Mohon tunggu...
Dini Mufidati
Dini Mufidati Mohon Tunggu... Khoirunnas Anfa'uhum Linnas

Mahasiswi Program Studi Tadris Matematika Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jember

Selanjutnya

Tutup

Ekonomi

Respon Islam Nusantara terhadap Modernisasi

11 April 2020   06:28 Diperbarui: 28 Mei 2020   19:34 51 0 0 Mohon Tunggu...

Assalamualaikum Wr. Wb.

Terimakasih kepada pembaca setia telah mengunjungi blog penulis. Kali ini penulis akan memaparkan sedikit terkait Respon Islam Nusantara terhadap Modernisasi.

Islam Modernisasi

  • Islam adalah agama yang sempurna. Kesempurnaan islam adalah sebuah keyakinan, maksud keyakinan disini adalah tiada Tuhan selain Allah. Syariat Islam bertujuan untuk memperkenalkan manusia dengan Tuhannya, menyeru manusia untuk melakukan ibadah mengingatkan manusia tempat keadaan dan tempat kembalinya. Banyak kitab yang menjelaskan gambaran tentang surga dan neraka.
  • Modernisasi selalu dikaitkan dengan perubahan semua aspek kawasan pemikiran dan aktivitas. Islam telah membuktikan bahwa islam bukanlah agama yang memberontak modernisasi, melainkan islamlah yang menjadi pelopor modernisasi. Disini ada tiga golongan yang muncul ketika umat Islam kebingungan dalam menyaring segala sesuatu dari bangsa Arab dan bangsa Barat. Pertama yakni golongan yang melarang segala sesuatu yang datangnya dari barat, kedua yakni golongan yang menerima dari barat, yang ketiga yakni yang menyaring apa yang sesuai dan apa yang tidak sesuai.

Sikap Islam Nusantara terhadap modernisasi

  • Keberadaan Islam Nusantara sempat menimbulkan polemik di masyarakat yang menganggap tidak perlu adanya labelisasi. Islam menjadi pelopor penting dalam adanya modernisasi. Modernisasi selalu dikaitkan dengan liberalisasi. Dengan itu berbicara modernisasi juga mesti dikaitkan dengan budaya barat oleh karena itu agama dianggap suatu perwujudan dari tradisi bangsa barat. Ada tiga sikap yang menghinggapi umat islam yaitu menerima tanpa adanya sikap kritis. Sikap yang kedua mengutuk bangsa barat dengan seluruh budayanya. Sikap yang ketiga mengambil budaya barat yang positif dan membuang budaya yang negatif.

Modernisasi Islam Nusantara

  • Modernisasi merupakan proses perubahan sosial kehidupan sesuai zaman. Modernisasi sering disebut juga dengan westernisasi karena hampir semua teknologi berasal dari dunia barat. Sebenarnya segala sesuatu itu pasti akan berdampak baik dan berdampak buruk, begitu juga dengan modernisasi. Modernisasi berdampak baik membawa kita berpikir cepat melalui tekhnologi. Namun, dampak negatif dari modernisasi yaitu modernisasi dapat mengikis yang sudah ada. Profesor DM Syamsudin mengatakan dalam sebuah kongres bahwa proses modernisasi secara perlahan mengikis budaya nusantara yang bernuansa islam. Namun disisi lain beliau mengungkapkan bahwa modernisasi bisa dilakukan dan menjadi nilai tambah di Indonesia. Untuk itulah diperlukannya sebuah benteng untuk melindungi tradisi agar tidak terkikis modernisasi. Tapi bukan berarti menutup diri dari modernisasi, melainkan harus disikapi dengan bijak, konteks dan substansi kebutuhan demi memperthankan budaya dan tradisi yang selama ini sudah ada.
  • Dalam sebuah study mengenai Islam Nusantara yang ditulis oleh habibi muhmmad lutfi pada tahun 2016, tertulis bahwa Abdul Muqid Al-Ghazali mencoba merumuskan metodologi dalam mengaplikasikan Islam Nusantara sebagai maslahah mursalah, ijtihad dan urf. Karena metode ini dipandang relefan dan tepat untuk menyikapi derasnya modernisasi yang ada. Hal ini mengingatkan bahwa Islam Nusantara merupakan pemahaman, pengalaman dan penerapan Islam dalam segmen fiqh muamalah sebagai hasil dialektika antara Naas, Syariat, Urf, budaya dan realita di bumi nusantara. Islam Nusantara yang mengunggulkan budaya dan tradisi tetap memperhatikan perkembangan zaman dalam hal ini yang disebut juga modernisasi. Yang menggunkan prinsip mempertahankan nilai lama yang baik dan mengambil hal baru yang lebih baik.
  • Hal ini juga sejalan dengan pendapat Gus Dur bahwa perlu dilakukan dinamisa, dimana dinamisa disini mencangkup dua proses penggalian nilai-nilai hidup lama yang positif dan penggantian nilai-nilai baru yang dianggap lebih sempurna. Bahkan dalam essay yang dikumpulkan di buku Islamku,Islam anda dan Islam kita pada tahun 2005, Gus Dur menjelaskan bahwa peradapan tradisional dapat berjumpa dengan peradapan modern dengan tetap mempertahankan keasliannya melalui pertunjukan. Seperti contoh kembang tombo ati yang dibawakan oleh sunan bonang dan sunan kalijaga dengan tujuan masyarakat lebih mudah menyerap ajaran Islam. Tembang tombo ati yang biasanya dulu diiringi dengan musik gamelan karena berkembangnya zaman tembang tombo ati bisa diiringi musik lainnya seperti musik jass, musik gambu. Selain ini Nusantara juga tanggap terhadap isu-isu kebangsaan seperti halnya Nasioalisme, Demokrasi dan Pancasila.
  • Dalam menerima isu-isu modernisasi tersebut Islam Nusantara tidak serta-merta lepas dari dasar pijakan keislamannya. Misalnya dengan mengambil keputusan untuk menerima isu-isu tersebut dengan hanya berdasrkan dalil-dalil filsafat secara murni. Islam nusantara tetap bertaut dalam nilai-nilai normatif yang terdapat dalam khazanah fiqh, ushul fiqh secara langsung. Sehingga penerapan dan penerimaan Islam Nusantara terhadap Budaya, produk ¬†atau isu-isu modernisasi tersebut masih masuk dalam koordinat syariat.
  • Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa modernisasi Islam Nusantara adalah dimana Islam berusaha mempertahankan budaya dan tradisi yang mulai terkikis dengan adanya modernisasi. Namun, selain itu Islam Nusantara juga berusaha untuk tetap mengikuti perkembangan zaman dengan memfilter segala sesuatu yang masuk dalam tubuh Islam di Indonesia.

Cukup sekian yang dapat dipaparkan penulis. Semoga bermanfaat.

Wassalamu'alaikum Wr Wb

VIDEO PILIHAN