)
Apakah semua harus ada jawabnya? (Sumber: Pixabay.com)

Sebetulnya, jika dipikir-pikir pertanyaan kepo setengah bercanda itu bisa juga dibalas dengan bercanda, alih-alih dipikirkan hingga membuat hati sedih. Misalnya, ketika ditanya : kapan nikah? Jawab saja "penghulunya kan juga lagi libur Lebaran". 

6. Si Tetap Kerja 

Di tengah-tengah hingar bingar persiapan Lebaran dan mudik, masih ada pula orang-orang yang masuk golongan tetap lanjut bekerja meskipun Lebaran di depan mata. Sebut saja para reporter media, para petugas medis, para petugas SPBU, polisi, dan petugas minimarket. 

Diberkatilah mereka yang tetap bekerja saat Lebaran (Sumber: Pixabay.com)
Diberkatilah mereka yang tetap bekerja saat Lebaran (Sumber: Pixabay.com)

Walaupun mungkin mereka juga rindu berlebaran bersama keluarga, namun apa daya, ada cukup banyak orang yang membutuhkan mereka di hari penting tersebut. Belum lagi yang memang dituntut secara ekonomi untuk tetap produktif meski di hari Lebaran. 

7. Si Lebaran di Perantauan 

Mungkin tipe yang terakhir ini adalah yang paling miris. Mereka-mereka yang berada di perantauan, mungkin tak bisa merasakan sensasi Lebaran seutuhnya. Jauh dari keluarga memang hal yang paling tak diinginkan ketika Lebaran hampir tiba. 

Rindukah pulang dari perantauan? (Sumber: Pixabay.com)
Rindukah pulang dari perantauan? (Sumber: Pixabay.com)

Belum lagi jika tempat perantauan adalah di luar negeri, dan di negeri yang mayoritasnya bukan Muslim. Suasana Lebaran mungkin tak terasa sama sekali. Libur pun belum tentu didapatkan dari tempat kerja. Maka sungguhlah, kita yang bisa berlebaran di tanah sendiri, wajib bersyukur setinggi-tingginya. 

Demikianlah 7 macam tipe-tipe manusia menjelang Lebaran. Menyambut hari Raya Idul Fitri memang membuat bahagia. Menyiapkan pesan ucapan maaf lahir batin dan menyiapkan uang THR untuk para keponakan menjadi tradisi yang selalu ditunggu. Namun tetap saja ada mereka yang juga merayakan Lebaran dengan caranya sendiri, terutama mereka yang tetap kerja atau sedang berada di perantauan. 

Kalau Anda, saat ini termasuk golongan yang mana, Kompasianer?