Mohon tunggu...
Dina M
Dina M Mohon Tunggu... -

A person who like to know more about science and health.

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Mau Membaca tapi Bukunya Tak Ada

6 Oktober 2017   19:40 Diperbarui: 6 Oktober 2017   20:17 653 4 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun

Butuh langkah yang jauh untuk mengenal. Mengenal kondisi yang berada didepan mata. Terkadang kita mampu melihat lebih jauh, tapi tak pernah atau lalai melihat 'sesuatu' yang dekat.

Berbekal ide yang terlintas begitu saja, saya memulai mencari dukungan untuk mengumpulkan buku-buku dan alat tulis. Tujuan hanya satu, yaitu membantu adik-adik yang 'jauh' dari buku. Tapi sejatinya mereka dekat dengan buku. 

Tidak perlu waktu yang lama untuk mengumpulkan donasi buku. Tak sampai satu bulan, buku-buku mata pelajaran, bacaan hingga alat tulis terkumpul. Buku-buku itu, sebagian sudah disalurkan ke SD Negeri 18 Pangkin, Desa Mungguk, Kecamatan Sekadau Hilir dan Kampung Batu Kumpang, Desa Sungai Ringin, Kecamatan Sekadau Hilir.

Di SD Negeri 18 Pangkin, miris lantaran isi perpustakaan sebatas buku mata pelajaran saja. Buku-buku yang tersusun di rak tak ada buku baru. Di rak lainnya bahkan ruang kosong karena tak semua terisi dengan buku.

Berbincang singkat dengan Kepala Sekolah. Diakuinya, sekolah yang dipimpinnya itu masih kekurangan buku-buku seperti bacaan. Miris sekali, rasanya padahal buku bacaan tak kalah pentingnya dalam meningkatkan literasi para pelajar disana. 

Dok.pribadi
Dok.pribadi
Namun, yang tak kalah mirisnya di kampung Batu Kumpang. Bertemu dengan salah seorang warga di sana yang bercerita dirinya kesulitan menyuruh cucunya belajar membaca. Hal itu lantaran buku untuk belajar membaca tidak ada. Padahal, sang cucu baru saja masuk sekolah dasar. 

Maka tak heran, saat saya didamping Sekretaris Desa dan Kepala Dusun, warga mulai dari anak-anak hingga orang tua antuasias dengan adnaya bantuan buku-buku bekas itu. Buku pelajaran dan bacaan kami titipkan di Surau setempat agar anak-anak disana dengan mudah mendapatkan buku tersebut. Sedangkan alat tulis, dibagikan langsung kepada mereka.

Kini dengan adanya buku-buku tersebut, tak ada lagi alasan yang didengar tak ada buku untuk belajar. Memang, tidak cukup sampai disitu saja. Memotivasi mereka untuk belajar perlu usaha dan kerja keras dan dimulai dari kemauan mereka sendiri. 

Kedua tempat itu, mungkin hanya sebagian kecil kondisi dimana masih banyak anak-anak yang 'jauh' dari buku. Banyak diantara mereka yang sebenarnya mau belajar atau membaca hanya terkadang terkendala lantaran terbatas dan tidak adanya buku. 

Ada kebahagiaan tersendiri melihat senyum dan tawa mereka saat mendapatkan buku, meski hanya buku bekas. Mungkin ini tak seberapa, karena kita hanya perlu memulai saja. Memberi dan berbagi sedikit kebahagiaan sembari memotivasi anak-anak agar mau membaca.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan