Mohon tunggu...
Dina Aulia
Dina Aulia Mohon Tunggu... Bismillahirrahmanirrahim

Mahasiswa Program Studi Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Palangkaraya tahun 2019

Selanjutnya

Tutup

Ruang Kelas

Bagaimana Kabar Perekonomian Indonesia di Tengah Situasi Pandemi Covid-19?

5 Mei 2021   00:39 Diperbarui: 5 Mei 2021   05:52 120 2 1 Mohon Tunggu...

Negara Indonesia adalah salah satu dari sekian banyak negara yang terdampak covid-19. Pertama kali wabah ini masuk ke negara Indonesia pada awal maret tahun 2020 yang tentunya mengakibatkan dampak atau pengaruh buruk terhadap suatu negara. Dampaknya yaitu bukan hanya pada kesehatan tetapi juga pada perekonomian negara. Kehadiran Covid-19 telah mengubah tatanan global secara dramatis yang nyatanya melumpuhkan roda perekonomian global. Sehingga adanya kebijakan-kebijakan baru untuk mengatasi covid-19 yang dimana kebijakan-kebijakan tersebut membuat terhambatnya pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Pandemi ini betul-betul membawa kontraksi yang sangat buruk diantara nya terhadap sektor penerbangan, sektor transportasi, Sektor pariwisata, investasi, pergudangan, pertambangan, penggalian, serta tutupnya sejumlah hotel dan restoran. Perekonomian Indonesia saat ini mengalami penurunan, bisa dikatakan mengalami kemiskinan.

Di Indonesia sekarang ini tidak bisa dipungkiri lagi bahwa keadaan ekonominya sangat tidak stabil. Covid-19 ini membuat aktivitas masyarakat sehari-hari banyak yang terhambat selain itu kerja sama antar negara pun juga mengalami permasalahan misalnya kegiatan ekspor dan impor di Indonesia yang mengalami kemacetan akibat kebijakan-kebijakan yang mengharuskan adanya pembatasan disetiap negara. Adapun data-data nilai ekspor Indonesia tercatat sebesar US$ 13,7 miliar pada Juli 2020, meningkat 14,3% dari bulan sebelumnya. Meski begitu, nilainya masih lebih rendah hampir 10% dibandingkan Juli 2019, yang mencapai US$ 15,2 miliar. Sementara itu, nilai impor justru mengalami penurunan, yakni dari US$ 10,8 miliar pada Juni 2020 menjadi US$ 10,5 miliar pada Juli 2020. Nilai tersebut juga menurun hingga 32,6% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Dari data-data di atas dapat kita ketahui bahwa kegaiatan ekspor dan impor mengalami penurunan di karenakan perusahaan kesulitan dalam mendapatkan bahan baku sehingga menyebabkan terjadinya harga bahan baku yang melambung. Oleh sebab itu juga banyak perusahaan memilih untuk mengurangi produksi dan karyawannya bahkan ada yang sampai menutup pabriknya. Selain karena ada pembatasan jumlah pekerja yang bisa beraktivitas di kantor ataupun pabrik, hal itu juga terjadi karena permintaan atau konsumsi domestik mengalami penurunan. Dampaknya, pendapatan masyarakat pun mengalami pengurangan karena salah satunya kehilangan pekerjaan yang mengakibatkan pengangguran. 

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada periode Agustus 2020, jumlah angka pengangguran meningkat 2,67 juta orang. Dengan demikian, jumlah angkatan kerja di Indonesia yang menganggur menjadi sebesar 9,77 juta orang. Pandemi Covid-19 menyebabkan tingkat pengangguran terbuka (TPT) yang berhasil ditekan di angka 5,23 persen menjadi meningkat 7,07 persen. Peningkatan jumlah pengangguran pun turut membuat jumlah penduduk miskin mengalami peningkatan. Data BPS menunjukkan, jumlah penduduk miskin Indonesia mencapai 27,55 juta orang pada September 2020. Jumlah tersebut meningkat 2,76 juta dibandingkan posisi September 2019. Angka tersebut membuat kemiskinan Indonesia kembali ke level 10 persen dari jumlah penduduk, yakni sebesar 10,19 persen.

Melihat permasalah yang sedang terjadi seperti sekarang ini dimana meningkatnya angka kemiskinan dan menurunnya perekonomian tentu ini menjadi ancaman besar bagi negara Indonesia. Mau tidak mau pemerintah Indonesia harus mencari dan melakukan berbagai macam langkah-langkah untuk membangkitkan kembali perekonomian yang sedang terpuruk ini. Misalnya harus mengedepankan lagi protokol kesehatan dan sosialisasi terus kepada masyarakat agar bisa bekerja sama untuk memutuskan tali rantai virus corona, karena percuma saja jika melakukan berbagai macam cara untuk memulihkan kembali perekonomian tetapi mengabaikan protokol kesahatan tetap ujung-ujungnya akan berimbas kembali pada perekonomian Indonesia, selanjutnya yaitu penguatan perlindungan sosial dan dukungan terhadap sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Ada kabar baiknya sekarang ini yaitu vaksin telah ditemukan dan di distribusikan sepenuhnya dan tujuan nasional berfokus untuk mulai mengembangkan ekonomi, terdapat beberapa kebijakan yang dapat dijalankan. Kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah pada situasi seperti ini perlu lebih berfokus pada tujuan jangka panjang. Perlunya penyesuaian alokasi anggaran kepada hal-hal yang memberikan manfaat pada jangka panjang. investasi pada proyek jangka panjang seperti infrastruktur perlu digencarkan. Investasi pada infrastruktur yang padat karya akan memberikan banyak manfaat dalam jangka panjang. Pertama, penyerapan tenaga kerja dalam jangka panjang akan meningkat, memberikan sumber penghasilan jangka panjang kepada masyarakat. Kedua, manfaat dari infrastruktur yang dibangun memberikan nilai guna yang bisa dimanfaatkan masyarakat dalam jangka panjang. Ketiga, pembangunan infrastruktur dalam industri pariwisata akan meningkatkan minat masyarakat mancanegara untuk berwisata di Indonesia. Industri pariwisata yang saat ini sedang mengalami kemunduran pun dapat segera menyambut momen kebangkitannya.

Pada masa sekarang ini bukan hanya pemerintah saja yang berkerja keras tetapi masyarakat pun harus ikut membantu mewujudkan harapan negara yaitu bangkit  dalam keterpurukan. Oleh dari itu perlunya saling mendukung antar individu dalam menyikapi Covid-19 ini, misalnya dengan cara mematuhi kebijkan-kebijakan yang telah dibuat pemerintah dan jangan menyalahgunakan tetapi harus memanfaatkan bantuan yang sudah pemerintah berikan. Pentingnya beradaptasi di masa sulit untuk menciptakan inovasi yang menuju ke masa depan, ke arah kemandirian yang berkelanjutan. 




VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x