Mohon tunggu...
Hadi Prabowo
Hadi Prabowo Mohon Tunggu... Mahasiswa - Taruna

Taruna Poltekip Angkatan 55

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud & Agama

Tantangan dan Oportunitas Birokrasi Indonesia dalam Menghadapi Revolusi Industri 4.0

26 April 2021   22:27 Diperbarui: 26 April 2021   22:53 114 0 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Tantangan dan Oportunitas Birokrasi Indonesia dalam Menghadapi Revolusi Industri 4.0
Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

Revolusi industri merupakan pergantian signifikan dalam metode manusia mencerna sumber energi serta menciptakan benda. Revolusi industri awal terjalin pada abad ke- 18 dengan ditemuinya mesin uap buat penciptaan produk. Sepanjang ini, Inggris memakai mesin uap selaku perlengkapan tenun mekanis awal buat tingkatkan produktivitas industri tekstil. Perlengkapan kerja yang awal mulanya mengandalkan tenaga manusia serta hewan setelah itu ditukar dengan mesin. Pula mesin uap yang digunakan di bidang transportasi. Revolusi industri kedua terjalin pada abad ke- 20, yang diisyarati dengan temuan listrik. Mobil mulai dibuat secara massal, pergantian dari warga agraris jadi warga industri. Revolusi industri ketiga diawali dengan lahirnya pc serta robot, kemajuan teknologi pc tumbuh luar biasa sehabis Perang Dunia Kedua usai. Jaringan pula mulai mengambil alih banyak manusia selaku operator serta pengendali jalan penciptaan.Revolusi industri 4.0 ialah trend di industri yang mencampurkan antara teknologi otomasi dengan teknologi cyber. Sebutan industri 4.0 yaitu suatu proyek dalam teknologi maju pemerintahan Jerman yang memprioritaskan komputerisasi / teknologi pabrik.

Revolusi Industri Keempat mewakili pergantian mendasar dalam metode kita hidup, bekerja, serta berhubungan satu sama lain. Ini merupakan babak baru dalam pertumbuhan manusia, yang dimungkinkan oleh kemajuan teknologi yang luar biasa proporsional dengan revolusi industri awal, kedua serta ketiga. Kemajuan ini mencampurkan dunia raga, digital, serta biologis dengan metode yang menghasilkan kemudahan. Kecepatan, keluasan serta kedalaman revolusi ini memforsir kita buat memikirkan kembali gimana negeri tumbuh, gimana organisasi menghasilkan nilai serta apalagi apa maksudnya jadi manusia. Revolusi Industri Keempat lebih dari hanya pergantian yang didorong oleh teknologi ini merupakan peluang buat menolong seluruh orang, pemimpin, pembuat kebijakan, serta orang- orang dari seluruh kelompok pemasukan negeri, menggunakan teknologi yang menyatu guna menghasilkan masa depan yang inklusif serta berpusat pada manusia. Kesempatan ini merupakan  teknologi, dan menciptakan metode positif untuk keluarga, organisasi, serta komunitas mereka.

Tren otomatisasi dan pertukaran informasi, meliputi kehidupan manusia, ekonomi, dunia kerja, serta teknologi yang saling berhubungan dengan bermacam bidang kehidupan manusia. Pertumbuhan teknologi saat ini sangat pesat sebab terjalin di seluruh bidang, Metode baru, pendekatan revolusi industri 4.0, semacam infrastruktur digital di industri 4.0, teknologi sudah menuju sistem cyber, internet of things, cloud. Tren ini mengganti banyak bidang apalagi style hidup. Revolusi industri 4.0 menanamkan campuran antara real, digital, serta fundamental. Pada masa revolusi industri ini terjalin lompatan besar di zona industri, pemanfaatan teknologi secara optimal, buat bisa bersaing, dan Indonesia wajib sanggup mengadopsi Industri 4.0 saat ini serta mempersiapkan strategi yang cocok di seluruh zona agar tidak ketinggalan.

Tantangan saat ini yang dialami pemerintah Indonesia dalam penuhi kebutuhan data serta komunikasi yang kurang mencukupi, dan kebutuhan digital yang belum maksimal. Teknologi seluler saat ini, yang di mana masih memakai 4G dan belum siap dengan 5G. Kecepatan rata - rata kurang dari 10 Mbps, tekonologi awan masih terbatas. Permasalahannya yaitu tenaga kerja tidak terampil, Indonesia mempunyai tenaga kerja terbanyak ke- 4 di dunia tetapi kurang berbakat dalam bekerja. Inovasi belum terdapat, anggaran pemerintah buat riset serta pengembangan masih sangat sedikit. Permasalahan kebijakan selalu tumpang tindih. Ditangani sebagian departemen semacam industri hulu migas yang dikelola oleh Departemen ESDM, tetapi zona menengah serta hilir teknologi digital mengarah revolusi industri 4. 0. Dari sisi sumber energi manusia, dari 133 juta angkatan kerja di Indonesia, cuma dekat 12 sampai 13 persen yang berpendidikan sarjana. Sebagian besar cuma tamat SD, SMP, serta SMA.

Di Asia Tenggara, keahlian tenaga kerja Indonesia sangat dasar dan rendah. Keadaan ini membuat pemerintah serta industri bekerja keras untuk meningkatkan kapabilitas tenaga kerja di Indonsesia. Target Indonesia, 5 tahun ke depan, hendak terdapat 52, 6 juta pekerjaan yang akan di hadapi.  Hasil riset ini menandakan bahwa manusia dalam menghadapi persaingan global saat ini harus mempersiapkan mental serta keahliaan khusus yang harus di miliki, dan mempunyai jiwa literasi serta meninggkatkan kualitas diri

Dari informasi tersebut terlihat jelas kalau pemerintah Indonesia mengalami tantangan yang sangat signifikan dari akibat revolusi industri 4. 0. Di satu sisi, mempunyai nilai positif untuk produktivitas kerja, tetapi di sisi lain persaingan dunia kerja berakibat pada ketersediaan tenaga kerja yang menjadi  permasalahan sosial.

