Jakarta

Desain Rambu Penunjuk Arah Taman Margasatwa Ragunan

3 Januari 2018   22:10 Diperbarui: 3 Januari 2018   22:19 409 0 0

Ditulis oleh: Yulia Nurliani Lukito & Dini Puti Angelia

Rambu penunjuk arah atau signagemerupakan elemen yang sangat penting pada ruang publik karena mempermudah orang untuk mengenal lingkungan, dan berkaitan dengan waktu tempuh orang untuk mencapai tempat tujuan. Semakin mudah signage untuk dimengerti tentunya akan membuat orang cepat sampai ke tempat tujuan dan sebaliknya, rumitnya signageuntuk dimengerti akan membuat orang susah sampai ke tempat tujuan, bahkan malah tersesat. Rambu penunjuk arah yang membingungkan akan membuat fungsi awalnya sebagai media untuk memudahkan pengunjung suatu tempat menemukan lokasi tujuan tidak tercapai. Contohnya pada sebuah tempat wisata akan membuat pengunjung lebih memilih bertanya langsung kepada satpam atau petugas daripada mencoba mengerti sendiri arah yang ditampilkan pada papan penunjuk arah.

Rambu penunjuk arah berhubungan dengan wayfinding yang sering digunakan di ruang publik untuk mengarahkan orang dan memberikan informasi sebuah lingkungan. Dari asal katanya, wayfinding berhubungan dengan arah dan menentukan jalan sehingga sampai ke tujuan. Wayfinding ini merupakan sebuah sistem penjelajahan yang menuntut orang untuk aktif sehingga tidak hanya membutuhkan signage tapi juga rute, landmark atau tengaran, dan peta yang saling melengkapi sistem navigasi.

Taman Margasatwa Ragunan merupakan salah satu ruang publik dan tempat wisata yang  banyak diminati warga Jakarta dan sekitarnya, terutama untuk wisata keluarga. Terdapat berbagai macam pengunjung mulai dari orang yang datang untuk lari pagi, rombongan anak sekolah yang mengadakan kunjungan, sekelompok orang yang mengadakan reuni atau gathering serta pengunjung biasa yang ingin berwisata ke kebun binatang. Luas area Taman Margasatwa Ragunan mencapai 147 meter persegi dan terdapat beberapa jenis rambu penunjuk arah di sana. 

Namun pada kenyataannya rambu penunjuk arah terkadang tidak terlalu berhasil memberikan informasi pada pengunjung karena cara penyampaiannya yang kurang efektif. Kurang berhasilnya rambu penunjuk arah pada dasarnya terkait dengan beberapa faktor seperti misalnya kejelasan informasi, pertimbangan ergonomis seperti jarak dan ketinggian pandang yang sesuai tubuh manusia, besaran huruf, pemilihan warna, serta letak rambu yang terkadang tidak strategis.

Melalui program pengabdian masyarakat, Universitas Indonesia mencoba menjalin kerja sama dengan pengelola Taman Margasatwa Ragunan untuk mendampingi perancangan rambu penunjuk arah yang sekaligus berkaitan dengan wayfinding system. Program yang diprakasai oleh pengajar dari Departemen Arsitektur FTUI mencoba memetakan kebutuhan akan penunjuk arah dan merancang papan rambu yang sesuai dengan kebutuhan Taman Margasatwa Ragunan. Ada beberapa tahap yang dilakukan sebelum desain rambu dibuat. 

Yang pertama adalah survei tipe dan kondisi papan penunjuk arah yang ada di Taman Margasatwa Ragunan serta memetakan kebutuhan termasuk jalur-jalur yang biasa yang dilalui pengunjung. Selanjutnya adalah membuat studi kebutuhan dan mengumpulkan ide desain yang disesuaikan dengan konteks lingkungan dan citra Taman Margasatwa Ragunan. 

Semua ide desain yang telah dibuat kemudian akan didiskusikan kembali dengan pihak pengelola Taman Margasatwa Ragunan. Dari survei dan studi awal didapatkan ide untuk membagi zona sesuai pintu masuk pengunjung, misal dari pinta masuk Utara, sehingga memudahkan pengunjung untuk kembali ke tempat awal kunjungan. Tujuan utama dari desain wayfinding dan rambu penunjuk arah adalah untuk memungkinkan pengunjung mengenali lingkungan seperti membuat penanda dalam pikiran mereka yang memudahkan navigasi dari satu tempat ke tempat lain. 

Karenanya, pada tahapan pematangan desain tim pengabdi mengusulkan pemakaian warna untuk tiap zona, menambahkan huruf, panah dan piktogram binatang untuk menunjukkan arah dan menekankan koleksi satwa dalam tiap zona agar mudah dikunjungi. Tahap selanjutnya adalah pembuatan dan pemasangan dengan memperhatikan perletakan dan material yang awet dipakai.

Pada akhirnya rancangan wayfinding dan rambu penunjuk arah akan memberikan kemudahan dalam mengeksplorasi kebun binatang sehingga pengunjung tidak habis waktu karena tersesat. Rambu penunjuk arah ini diharapkan juga mampu menjadi landmark dan tempat yang unik untuk berfoto.