Mohon tunggu...
Dinda Nur Ramadhania
Dinda Nur Ramadhania Mohon Tunggu... Mahasiswa - sometimes, all it takes is one prayer to change everything

Mahasiswa Ilmu Komunikasi UIN Sunan Kalijaga 20107030034

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud Pilihan

Kembangkan Inovasi dengan Membaca Situasi, Begini Kilas Usaha "Jogjasouvenir" Ibu Emi

29 Juni 2021   06:17 Diperbarui: 29 Juni 2021   06:29 299
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
salah satu souvenir buatan Ibu Emi/dokpri

Proses pembuatan souvenirnya sendiri pun juga membutuhkan waktu yang cukup, artinya tidak cepat dan tidak terlalu lama tergantung pemesanan konsumen yang seperti apa. Untuk harganya pun bisa menyesuaikan dengan request an konsumen. 

Untuk pemesanan souvenir yang melalui online pun juga termasuk sangat cepat yaitu hanya membutuhkan waktu sekitar 2 hari pesanan souvenir konsumen sudah terkirim sesuai tujuan.

dokpri
dokpri
Tidak hanya berjualan di toko saja, Ibu Emi juga membuka melalui online yaitu dengan menggunakan aplikasi marketplace. Menurut Ibu Emi, Kota Yogyakarta juga membuat Ibu Emi mudah untuk membeli dan mendapatkan bahan baku pembuatan souvenir. "Alhamdulillah juga, enaknya di Jogja itu bahan bakunya lumayan murah, selain murah juga mudah untuk di dapat. Kalau pas lagi musim panas, kita sangat mudah untuk mendapat bunga-bunga kering sebagai hiasan untuk box souvenir. Namun saat musim hujan, kita lumayan sulit untuk mendapatnya." tutur Ibu Emi. Souvenir yang dibikin Ibu Emi pun mempunyai ciri khas yang etnik dan berbeda dari yang lainnya. Tidak hanya itu saja, Ibu Emi pun juga memanfaatkan bahan-bahan daur ulang yang bisa dijadikan sebagai lapisan pembuatan souvenir. Ibu Emi juga menerima pembuatan souvenir yang direquest oleh konsumen. "Biasanya konsumen mengeluarkan ide-ide yang diinginkan atau menginginkan souvenir yang seperti apa kita bisa wujudkan versi dari pembuatan souvenir saya." tutur Ibu Emi.

Sayangnya, di era musim pandemi covid-19 ini membuat usaha souvenir Ibu Emi terdampak. Banyaknya larangan menggelar acara pernikahan di musim pandemi covid-19 menjadikan orderan souvenirnya berkurang. 

Ibu Emi lalu memutar otak untuk tetap menjalankan usahanya dengan mempromosikan secara online dengan media sosial dan menyediakan box hantaran beserta isinya yang diaplikasikan sesuai dengan ciri khas souvenir buatan Ibu Emi untuk orang yang ingin menikah namun tidak menggelar acara secara besar-besaran. 

"Sekarang kan orang carinya yang simpel karena tidak boleh menggelar acara yang rame-rame yang penting pernikahannya sakral, jadi kita bikin box uang dan box cincin satu set beserta perhiasannya dan mungkin itu sudah jalan rezeki yang diberikan oleh Allah SWT. Dan alhamulillah nya itu menjadi laris manis sekarang ini dipasaran online dan media sosial." tutur Ibu Emi. 

Tidak hanya konsumen saja yang tertarik, dengan mencoba hal baru ini menjadikan toko online yang ada di marketplace pun juga tertarik. Tidak hanya untuk orang yang mau menikah saja, sekarang ini Ibu Emi juga selalu menyetok produknya karena toko-toko selalu order pesanan di Ibu Emi setiap satu minggu sekali dan orderannya pun cukup banyak yaitu minimal sekitar 50 pcs.

Ibu Emi sengaja tidak menjual produknya ke pasar-pasar karena menurutnya di Kota Jogja ini banyak orang yang kreatif dan dikhawatirkan banyak orang yang meniru pembuatan souvenir dari buatan tangan Ibu Emi sendiri. "Kita tidak menjual ke pasaran karena kan di Kota Jogja ini banyak orang-orang yang kreatif, takutnya nanti juga ada orang yang meniru. Ya, kalau harganya sama sih ya enggak apa-apa ya, takutnya ini kalau harganya berbeda malah lebih mahal dari yang kita jual." tutur Ibu Emi. 

Jogjasouvenir usaha milik Ibu Emi ini juga terdaftar di Dinas dan sering mengadakan pameran-pameran. Dari mengadakan pameran, Ibu Emi juga mendapatkan konsumen dan reseller-reseller baru dari berbagai macam, seperti wedding organizer, toko undangan, dan toko souvenir. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun