Jakarta

Anies Galau Tentukan Nasib PKL Asian Games

12 Maret 2018   11:01 Diperbarui: 12 Maret 2018   11:06 1115 18 8
Anies Galau Tentukan Nasib PKL Asian Games
https://2.bp.blogspot.com/

Menjelang perhelatan akbar Asian Games 2018, Indonesia melakukan banyak persiapan. Sebagai tuan rumah, tentu Indonesia ingin menampilkan yang terbaik dalam menyambut tamu kehormatan dari berbagai negara tersebut. Beberapa hal yang telah dilakukan meliputi persiapan wisma atlet, rencana rekayasa lalu lintas unttuk menngurai kemacetan hingga revitalisasi trotoar Sudirman-Thamrin.

Meski begitu, masih ada kekhawatiran akan hal-hal yang dapa mengganggu ketertiban pelaksaan acara tersebut. Salah satunya adalah membludaknya PKL yang berjualan, baik makanan maupun pernak-pernik khas event tersebut. Ditanya mengenai hal itu, Anies Baswedan selaku Gubernur jakarta belum mau berkomentar, dengan alasan pelaksanaan Asian Games masih lama, masih beberapa bulan lagi. Ia menyadari bahwa PKL melanggar undang-undang mengenai ketertiban umum, namun ia mengaku masih memikirkan solusi yang tepat untuk hal tersebut, serta ingin fokus dipengerjaan trotoar (Republika.co.id).

Masalah PKL di ibukota sudah sangat menghawatirkan. Masalah ini seperti tidak memiliki ujung dan berlarut-larut. Setelah PKL tanah abang yang "diberi hati" untuk berjualan di jalan, PKL ditempat lain juga menuntut hal yang sama. Hal ini ditunjukkan dengan penyalahgunaan Trotoar di jalan Melawai yang digunakan PKL untuk berjualan (Tempo.co). sudah seharusnya, Anies memikirkan dan mencari tindakan tegas dalam mengatur regulasi PKL yang ada di Ibukota. 

Pelaksanaan Asian Games yang tinggal beberapa bulan lagi dirasa bukan merupakan waktu yang lama bila digunakan untuk mengatur PKL berjualan. Kelihatannya Anies seperti tidak mampu serta "tunduk" terhadap PKL. Tidak ada yang tau apakah hal ini memang benar karena membela rakyak kecil dengan kebijakan keberpihakannya, ataukah karena alasan lain. Jangan sampai, pelaksanaan Asian Games 2018 yang telah dipersiapkan sedemikian rupa jadi sia-sia hanya karena PKL.