Politik

Tradisi Gagasan AHY agar Pilpres Tak Jadi Ajang Beli Kucing dalam Karung

12 Juli 2018   16:53 Diperbarui: 12 Juli 2018   17:11 397 0 1
Tradisi Gagasan AHY agar Pilpres Tak Jadi Ajang Beli Kucing dalam Karung
sumber: demokrat.id

Seandainya tak ada Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), agaknya penetapan paslon menjelang pendaftaran Pilpres 2019 ini akan membosankan, dan tak mendidik. Keriuhan ini cuma seputar siapa berpasangan dengan siapa.

Dari kubu mereka yang namanya digadang-gadang masuk bursa cawapres Jokowi, tidak kita temukan otokritik sejauh mana Nawacita sudah dijalankan, dan apakah pada periode selanjutnya Nawacita itu masih layak dilanjutkan atau diperbaharui? Sudah sejauh mana realisasi dari visi misi pencapresan Jokowi di Pilpres 2014?

Sebaliknya, dari kubu bursa cawapres tidak pula kita temukan visi, misi dan strategi yang detail, terukur dan masuk akal. Yang muncul semata-mata pokoknya Jokowi mesti satu periode.

Padahal visi dan misi bukan sekadar secarik kertas yang tidak bermakna. Visi dan misi yang terucap dan tertulis adalah janji sekaligus utang politik bagi para calon pemimpin nasional ini, yang mesti kita kejar hingga selasai masa jabatan mereka. Rakyat Indonesia wajib mengingatkan realisasi visi dan misi itu.

Jadi buat saya, maaf-maaf saja ini seperti fenomena pembodohan pilpres. Publik dipaksa menyaksikan parpol-parpol saling rangkut atau sikut untuk menentukan kandidat capres-cawapres 2019, tetapi tidak diberikan ruang untuk mengetahui visi-misi masing-masing kandidat tersebut.

Satu-satunya yang membuat saya bersyukur, ada AHY di sana.

Gerak langkah AHY menuju kursi peserta Pilpres, menggambarkan bahwa putera SBY ini tak pernah menganggap rakyat Indonesia sebagai patung. Kekuasaan adalah amanah untuk mensejahterakan rakyat, karena itu sebelum pertandingan dimulai AHY sudah keliling Nusantara untuk mendengar keluh kesah rakyat.

AHY adalah kandidat pertama yang menyampaikan visi, misi dan strategi yang akan dilakukannya sekiranya dipercaya rakyat Indonesia untuk memimpin bangsa dan negara ini. AHY bukan hanya telaten membongkar masalah-masalah yang terjadi dan dikeluh-kesahkan rakyat di era pemerintahan Jokowi, tetapi juga memberikan solusinya. Tak lupa, sikap galan AHY yang mengakui pencapaian-pencapaian yang telah berhasil dilakukan rezim Jokowi.

Subtansi pidato yang detail, terukur dan masuk akal, diimbangi dengan diksi pidato yang sederhana sehingga mudah dipahami rakyat. Apalagi, AHY membawakan pidato itu dengan gerakan badan, senyum, hingga tatapan yang penuh optimisme.  Dan sebagai rakyat, jujur saja saya turut terhanyut menonton dan mendengar pidato AHY tersebut. Segera saja muncul harapan saya akan perubahan yang lebih baik pasca Pilpres 2019 mendatang.

Sayang seribu saya, baru AHY yang melakukan hal ini. Saya belum pernah membaca pikiran utuh kandidat-kandidat lainnya dalam membangun masa depan Indonesia. AHY memang terbilang paling muda di antara para kandidat yang tengah berkompetisi itu. Tapi saya pikir upaya AHY untuk bersikap transparan agar rakyat Indonesia tidak seperti membeli kucing dalam karung patut diadopsi oleh kandidat-kandidat yang lain.