Energi

Pemanasan Global dan Pendinginan Global

8 Februari 2018   22:01 Diperbarui: 8 Februari 2018   22:39 518 0 0

Global warming atau yang biasa dikenal istilah pemanasan global merupakan peristiwa meningkatnya suhu rata-rata yang terjadi pada lapisan atmosfer yang akan mengakibatkan suhu di bumi meningkat, hal ini dipicu oleh efek gas-gas rumah kaca yang menyebabkan peningkatan karbondioksida (CO2). Salah satu yang merupakan penyebab utama terjadinya global warming ialah bertambahnya pabrik-pabrik industri di wilayah perkotaan. Gas buang dari industri dapat menyebabkan pencemaran udara yang disebabkan oleh asap pabrik yang berlebihan, karena asap pabrik mengeluarkan gas berupa karbondioksida, karbon monoksida, gas metana dan yang lainnya.

Global warmingberdampak pada kehidupan di bumi dan sudah dapat kita rasakan, mulai dari mencairnya es di kutub, kebakaran hutan dan lahan, pemutihan karang, serta kekeringan yang melanda. Semua itu dapat terjadi jika suatu lingkungan ekosistem mengalami perubahan suhu, maka akan mengubah semua tatanan ekosistem di dalamnya, global warming juga berpengaruh terhadap lingkungan dan iklim dunia dikarenakan apabila terjadinya kenaikan suhu yang berlebihan maka akan menyebabkan suatu anomali cuaca yang mungkin saja dapat merugikan kita. 

Mengenai efek perubahan suhu tentu kita dapat menganggap jika suhu yang berubah ialah suhu global, dalam arti seluruh permukaan bumi di belahan manapun mengalami peningkatan. Dengan demikian, efek yang ditimbulkan akan dirasakan dan saling mempengaruhi antar wilayah di bumi.

Pendinginan global atau global cooling merupakan fenomena kebalikan dari pemanasan global atau global warming Ini dikarenakan apabila bumi nanti pada akhirnya mencapai titik puncak pemanasannya dan menjadi dingin. Alam atau lingkungan kita mempunyai berbagai aktifitas sehingga matahari juga mempunyai siklus pendinginan matahri yang dikenal sebagai peristiwa Little Ice Age. Peristiwa ini terjadi setiap 200-250 tahun sekali yang memang sudah pernah terjadi pada tahun 1650-1850. Ilmuwan memprediksikan bahwa kondisi ini akan dapat terjadi lagi ditahun 2030 dan 2040. Tapi peristiwa ini akan sedikit berbeda yaitu tidak sehebat yang pernah terjadi pada tahun 1650-1850 pada zaman dahulu.

Pusat penelitian di German atau biasa disebut dengan GFZ menemukan sebuah bukti langsung yang menyatakan bahwa pendinginan terjadi secara signifikan yang disebabkan oleh "Cahaya Matahari Minimum". Naik turunnya temperatur udara disebabkan oleh penurunan aktivitas matahari ini bisa mengkibatkan suhu bumi menurun 0,2 derajat celcius. Selain itu, proses pemanasan global yang melelehkan es di bebebapa daratan juga di prediksikan akan memicu pendinginan global.

Pendinginan global merupakan peristiwa dimana matahari nantinya tidak lagi menyinari alam semesta dengan maksimal dan tentunya berlawanan dengan pemanasan global serta memicu pembentukan zaman es seperti di danau Meerfelder Maar di Jerman. Pendinginan matahari ini sebelumnya menyebabkan banyak sungai di Inggris yang membeku di zaman itu. 

Pendinginan ini berdampak pada suhu bumi yang mengalami penurunan suhu secara signifikan di atmosfer serta secara menyeluruh suhu di bumi akan mengalami pendinginan mendadak berapa derajat di permukaan bumi. Konsekuensi dari siklus pendinginan global selama 30 tahun mendatang diantaranya: terjadi gagal panen di sector pertanian, mengalami krisis kebutuhan energi, kesulitan bertransportasi dan terjadinya perubahan habitat.

Menurut penelitian-penelitian tentang kedua fenomena tersebut, bisa saja kita akan mengalaminya dikarena terjadinya ketidakseimbangan alam. Oleh karena itu, pemanasan global dan pendinginan global merupakan fenomena yang berdambak pada perubahan iklim (climate change), dan akan menjadi sangat sulit apabila kita tidak mencegahnya dari sekarang.

Mencegah terjadinya fenomena-fenomena tersebut, seperti tidak membangun rumah kaca dimana efek rumah kaca merupakan faktor terbesar yang menyebabkan pemanasan global, melakukan pembakaran sampah secara berlebihan, menghemat penggunaan listrik, selain itu efek dari asap dan polusi kendaraan juga dapat dicegah dengan menggunakan kendaraan yang ramah lingkungan seperti menggunakan sepeda dan transportasi umum agar tidak bertambah banyaknya pengguna kendaraan yang berpolusi. 

Kita tidak akan tahu bagaimana keadaan bumi kita kedepannya yang perlu kita lakukan hanyalah dengan menjaga keseimbangan alam yang ada, tentu akan berdampak baik bagi kita nantinya agar kelestarian bumi tetap terjaga dan dapat dirasakan oleh generasi selanjutnya.