Reformasi birokrasi ialah pergantian dalam sistem pemerintahan dari aspek kelembagaan, manajemen, serta sumber energi manusia atau SDM. Persaingan global di masa ini, sistem pemerintahan Indonesia ialah bagian dari revolusi industri 4. 0 dikala ini. Indonesia menempati peringkat 77 dari 119 negeri dalam Global Talent Competitiveness Index, yaitu dengan nilai 38,04. Angka tersebut, pemerintah melalui Departemen Tata Usaha akan melakukan Strategi Manajemen Sumber Energi Manusia di mana menunjuk Aparatur Sipil Pintar pada tahun 2024. Jadi setiap Aparatur Sipil Negara wajib menyesuaikan diri dengan teknologi data untuk pelayanan lebih cepat, akurat dan efektif, yang dimana menjadi Langkah digitalisasi birokrasi

Pada tahun 2020, Indonesia merambah Grand Design Pembangunan Aparatur Sipil Negeri 2020- 2024. Yaitu pemerintah Indonesia berupaya tingkatkan kinerja aparatur sipil negara mulai dari sesi rekrutmen atau penerimaan CASN baru dengan mempraktikkan sistem digital. Diharapkan dengan terdapatnya sistem rekrutmen ini bisa kurangi kecurangan rekrutmen yang di lakukan oknum oknum tertentu, diharapkan bisa jadi aparatur sipil negeri yang pintar buat memperkenalkan birokrasi kelas dunia Indonesia. Reformasi birokrasi ialah upaya revisi sistem penyelenggaraan pemerintahan spesialnya aspek kelembagaan, manajemen, serta sumber energi manusia aparatur. Teknologi data diterapkan di lembaga negeri semacam legislatif, eksekutif, serta yudikatif. Apalagi pejabat administrasi publik bisa memakai teknologi buat mengantarkan data tentang pemerintah kepada publik.

Pemerintah Indonesia sudah menetapkan 10 prioritas utama nasional dengan kebijakan“ Making Indonesia 4.0”, awal tingkatkan aliran aliran material dengan menguatkan penciptaan material hulu. Kedua, mendesain kembali kawasan industri. Ketiga, akomodasi standar keberlanjutan. Keempat, pemberdayaan usaha mikro kecil serta menengah. Kelima, menghasilkan infrastruktur berbasis digital nasional pengembangan jaringan. Keenam, mencari nvestasi asing untuk membangun industri manufaktur global dnegan hasil yang menarik untuk transfer teknologi. Ketujuh, kenaikan mutu Sumber Energi Manusia semacam mendesain ulang kurikulum pembelajaran buat membiasakan dengan masa industri 4.0. Kedelapan, terjadinya ekosistem inovasi dengan pengembangan Puslitbang serta Desain oleh pemerintah, swasta, negara, serta akademi besar. Kesembilan, mempraktikkan insentif investasi teknologi dengan menghadirkan pembebasan pajak ataupun subsidi buat adopsi teknologi serta sokongan keuangan. Kesepuluh, harmonisasi ketentuan serta kebijakan dengan menyelaraskan kebijakan serta regulasi lintas departemen. Dengan program“ Making Indonesia 4. 0” selaku perihal yang positif dalam mengalami masa baru revolusi industri, salah satu modul pokok program tersebut merupakan kenaikan mutu sumber energi manusia. Salah satu proses dalam pengembangan kapasitas aparatur merupakan lewat aktivitas diklat.

Permasalahan sumber energi manusia jadi aspek pembatas utama dalam mengalami revolusi industri 4. 0.Indonesia dengan luas daerah 5. 455. 675 km2 serta 3. 544. 744 km2 yang mana  2/ 3 wilayahnya merupakan lautan. Bersumber pada informasi dunia, penduduk Indonesia dikala ini menggapai 269 juta jiwa ataupun 3, 49 persen dari total penduduk dunia. Indonesia menduduki peringkat keempat negeri terpadat di dunia sehabis Cina( 1, 42 miliyar orang), India( 1, 37 miliyar orang), serta Amerika Serikat( 328 juta orang). Sebanyak 56 persen ataupun 150 juta penduduk Indonesia merupakan penduduk perkotaan. Jumlah penduduk Indonesia terus meningkat dari 261. i juta pada 2016 jadi 263, 9 juta pada 2017. Pada 2018, jumlah penduduk Indonesia hendak menggapai 266, 7 juta.

Memandang keadaan tersebut jadi tantangan besar untuk pemerintah Indonesia dalam tingkatkan mutu sumber energi manusianya. Standar dibutuhkan sebab variabilitas antar wilayah yang sangat besar bisa membuat sistem publik kandas, paling utama apabila suatu wilayah kurang penyediaan dana, infrastruktur, serta sumber energi manusia yang sanggup menunjang pemenuhan standar keluaran pelayanan. Daya saing manusia Indonesia masih tertinggal bila dibanding dengan negeri Asia Tenggara yang lain. Sumber energi manusia Indonesia masih menduduki peringkat 65 dari 130 negeri dengan skor 62, 19. Angka tersebut tertinggal dibanding Malaysia dengan menduduki peringkat 33, Thailand dengan menduduki peringkat 40, Filipina dengan menduduki peringkat 50, serta Vietnam dengan menduduki peringkat 64.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN