Mohon tunggu...
Dinda Nur Khofifah
Dinda Nur Khofifah Mohon Tunggu... Mahasiswa - IPB University

@dndnk_

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Alam & Tekno

Mahasiswa KKN-T IPB University Terapkan Inovasi Budikdamber dalam Upaya Pemanfaatan Kawasan P2L di Desa Jatisari, Kabupaten Bandung.

22 September 2022   16:00 Diperbarui: 22 September 2022   16:16 41 0 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun

Kuliah Kerja Nyata Tematik IPB University (KKN-T IPB) merupakan salah satu kurikulum dari IPB yang wajib dilaksanakan oleh mahasiswa IPB University. KKN-T dapat menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu yang telah didapatkan dari kampus kepada masyarakat. 

Pelaksanaan KKN-T pasca pandemi dirancang untuk membantu pemerintah daerah membangun kembali kesejahteraan masyarakat yang sempat menurun akibat pandemi. KKN-T diharapkan mampu memberdayakan masyarakat dalam menemukan solusi dari permasalahan yang sedang terjadi di daerahnya. Masyarakat diharapkan menumbuhkan rasa kepeduliannya untuk turut membangun kesejahteraan daerah setempat bersama mahasiswa.

(sumber: panduan pelaksanaan KKN-T IPB 2022)

Rabu (22/6/2022), Kelompok KKN-T IPB University di tugaskan untuk menjalani KKN-T selama 40 hari  di Desa Jatisari, Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung. Kecamatan Kutawaringin dipilih sebagai lokasi KKN (Kuliah Kerja Nyata) dikarenakan terdapat berbagai potensi dan permasalahan yang ada di wilayahnya.

Kutawaringin merupakan sebuah kecamatan di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Indonesia. Kecamatan Kutawaringin terbentuk dari hasil pemekaran Kecamatan Soreang, berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Bandung Nomor 18 Tahun 2007 tanggal 12 Desember 2007 (Setiawan dan Gani 2020). Salah satu desa yang dituju yaitu Desa Jatisari memiliki potensi yang melimpah di sektor pertanian dan perkebunan. Sehingga sebagian besar masyarakatnya pun merupakan petani. 

Desa Jatisari merupakan desa yang letaknya cukup dekat dengan jalan tol yang merupakan akses baru untuk menuju Kota Bandung sehingga desa ini juga memiliki potensi akan lahannya yang cukup luas untuk dijadikan hunian bagi warga kota yang memiliki keperluan pekerjaan atau hanya sekedar liburan karena terdapat view Kota Bandung yang menarik yang dapat dilihat di Desa Jatisari. Namun, adanya minat akan tempat tinggal di Desa Jatisari menyebabkan banyaknya pembeli lahan yang bahkan merupakan lahan pertanian. Hal tersebut justru mengancam sektor pertanian dan perkebunan serta penghasilan masyarakat di Desa Jatisari.

"Kalau dilihat lihat Desa Jatisari memang memiliki sawah yang sangat luas begitupula lahan perkebunannya. Namun, lahan-lahan tersebut banyak yang sudah dikuasai oleh pihak lain. Pemilik aslinya banyak yang menjual sawahnya kepada pihak tersebut. Sehingga mereka yang dulunya pemilik dan penggarap sawah milik pribadi, mirisnya sekarang hanya sebagai penggarap saja". Jelas kepala desa Jatisari, Rabu (22/6/2022).

Dengan adanya permasalahan tersebut, kelompok mahasiswa KKN-T Desa Jatisari berinisiasi untuk mengenalkan inovasi Budikdamber kepada masyarakat Desa Jatisari. Budikdamber adalah sistem budidaya ikan (akuakultur ) dan tanaman (hidroponik) bersama dalam sebuah  ekosistem yang resirkulasi/saling menguntungkan yang menggunakan bakteri alami untuk mengubah kotoran dan sisa pakan ikan menjadi nutrisi tanaman. 

Dengan kata lain budikdamber adalah sistem dimana tanaman dan ikan bertumbuh bersama. Dengan  menggabungkan kedua sistem tersebut, terjadi daur ulang sehingga limbah dari sistem akuakultur merupakan input sistem hidroponik.  Dengan menggabungkan akuakultur menjadi budikdamber, limbah yang dibuang ke alam menjadi sangat minimal. Sehingga boleh dikatakan sistem budikdamber adalah sistem yang ramah lingkungan.

Senin (25/7/2022), Pengenalan inovasi Budikdamber dalam upaya pemanfaatan kawasan pekarangan pangan lestari (P2L) dilakukan dengan metode sosialisasi terkait penerapan desain kawasan P2L dan sistem budikdamber serta demonstrasi langkah-langkah pembuatan budikdamber dari awal hingga akhir.

Dengan memberikan edukasi dan demonstrasi pembuatan budikdamber di Desa Jatisari Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat ini diharapkan mampu memenuhi kebutuhan pangan dan gizi keluarga melalui penyediaan aneka sayur dan buah serta sumber protein hewani, mampu meningkatkan pendapatan keluarga sehingga dapat mengurangi biaya untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari, dan meningkatkan biaya untuk pendidikan, dan membudayakan masyarakat mengkonsumsi makanan yang beragam, bergizi seimbang dan aman (B2SA).

Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Alam & Tekno Selengkapnya
Lihat Ilmu Alam & Tekno Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan