Mohon tunggu...
Mas Edu
Mas Edu Mohon Tunggu... Wiraswasta - IT Consultant & Software Developer

Seorang nahdliyin yang suka mencurahkan pikiran dan perasaan melalui tulisan. #AswajaAnNahdhliyah

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Refleksi Pasca Bulan Ramadhan, Rapor Merah Lelaku Ibadah Kita

23 Mei 2022   08:00 Diperbarui: 23 Mei 2022   08:02 61 3 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Sosbud. Sumber ilustrasi: KOMPAS.com/Pesona Indonesia

Sudah hampir 1 bulan kita meninggalkan bulan mulia, bulan penuh ketaatan dan ketaqwaan yaitu bulan Ramadhan. Banyak sekali kegiatan ibadah mudah sekali kita lakukan di bulan ini,  seperti sholat wajib, sholat sunah, dzikir maupun i'tikaf di dalam masjid di akhir Ramadhan. Baik karena alasan ingin mendapatkan ganjaran pahala yang berlipat ataupun sebagai sarana untuk memperbaiki diri agar lebih dekat dengan Sang Maha Pencipta.

Ramadhan bulan mulia karenanya sangat banyak sekali mempengaruhi perilaku manusia dari buruk menjadi sangat baik. Begitu mudahnya kita memaafkan ketika orang lain berbuat salah atau dengan mudahnya mengeluarkan uang dari saku kita untuk bersedekah tanpa mengharap puja-puji tapi ikhlas Lillahi ta'ala hanya karena Allah SWT. Tetapi setelah kita melewati bulan mulia tersebut seolah kita kembali ke "Setelan Pabrik" menjadi manusia yang jauh dari Tuhannya. Sudah tak lagi nampak bekas selama satu bulan penuh menempa diri dalam lautan ibadah.

Kembalinya seseorang ke jalur “keburukan” tentu sangat disayangkan karena seolah-olah sangat sia-sia saja selama satu bulan penuh menempa diri untuk mendekatkan kepada Sang Kholiq. Beragam kemaksiatan kembali kita lakukan, sholat mulai bolong-bolong, perkataan kembali penuh bohong, dan tingkah laku kita penuh dengan pelanggaran kepada aturan-aturan yang Tuhan berikan.

Rapor merah lelaku ibadah kita tentu jelas terang benderang dapat terlihat dengan beragam kemaksiatan yang kita lakukan. Begitu “jomplang” dengan apa yang mungkin sudah kita kerjakan selama sebulan penuh di bulan Ramadhan. Menata ibadah sebaik mungkin demi sebuah harapan pahala yang melimpah serta kasih sayang yang Allah SWT berikan.

Inkonsistensi menjadi penyakit kambuhan bagi kita semua dalam beribadah, sepertinya susah sekali untuk menjaga ritme ibadah agar tetap berada dijalur yang benar. Beragam godaan mudah sekali meruntuhkan tembok pertahanan kita. Sehingga tak pelak lagi bagi kita untuk kembali ke lubang yang semula kita tekadkan agar terhindar bahkan tak mau lagi untuk berada di lubang yang sama.

Lalu bagaimana baiknya kita dalam menyikapi penyakit akut ini yang bahkan diri kita juga terjangkit oleh Inkonsistensi yang menjadikan rapor merah terhadap lelaku kita pasca menjalani bulan mulia ini.

Perlu kita menoleh kembali ke belakang dengan melihat kembali apa saja perubahan yang sudah kita lakukan. Kebaikan serta ibadah apa saja yang sudah kita pupuk dan kita tanamkan selama sebulan kemarin. Dan mencoba kembali untuk kita laksanakan  serta kita langgengkan beragam kebaikan serta ibadah yang sudah kita tunaikan.

Menjaga konsistensi untuk tetap berada di jalan kebenaran serta tidak kembali ke -“setelan pabrik” perlu kita kuatkan di dalam hati. Coba kita tulis kembali apa saja yang hilang saat ini dan mulai kita biasakan merasakan ada yang kurang ketika kita tidak melakukan kebiasan-kebiasan baik pada bulan Ramadhan kemarin. Saatnya kita mengukur keberhasilan kita menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan dengan konsisten menjaga amaliyah dan tetap menjadi pribadi yang baik lahir maupun batin. Semoga tulisan ini dapat menjadi penyemangat untuk giat beribadah dan pengingat bagi diri saya maupun pembaca sekalian.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan