Mohon tunggu...
Dina Finiel Habeahan
Dina Finiel Habeahan Mohon Tunggu... Guru - be do the best
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

BE A BROTHER FOR ALL

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Merah-Kuning-Hijau

22 Maret 2021   20:53 Diperbarui: 22 Maret 2021   21:35 284
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Menikmati senja dilampu merah adalah sesuatu yang menyenangkan untuk saya. Aneka reaksi akan muncul dan terlihat dari setiap pengendara ketika berhenti dilampu merah.

Tadi sore pulang dari kampus ketika berhenti di lampu merah saya memiliki pengalaman yang menarik. Mengendarai di kota medan tentu saja berbeda dengan mengendarai di tempat lain. Setelah beberapa tahun saya mengendarai motor sendiri di kota Medan banyak hal yang menarik. Sekalipun itu cenderung pada kesalahan tapi tetap dibudayakan oleh sebagian orang.

Setiap dari kita pasti sudah tau dan mengenal lampu-lampu lalu lintas yang berwarna merah-kuning-hijau. Lampu ini sering kita temukan pada persimpangan jalan. Merah itu tandanya berhenti,kuning artinya siap-siap dan Hijau artinya jalan.

 Akan tetapi sejauh pengamatan saya atau realita menunjukkan tidak demikian. Hijau artinya jalan terus,kuning artinya tancap gas sebelum terkena lampu merah dan merah itu artinya kabur sekencang-kencangnya sebelum polisi datang menghadang. Terkesan lucu bagi sebagian orang tapi ini adalah sebuah pelanggaran dan kesalahan total. Akibatnya bisa fatal seperti kecelakaan dan harus mengalami luka bahkan kehilanngan nyawa.

Tadi sore ketika saya berhenti dilampu merah,suara klakson mobil mewah itu memekakkan telingan saya. Sudah tahulampu merah masih ngotot mau lewat. Akhirnya saya katakan ," silahkan lewat dari atas Pak" Setelah lampu hijau ,mobil itu berusaha lewat dari samping saya dan meneriaki saya. Saya hanya bisa bergumam dalam hati, " Maafkan dia Tuhan,dia tidak tau apa yang dia perbuat".

Pengalaman singkat ini menghantar saya pada permenungan yang sangat panjang. Rambu-rambu atau aturan itu sangatlah saya butuhkan. Bukan hanya dijalan raya tetapi aturan akan selalu saya temukan dalam perjalanan hidup saya. Baik ditempat kerja maupun dalam kebersamaan. Bila saya mampu mematuhi aturan atau rambu-rambu itu maka keteraturan yang minimal sekalipun akan dapat terwujud. 

Bagi saya sendiri mengikuti peraturan yang ada adalah salah satu cara yang dapat menghantar saya pada batas minimum dari yang baik. Untuk menjadi lebih baik lagi,saya harus melakukan yang lebih baik dari apa yang telah dianjurkan. Sebab bagi kita pengguna jalan raya bukan untuk melihat apalagi menghitung berapa lampu merah-hiju-kuning yang harus dilewati. Melainkan yang diharapan dari setiap pengendara adalah tertib dan patuh terhadap rambu-rambu lalu lintas.

Tiga lampu ini juga dikenal dalam hidup sehari-sehari termasuk dibiara yakni bagaimana saya mengisi hidup keseharian saya. Dalam kehidupan sehari-hari lampu ini bernada ketaatan,kemiskinan (pengendalian diri),dan kmurnian (kejujuran). Lampu ini tentu sudah menjadi penuntun bagiku juga bagi anda semua  untuk mengejar kesempurnaan cinta yang baik,benar dan indah. 

Dalam beberapa aspek kehidupan saya harus taat. Tidak semua keinginaku harus dikabulkan. Misalnya taat kepada pimpinan,taat kepada keputusan bersama,dan masih banyak lagi. Ketaatan itulah yang menuntun saya untuk memiliki sikap yang terarah pada kebaikan. Kemampuan mengarahkan diri pada kebaikan disana kutemukan kemurnian( kejujuran baik terhadap diri sendiri maupun sesama).

Dalam permenungan saya,sikap terarah tentu saja pada kebaikan berangkat dari kemampuan untuk melepaskan,melepaskan ego,kehendak.dan keinginan yang tidak teratur. Kemampuan untuk melepaskan mengandung makna dan bernilai kemiskinan. Dilakukan ukan karena tuntutan melainkan berasal dari kesadaran sendiri dan merupakan pilihan bebas untuk melakukannya.

Ternyata rambu-rambu dalam kehidupan lebih dari sekadar lampu lalu lintas. Apapun yang menjadi perintah,aturan,nasihat dan larangan hendaknya saya terima dengan hati yang terbuka dan rela saya lakukan dengan sepenuh hati. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun