Humaniora

"Seks Education for Kids, Why Not?"

9 November 2018   16:22 Diperbarui: 9 November 2018   18:30 113 0 0

Mendengar kata pendidikan seks tentu menimbulkan berbagai respon dari masyarakat, ada yang beranggapan sangat tabu jika dibicarakan di Indonesia karena belum dianggap sesuatu yang lumrah. Padahal paparan pornografi dan kejahatan seksual terhadap anak terus meningkat bahkan dengan sangat mudah di akses di dunia digital. 

Orangtua lebih berfokus pada pendidikan akademik daripada masalah sosial yang dihadapi anak, padahal kejahatan seksual terhadap anak salah satunya dipengaruhi karena kurangnya sosialisasi pendidikan seksual terhadap anak. 

Lalu, pada usia berapa anak mulai dikenalkan pendidikan seks?

Sebenarnya diusia 4 tahun sudah bisa diajarkan tentang pendidikan seks ini, mengingat di dalam pengajaran TK sudah terdapat tema yang membahas identitas diri, gender. 

Siapa saja yang berhak menyentuh tubuh si anak?

Ini juga perlu diingatkan tidak sembarang orang bisa menyentuh area-area vital tersebut, jika perempuan yang berhak adalah ibu, nenek, atau orang yang benar-benar dipercaya dan dokter yang akan memeriksa, begitupun sebaliknya. 

Keterbukaan antar keluarga sangat penting selain mendekatkan anak dengan orangtua juga mengantisipasi agar anak tidak mencari tau sendiri, bisa saja sumber yang didapat anak tidak terpecaya. 

Dalam menyampaikan pendidikan seks, partisipasi orangtua, lembaga sekolah terkait merupakan kunci keberhasilan dalam menanamkan nilai-nilai dan pengetahuan ini. agar anak tidak salah menafsirkan tentang seks.