Mohon tunggu...
Dimitri Yola Naluritha
Dimitri Yola Naluritha Mohon Tunggu... lokasi terkini : Pelaut dengan perahu kecil di tengah samudra

blessed ♾️ life is not a dead end #FocusOnYourAbillity #NonConformistHallofFame

Selanjutnya

Tutup

Digital Artikel Utama

Netizen Punya Konotasi Buruk, Ulahnya Memang Buat Geram

3 September 2018   19:22 Diperbarui: 4 September 2018   13:41 0 6 4 Mohon Tunggu...
Netizen Punya Konotasi Buruk, Ulahnya Memang Buat Geram
pict : youtube UNICEF

Apa yang ada di benak kompasianers ketika mendengar kata "Netizen"?

Sebagian besar orang mungkin secara otomatis berpikir bahwa netizen ialah orang yang gemar berkomentar pedas di dunia maya, terlebih di sosial media.

Bahkan tak jarang argumen dari netizen sendiri yang melontarkan pada pendapat netizen lain bahwa netizen itu maha benar, sumbu pendek, pandai membelokkan fakta, dsb.

Perlu diketahui bahwa arti netizen secara harfiah adalah singkatan dari internet citizen (warga)atau orang orang yang secara aktif terlibat di komunitas online atau internet pada umumnya (medium.com). Netizen juga kerap disebut sebagai cybercitizen.

Lantas apa yang membuat netizen ini berkata semena-mena dalam mengomentari sesuatu ?

Hal ini tak terlepas dari kebebasan dalam menggunakan internet yang tidak mengharuskan suatu individu memakai identitas aslinya alias fake account.

Rata rata orang yang berkomentar pedas, kritik tanpa saran yang lugas, atau memberikan opini mereka dengan cara yang kasar dilakukan oleh netizen yang tidak bertanggung jawab.

Sebenarnya orang pemilik fake account ini sadar bahwa apa yang ia tulis mengarah pada "kriminalitas", sehingga ia menggunakan akun maupun foto palsu karena memang tidak ingin identitas aslinya terkuak.

Bagai lempar batu sembunyi tangan, netizen yang kerap berkomentar dengan fake account ini tidak berani bertanggung jawab atas apa yang mereka tulis.

Dorongan dari cibiran netizen nakal tak lain merupakan ungkapan terhadap suatu hal yang menurutnya benar namun tak diiringi dengan kritikan solutif lantaran berbagai macam alasan.

Umumnya mereka merasa "malas" mengetik terlalu panjang, sengaja menjatuhkan, atau sekedar berpikir spontan terhadap postingan tersebut yang tak dipertimbangkan baik buruknya dampak perkataan mereka.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3